Shayne Pattynama masih belum mendapatkan tempat sebagai pemain utama Persija Jakarta sejak didatangkan pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Kehadirannya sempat menimbulkan ekspektasi tinggi di kalangan Jakmania, mengingat pengalaman internasional yang dimilikinya di Eropa.
Namun hingga memasuki pekan ke-21 kompetisi, pemain berusia 27 tahun tersebut baru dua kali tampil sebagai pemain pengganti. Situasi ini memunculkan tanda tanya besar: mengapa Shayne Pattynama belum juga menjadi starter di skuad Macan Kemayoran?
Debut Menjanjikan, Tapi Belum Cukup
Shayne melakoni debutnya saat Persija meraih kemenangan 2-0 atas Persita Tangerang pada pekan ke-19 di Indomilk Arena, 30 Januari 2026. Dalam laga tersebut, ia masuk pada menit ke-84 menggantikan Dony Tri Pamungkas di posisi bek sayap kiri.
Meski hanya tampil singkat, kehadiran Shayne dinilai cukup solid dalam menjaga keseimbangan pertahanan di sisa waktu pertandingan. Akan tetapi, kesempatan itu belum cukup untuk membuatnya langsung dipercaya sebagai starter.
Pada laga berikutnya melawan Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (8 Februari 2026), Shayne kembali harus puas duduk di bangku cadangan saat Persija takluk 0-2. Pilihan pelatih tetap jatuh kepada Dony Tri Pamungkas sebagai bek kiri utama.
Persaingan Ketat di Posisi Bek Kiri
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dony Tri Pamungkas tampil konsisten dan dinilai lebih siap secara taktikal maupun fisik. Selain itu, ia juga memenuhi regulasi pemain U-23 yang menjadi salah satu pertimbangan penting dalam komposisi starting line-up.
Sejak Alan Cardoso hengkang ke Bhayangkara FC pada pertengahan musim, posisi bek kiri memang menjadi milik Dony. Penampilannya yang stabil membuat pelatih enggan melakukan perubahan drastis di lini pertahanan.
Situasi ini membuat Shayne harus bersabar dan membuktikan diri melalui performa di sesi latihan. Persaingan internal yang ketat menjadi tantangan utama bagi pemain yang pernah merumput di Liga Belanda, Norwegia, dan Belgia tersebut.
Kembali Tampil Saat Hadapi Bali United
Kesempatan berikutnya datang saat Persija menghadapi Bali United pada pekan ke-21 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, 15 Februari 2026. Dalam laga tersebut, Shayne masuk pada menit ke-78 menggantikan Dony Tri.
Persija berhasil mencuri kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah. Shayne tampil disiplin dalam menjaga sisi kiri pertahanan dan membantu tim mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Penampilannya mendapat apresiasi, meski belum cukup untuk menggeser posisi Dony sebagai pilihan utama.
Adaptasi Disebut Sudah Progresif
Asisten pelatih Persija, Ricky Nelson, menegaskan bahwa proses adaptasi Shayne sebenarnya berjalan cukup baik. Menurutnya, mantan pemain Eropa itu menunjukkan perkembangan signifikan sejak bergabung dengan tim.
Namun, keputusan mengenai siapa yang menjadi starter sepenuhnya berada di tangan pelatih kepala, Mauricio Souza. Dalam beberapa sesi latihan, tim pelatih masih melihat Dony sebagai opsi yang lebih siap secara keseluruhan.
Hal ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan pada kualitas Shayne, melainkan faktor kesiapan dan kebutuhan taktik tim di setiap pertandingan.
Semua Tergantung Keputusan Mauricio Souza
Ricky Nelson juga menekankan bahwa persaingan antara Shayne dan Dony masih sangat terbuka. Setiap pemain memiliki peluang yang sama selama mampu menunjukkan performa terbaik di latihan.
Mauricio Souza, yang sempat absen mendampingi tim saat melawan Bali United karena akumulasi kartu, akan kembali memimpin langsung evaluasi tim. Keputusan siapa yang akan tampil sebagai starter di laga berikutnya akan ditentukan berdasarkan performa terkini.
Artinya, peluang Shayne Pattynama untuk menjadi pemain utama Persija Jakarta masih terbuka lebar. Konsistensi dan adaptasi cepat terhadap gaya bermain tim menjadi kunci utama.
Tantangan Besar Menuju Starting XI
Bagi Shayne, tantangan terbesarnya saat ini adalah membangun chemistry dan memahami sistem permainan yang diterapkan pelatih. Kompetisi Liga Indonesia memiliki karakter berbeda dibandingkan liga Eropa tempat ia sebelumnya bermain.
Intensitas permainan, tekanan suporter, serta tuntutan hasil instan menjadi faktor tambahan yang harus dihadapi. Meski demikian, dengan pengalaman dan kualitas yang dimiliki, banyak pihak yakin Shayne hanya tinggal menunggu waktu untuk mendapatkan kepercayaan penuh.
Persaingan sehat di dalam skuad justru menjadi sinyal positif bagi Persija dalam upaya menjaga konsistensi performa di papan atas klasemen.
Dengan jadwal pertandingan yang padat, rotasi pemain hampir pasti akan dilakukan. Momen itulah yang bisa menjadi titik balik bagi Shayne Pattynama untuk membuktikan dirinya layak menjadi pilihan utama.
BACA JUGA :












