1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Thailand Runner-up FIFA ASEAN Cup 2026 Tetap Bawa Pulang Hadiah

Timnas Thailand harus mengubur ambisi untuk menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah kalah dari Timnas Indonesia dalam pertandingan final. Changsuek sebenarnya sudah berjuang hingga batas akhir, tetapi drama adu penalti akhirnya membuat mereka harus puas berada di posisi kedua.

Pertandingan final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026), berjalan sangat ketat. Thailand dan Indonesia bermain imbang 2-2 hingga 120 menit sebelum pemenang ditentukan melalui adu penalti.

Indonesia kemudian keluar sebagai juara setelah menang 4-2 dalam babak tos-tosan.

Meski gagal membawa pulang trofi, Thailand tetap mendapatkan penghargaan setelah mengakhiri perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai runner-up.

Thailand Gagal Juara Setelah Drama 120 Menit

Final FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pertandingan panjang bagi kedua tim. Thailand dan Indonesia sama-sama menunjukkan perlawanan hingga pertandingan harus memasuki babak tambahan waktu.

Indonesia lebih dulu membuka keunggulan melalui Dean James.

Thailand tidak tinggal diam. Changsuek berhasil menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron sehingga pertandingan kembali berjalan dalam posisi seimbang.

Situasi kemudian berubah ketika Thailand mampu mencetak gol kedua melalui Peeradol Chamratsamee pada babak tambahan waktu.

Gol tersebut membuat Thailand kembali berada di posisi unggul dan semakin dekat dengan trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan sampai pertandingan berakhir.

Indonesia berhasil menyamakan kedudukan melalui Elkan Baggott. Skor 2-2 pun bertahan hingga 120 menit sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Dua Eksekutor Thailand Gagal dalam Adu Penalti

Drama adu penalti menjadi penentu nasib Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.

Indonesia mampu menjalankan tugas dengan lebih baik. Sementara itu, dua penendang Thailand gagal mengonversi peluang menjadi gol.

Sarach Yooyen gagal setelah tendangannya membentur mistar gawang.

Kemudian, eksekusi Nattapong Sariya berhasil dihentikan oleh kiper Timnas Indonesia, Emil Audero.

Kegagalan tersebut membuat Thailand semakin sulit mengejar Indonesia dalam babak adu penalti.

Pada akhirnya, Indonesia menang dengan skor 4-2 dan memastikan diri sebagai juara perdana FIFA ASEAN Cup.

Bagi Thailand, hasil tersebut tentu terasa pahit karena mereka sebenarnya sempat unggul dalam pertandingan.

Beberapa momen penting dari final tersebut antara lain:

  • Indonesia membuka skor melalui Dean James.
  • Thailand menyamakan kedudukan lewat Iklas Sanron.
  • Peeradol Chamratsamee membawa Thailand kembali unggul.
  • Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan untuk Indonesia.
  • Pertandingan berakhir 2-2 setelah 120 menit.
  • Indonesia menang 4-2 melalui adu penalti.
  • Thailand mengakhiri turnamen sebagai runner-up.

Thailand Tetap Mendapat Hadiah sebagai Runner-up

Walaupun gagal menjadi juara, Thailand tidak pulang dari FIFA ASEAN Cup 2026 dengan tangan kosong.

Status sebagai runner-up membuat Changsuek tetap memperoleh penghargaan dari penyelenggaraan turnamen.

FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri merupakan edisi perdana yang digelar di bawah naungan FIFA. Karena itu, perjalanan Thailand hingga pertandingan final membuat mereka menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah awal kompetisi tersebut.

Sebelum turnamen berlangsung, FIFA ASEAN Cup 2026 memang diproyeksikan menawarkan hadiah besar.

Juara disebut mendapatkan hadiah sebesar 650 juta dolar AS, sedangkan runner-up memperoleh 495 juta dolar AS.

Dengan demikian, meski Thailand gagal mengangkat trofi, posisi kedua tetap memberikan penghargaan bagi perjalanan mereka sepanjang turnamen.

Changsuek Jadi Runner-up Pertama dalam Sejarah

Ada catatan sejarah yang ikut melekat pada perjalanan Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026.

Sebagai edisi perdana, turnamen ini menggunakan format yang membuat juara masing-masing grup langsung bertemu di pertandingan final tanpa melalui babak semifinal.

Indonesia dan Thailand akhirnya menjadi dua tim terakhir yang memperebutkan gelar Divisi 1.

Indonesia berhasil memenangkan pertandingan tersebut dan mencatatkan diri sebagai juara perdana.

Sementara itu, Thailand menjadi runner-up pertama dalam sejarah FIFA ASEAN Cup.

Status tersebut memang bukan hasil yang diinginkan Changsuek. Mereka tentu datang ke Jakarta dengan ambisi untuk membawa pulang trofi.

Namun, mencapai final dalam edisi pertama tetap menjadi bagian dari catatan perjalanan Thailand di kompetisi baru tersebut.

Perjuangan Thailand Berakhir di Adu Penalti

Jika melihat jalannya pertandingan, Thailand sebenarnya memiliki peluang untuk menyelesaikan pertandingan sebelum adu penalti.

Mereka sempat membalikkan keadaan setelah Peeradol Chamratsamee membawa Changsuek unggul di babak tambahan waktu.

Namun, gol Elkan Baggott kembali mengubah situasi.

Setelah skor menjadi 2-2, kedua tim tidak mampu mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Adu penalti akhirnya menjadi penentu siapa yang berhak mengangkat trofi.

Thailand kemudian harus menerima kenyataan setelah dua eksekutornya gagal.

Kegagalan tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat selama 120 menit.

Thailand Tetap Tinggalkan Jakarta dengan Catatan Bersejarah

Kekalahan dari Indonesia tentu menjadi hasil mengecewakan bagi Thailand. Mereka tinggal selangkah lagi untuk menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Namun, perjalanan Changsuek tetap menghasilkan sebuah catatan penting.

Thailand menjadi bagian dari pertandingan final pertama dalam sejarah FIFA ASEAN Cup dan mengakhiri kompetisi sebagai runner-up.

Selain penghargaan yang diterima karena finis di posisi kedua, pengalaman bermain dalam pertandingan final hingga adu penalti juga menjadi bagian dari perjalanan mereka pada edisi perdana turnamen.

Sementara Indonesia mendapatkan trofi setelah kemenangan 4-2 dalam adu penalti, Thailand harus menerima posisi kedua.

Meski gagal menjadi juara, status runner-up FIFA ASEAN Cup 2026 tetap membuat nama Thailand tercatat dalam sejarah kompetisi tersebut sebagai salah satu dari dua tim yang tampil di final perdana.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE