1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Sumardji Buka Suara Soal Ketidakhadiran Teja Paku Alam di Timnas Indonesia

Teja Paku Alam kembali mencatatkan performa impresif di BRI Super League 2025/2026. Penjaga gawang Persib Bandung ini berhasil mencatatkan 15 clean sheet dari 22 pertandingan, menjadikannya kiper dengan statistik nirbobol terbaik musim ini. Meski demikian, nama Teja tidak masuk dalam daftar 41 pemain yang dipanggil pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk persiapan FIFA Series 2026.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menjelaskan bahwa keputusan pemanggilan kiper sepenuhnya berada di tangan pelatih kepala dan tim pelatih, termasuk kriteria yang ditentukan oleh pelatih kiper. Hal ini menjadi alasan utama mengapa Teja Paku Alam belum mendapatkan panggilan untuk turnamen internasional mendatang.

Statistik Impresif Teja Paku Alam di BRI Super League

Musim ini, Teja Paku Alam menjadi salah satu pilar utama Persib Bandung. Dari 22 pertandingan yang dilakoni, ia hanya kebobolan 10 gol, sehingga rata-rata gawangnya kemasukan 0,45 gol per laga. Statistik ini menegaskan kualitasnya sebagai kiper top di Indonesia.

Keberhasilan Teja menjaga gawang juga menjadi faktor penting bagi Persib untuk bertahan di puncak klasemen sementara dengan raihan 57 poin dari 24 pertandingan. Penampilan konsisten ini membuat Persib lebih nyaman bersaing di papan atas, dan menegaskan Teja sebagai salah satu kiper terbaik domestik.

John Herdman Pilih Kiper Lain untuk Timnas

Meski memiliki catatan statistik yang mentereng, John Herdman memilih lima kiper lain untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia menjelang FIFA Series 2026. Dua di antaranya, Emil Audero dan Maarten Paes, merupakan kiper yang berkarier di Eropa dan memiliki pengalaman internasional lebih luas.

Tiga kiper lainnya berasal dari BRI Super League, yakni Nadeo Argawinata (Borneo FC), Ernando Ari Sutaryadi (Persebaya Surabaya), dan Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta). Secara statistik, catatan ketiga kiper ini tidak melebihi Teja, namun Herdman mempertimbangkan faktor pengalaman, kompatibilitas dengan sistem permainan, serta kesiapan mental menghadapi laga internasional.

Penjelasan Sumardji tentang Pemanggilan Pemain

Sumardji menegaskan bahwa pemanggilan pemain, khususnya kiper, sepenuhnya berada di bawah pertimbangan John Herdman dan tim pelatihnya. “Kembali lagi, berkaitan soal pemanggilan pemain, itu tergantung kebutuhan pelatih. Di Timnas Indonesia ini ada pelatih kiper juga,” jelasnya.

Sumardji menambahkan bahwa keputusan ini mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk pengalaman internasional Maarten Paes dan Emil Audero, serta kebiasaan Nadeo Argawinata yang sudah terbiasa dipanggil untuk Timnas Indonesia. “Sehingga, berkaitan soal pemanggilan itu mempertimbangkan satu Maarten Paes dipanggil, Emil Audero juga dipanggil, terus ada Nadeo Argawinata yang sudah biasa dipanggil juga,” tambahnya.

Peluang Teja Paku Alam di Masa Depan

Meskipun tidak masuk skuad untuk FIFA Series 2026, Sumardji menegaskan bahwa peluang Teja Paku Alam tetap terbuka di masa depan. “Sehingga, dengan kondisi yang ada seperti itu, mungkin, juga ada pertimbangan-pertimbangan tertentu. Sehingga, mungkin, saat sekarang ini belum memanggil Teja Paku Alam. Mungkin, untuk berikut-berikutnya, saya tidak tahu,” ucapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa performa konsisten Teja di level klub tetap menjadi nilai plus untuk dipertimbangkan di masa mendatang. Garuda Calling ke depan bisa menjadi kesempatan Teja membuktikan kualitasnya di level internasional, meski saat ini harus bersabar menunggu panggilan selanjutnya.

Kesimpulan

Teja Paku Alam tetap menjadi kiper top di BRI Super League 2025/2026 dengan catatan 15 clean sheet dan rata-rata kebobolan 0,45 gol per pertandingan. Namun, keputusan John Herdman memanggil kiper lain untuk Timnas Indonesia FIFA Series 2026 menjadi bukti bahwa pemilihan pemain tidak semata berdasarkan statistik, tetapi juga pengalaman, kesiapan mental, dan strategi tim.

Meski belum mendapatkan kesempatan kali ini, peluang Teja Paku Alam untuk membela Timnas Indonesia tetap terbuka di masa depan. Konsistensi di level klub dan kerja keras akan menjadi modal penting untuk menembus skuad Garuda di ajang internasional berikutnya.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE