Tekanan besar kini tengah menghampiri PSS Sleman setelah mengawali kompetisi BRI Super League 2026/2027 dengan hasil yang jauh dari harapan. Performa buruk Super Elang Jawa membuat kesabaran suporter mulai habis. Bahkan, ratusan pendukung mendatangi langsung manajemen klub untuk meminta pertanggungjawaban sekaligus menuntut adanya perubahan nyata.
Pertemuan antara suporter dan manajemen PSS berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (2/11/2026) malam WIB. Dalam pertemuan tersebut, Sleman Fans menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk meminta tim mampu mengumpulkan minimal enam hingga tujuh poin dari tiga pertandingan berikutnya.
Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat PSS saat ini masih terjebak di zona degradasi dan membutuhkan hasil positif untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Performa PSS Sleman Jadi Sorotan Suporter
Kekecewaan suporter bukan tanpa alasan. Dari delapan pertandingan yang telah dimainkan, PSS Sleman baru mampu mencatatkan satu kemenangan dan satu hasil imbang. Sementara enam pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.
Catatan tersebut membuat Super Elang Jawa harus puas berada di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi empat poin.
Hasil buruk itu semakin memperbesar tekanan terhadap jajaran manajemen, tim pelatih, hingga para pemain. Suporter menilai perlu ada evaluasi menyeluruh agar PSS tidak terus kehilangan poin pada pertandingan berikutnya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan turut menjadi bahan pembahasan, di antaranya:
- Transparansi pengelolaan klub dan penggunaan anggaran.
- Proses perekrutan pemain untuk musim 2026/2027.
- Tanggung jawab manajemen atas performa tim.
- Evaluasi terhadap kinerja tim pelatih dan pemain.
- Langkah konkret untuk menyelamatkan PSS dari zona degradasi.
Situasi Memanas Usai Kekalahan dari Garudayaksa FC
Ketegangan di lingkungan PSS semakin meningkat setelah kekalahan 1-3 dari Garudayaksa FC pada Minggu (1/11/2026).
Seusai pertandingan, Omah PSS dilaporkan mengalami perusakan. Selain itu, terdapat dugaan penganiayaan terhadap salah seorang karyawan klub.
Kondisi tersebut kemudian berlanjut pada pertemuan antara manajemen dan suporter sehari setelah pertandingan.
Direktur PT Putra Sleman Sembada (PSS), Yoni Arseto, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya memahami kekecewaan para pendukung. Namun, situasi sempat tidak kondusif ketika ratusan suporter yang berada di luar gerbang pendopo merangsek masuk.
Setelah kondisi mulai terkendali, diskusi akhirnya dilanjutkan dengan format duduk melingkar. Suporter berkesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Yoni Arseto, Manajer PSS Agus Purwoko, serta pelatih Pieter Huistra.
Sleman Fans Berikan Ultimatum 6-7 Poin dari Tiga Pertandingan
Salah satu tuntutan utama yang disampaikan Sleman Fans adalah target perolehan enam hingga tujuh poin dari tiga pertandingan mendatang.
Target tersebut menjadi bentuk desakan agar PSS segera menunjukkan perubahan performa, bukan sekadar memberikan janji evaluasi.
Tiga tim yang akan menjadi lawan Super Elang Jawa dalam rangkaian pertandingan berikutnya adalah:
- Bhayangkara FC.
- Arema FC.
- Isenmulang FC.
Ketiga pertandingan tersebut memiliki arti penting bagi perjalanan PSS di BRI Super League 2026/2027. Tambahan poin sangat dibutuhkan untuk memperbaiki posisi tim sekaligus membuka peluang keluar dari zona degradasi.
Pelatih PSS, Pieter Huistra, mengaku memahami reaksi emosional yang ditunjukkan para pendukung. Ia menilai kekecewaan suporter merupakan bagian dari dinamika sepak bola, terutama ketika klub kesayangan sedang menghadapi periode sulit.
Huistra juga mengingatkan bahwa PSS pernah melewati proses kebangkitan pada musim sebelumnya hingga berhasil promosi. Namun, situasi yang dihadapi tim saat ini berbeda karena harus bersaing di kompetisi Super League.
Yoni Arseto Minta Maaf, Manajemen Janjikan Evaluasi
Di tengah tekanan yang semakin besar, Yoni Arseto menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung PSS Sleman atas berbagai kekurangan yang terjadi di dalam klub.
Ia menegaskan bahwa manajemen memahami aspirasi suporter dan tetap berupaya mencari jalan keluar dari situasi sulit yang sedang dihadapi Super Elang Jawa.
Yoni juga menjelaskan bahwa mayoritas pemilik klub serta jajaran BOD dan BOC berada di Jakarta. Meski demikian, ia memastikan manajemen akan terus berjuang untuk memperbaiki kondisi PSS.
Menurutnya, perjalanan sebuah klub merupakan proses yang membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Karena itu, manajemen berkomitmen untuk tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi tim kebanggaan masyarakat Sleman tersebut.
Pertemuan Lanjutan Dijadwalkan Jumat 6 November 2026
Penjelasan yang disampaikan Yoni Arseto belum sepenuhnya menjawab seluruh tuntutan suporter. Oleh karena itu, ia menjanjikan adanya pertemuan lanjutan pada Jumat (6/11/2026).
Pertemuan berikutnya dijadwalkan melibatkan jajaran direksi lainnya, termasuk Direktur Keuangan PT PSS, Tita.
Yoni menyebut kehadiran Tita diperlukan agar manajemen dapat memberikan penjelasan secara bersama-sama, khususnya terkait persoalan yang membutuhkan keterlibatan jajaran direksi.
Dengan demikian, suporter diharapkan mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap mengenai kondisi internal klub dan langkah yang akan diambil untuk memperbaiki performa PSS.
Agus Purwoko Siap Mundur dari Jabatan Manajer PSS
Hal menarik lainnya dalam pertemuan tersebut datang dari Manajer PSS, Agus Purwoko. Ketika mendapat pertanyaan mengenai posisinya di tengah desakan suporter, Agus menyatakan tidak keberatan apabila harus meninggalkan jabatannya.
Ia bahkan menegaskan kesiapannya untuk mundur kapan saja apabila keputusan tersebut dinilai menjadi pilihan terbaik bagi klub.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam pertemuan antara manajemen dan Sleman Fans. Meski begitu, belum ada informasi mengenai keputusan resmi terkait perubahan posisi manajer PSS.
Kini, perhatian publik tertuju pada tiga pertandingan berikutnya dan pertemuan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada 6 November 2026.
Tuntutan enam hingga tujuh poin menjadi tantangan besar bagi Pieter Huistra dan seluruh skuad Super Elang Jawa. PSS membutuhkan hasil positif sekaligus pembenahan internal agar dapat segera meninggalkan zona degradasi dan mengembalikan kepercayaan para pendukungnya.
BACA JUGA :












