1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Tanpa Endo, Jepang di Ujung Tanduk Strategi Baru Wajib Disiapkan Lawan Belanda

Timnas Jepang menghadapi situasi genting menjelang Piala Dunia 2026. Pelatih Hajime Moriyasu kini harus mencari solusi cepat setelah kapten sekaligus jenderal lini tengah, Wataru Endo, memutuskan pensiun secara mendadak akibat cedera yang tak kunjung pulih.

Kondisi ini membuat persiapan Jepang menuju laga pembuka Grup F melawan Belanda di AT&T Stadium, Arlington, pada Senin (15/6/2026) pukul 03.00 WIB, menjadi jauh lebih rumit dari perkiraan awal.

Kehilangan Wataru Endo Jadi Pukulan Besar untuk Jepang

Wataru Endo sejatinya disiapkan sebagai pilar utama di lini tengah Jepang. Namun, cedera kaki yang sudah mengganggu performanya sepanjang tahun membuat situasi berubah drastis.

Pada Jumat (12/6/2026), Endo resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Timnas Jepang sekaligus memutuskan pensiun dari sepak bola internasional.

Keputusan ini mengejutkan banyak pihak karena:

  • Endo masih menjadi kapten tim
  • Ia baru tampil dalam laga uji coba melawan Islandia
  • Performanya dinilai masih stabil di level internasional
  • Jepang sedang dalam masa persiapan penting menuju Piala Dunia

Kehilangan sosok berpengalaman seperti Endo jelas menjadi tantangan besar bagi Samurai Biru.

Hajime Moriyasu Dipaksa Cari Formasi Baru

Tanpa Endo, pelatih Hajime Moriyasu harus segera merombak struktur lini tengah Jepang. Posisi yang sebelumnya sangat bergantung pada peran Endo kini terbuka lebar dan memicu persaingan internal di skuad.

Beberapa opsi yang kini dipertimbangkan:

  • Ao Tanaka sebagai pengatur tempo utama
  • Kaishu Sano (Mainz) sebagai partner di lini tengah
  • Daichi Kamada (Crystal Palace) sebagai opsi kreatif tambahan

Jika dilihat dari komposisi, kemungkinan besar Moriyasu akan mengandalkan duet Tanaka dan Sano untuk menjaga keseimbangan antara bertahan dan membangun serangan.

Namun, kehadiran Kamada bisa memberikan dimensi berbeda jika Jepang membutuhkan kreativitas lebih tinggi di lini tengah.

Takefusa Kubo Ikut Kaget dengan Keputusan Endo

Winger Jepang, Takefusa Kubo, menjadi salah satu pemain yang paling terkejut dengan keputusan Endo. Ia mengakui bahwa kehilangan sang kapten adalah situasi yang tidak ideal, tetapi tetap percaya pada kedalaman skuad Jepang.

Menurut Kubo, Jepang masih memiliki banyak pemain berkualitas yang bisa menggantikan peran Endo.

Poin penting dari pernyataan Kubo:

  • Ia terkejut dengan keputusan pensiun Endo
  • Tim harus segera beradaptasi
  • Skuad yang tersisa harus dimaksimalkan
  • Jepang tetap punya peluang bersaing di level tertinggi

“Saya terkejut mendengar kepergian Endo. Kami hanya harus memaksimalkan pemain-pemain yang tersisa,” ujar Kubo.

Endo Sempat Beri Pesan ke Rekan Setim

Meski sudah memutuskan pensiun, Wataru Endo tetap menunjukkan profesionalisme. Ia diketahui sempat berbicara dengan Ko Itakura untuk memberikan sejumlah informasi penting terkait persiapan tim.

Hal ini menunjukkan bahwa Endo masih peduli terhadap perjalanan Jepang di Piala Dunia 2026, meskipun dirinya tidak lagi berada di dalam skuad.

Kubo juga menambahkan bahwa informasi tersebut kemungkinan besar akan dibagikan kepada seluruh tim agar tetap memiliki gambaran taktik yang jelas.

Jepang vs Belanda: Ujian Berat Tanpa Sang Kapten

Laga melawan Belanda menjadi ujian pertama Jepang tanpa Wataru Endo. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat kedua tim sama-sama memiliki sejarah pertemuan yang cukup menarik.

Catatan pertemuan Jepang vs Belanda:

  • Imbang 2-2 dalam laga persahabatan tahun 2013
  • Belanda menang 1-0 di Piala Dunia 2010
  • Keduanya jarang bertemu di kompetisi resmi

Tanpa Endo, Jepang harus bekerja ekstra keras untuk menahan dominasi lini tengah Belanda yang dikenal kuat secara fisik dan taktik.

Dampak Besar Absennya Endo di Lini Tengah Jepang

Kehilangan Endo tidak hanya soal absennya satu pemain, tetapi juga hilangnya pemimpin di lapangan.

Dampak yang mungkin dirasakan Jepang:

  • Kehilangan keseimbangan antara bertahan dan menyerang
  • Berkurangnya pengalaman di laga besar
  • Turunnya stabilitas organisasi lini tengah
  • Beban lebih besar pada pemain muda

Moriyasu kini dituntut untuk menemukan solusi cepat agar Jepang tidak kehilangan identitas permainan mereka.

Belanda Bisa Diuntungkan dari Situasi Ini

Di sisi lain, Belanda tentu melihat kondisi ini sebagai peluang. Tanpa Endo, Jepang berpotensi lebih mudah ditembus di area tengah, terutama dalam duel fisik dan transisi cepat.

Namun, Jepang dikenal sebagai tim yang disiplin dan cepat beradaptasi. Meski kehilangan pemain penting, mereka tetap bisa menjadi lawan yang sangat berbahaya jika Moriyasu berhasil menemukan kombinasi yang tepat.

Jepang Masih Punya Harapan Besar di Piala Dunia 2026

Meski dihantam kabar mengejutkan, Jepang tetap memiliki skuad yang kompetitif. Generasi baru Samurai Biru sudah menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan atau tanpa Wataru Endo, Jepang tetap akan menjadi salah satu tim Asia yang paling diperhitungkan di Piala Dunia 2026.

Namun satu hal jelas, duel melawan Belanda akan menjadi ujian pertama apakah Jepang mampu bangkit dari kehilangan besar ini.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE