PSIS Semarang terus mematangkan persiapan jelang bergulirnya Pegadaian Championship 2026/2027. Salah satu perhatian utama pelatih Widodo Cahyono Putro adalah memastikan seluruh pemain, termasuk tiga rekrutan asing, berada dalam kondisi terbaik sebelum kompetisi dimulai.
Meski telah mendatangkan sejumlah pemain berkualitas, Widodo memilih tidak terburu-buru memaksakan Jonathan Bustos untuk langsung berada di level permainan terbaiknya. Pelatih berusia 55 tahun itu lebih mengutamakan proses adaptasi dan kebugaran sang gelandang asal Argentina agar mampu memberikan kontribusi maksimal sepanjang musim.
Di sisi lain, Widodo juga menegaskan bahwa target PSIS Semarang musim ini tidak hanya bergantung kepada pemain asing. Seluruh pemain, baik lokal maupun asing, memiliki peran yang sama penting dalam mewujudkan ambisi besar Mahesa Jenar kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Jonathan Bustos Diberi Waktu Beradaptasi
Jonathan Bustos menjadi pemain asing terakhir yang bergabung bersama PSIS Semarang pada bursa transfer musim 2026/2027.
Karena datang lebih belakangan dibandingkan pemain lainnya, Widodo Cahyono Putro memahami bahwa proses adaptasi sang gelandang membutuhkan waktu.
Alih-alih memaksanya mengejar kondisi rekan-rekannya dalam waktu singkat, Widodo memilih pendekatan yang lebih hati-hati.
Menurutnya, mempersiapkan pemain secara bertahap jauh lebih penting dibandingkan mengambil risiko cedera yang justru dapat merugikan tim ketika kompetisi resmi dimulai.
Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa PSIS ingin menjaga kondisi seluruh pemain agar tetap prima sepanjang musim.
Tiga Pemain Asing Jadi Tambahan Kekuatan PSIS
Menjelang bergulirnya Championship 2026/2027, PSIS Semarang telah mengamankan tiga pemain asing untuk memperkuat skuad.
Ketiga pemain tersebut adalah:
- Deri Corfe (Inggris)
- Rafinha (Brasil)
- Jonathan Bustos (Argentina)
Kehadiran mereka diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan Mahesa Jenar, baik dalam membangun serangan maupun menciptakan peluang.
Meski demikian, Widodo menegaskan bahwa seluruh pemain tetap harus melalui proses adaptasi agar dapat menyatu dengan gaya bermain tim.
Setiap pemain memiliki kondisi yang berbeda sehingga program latihan juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Widodo Tak Ingin Ambil Risiko Cedera
Bagi Widodo Cahyono Putro, menjaga kebugaran pemain jauh lebih penting daripada memaksakan mereka tampil maksimal saat pramusim.
Pelatih asal Cilacap itu ingin seluruh pemain memasuki musim kompetisi dalam kondisi fisik terbaik.
Beberapa fokus utama yang menjadi perhatian tim pelatih antara lain:
- Meningkatkan kebugaran secara bertahap.
- Meminimalkan risiko cedera.
- Menyesuaikan intensitas latihan sesuai kondisi pemain.
- Memastikan proses adaptasi berjalan optimal.
- Menyiapkan pemain agar siap menghadapi jadwal kompetisi.
Strategi tersebut diyakini akan membuat PSIS memiliki skuad yang lebih siap ketika Championship resmi bergulir.
Bukan Hanya Pemain Asing yang Jadi Andalan
Widodo juga mengingatkan bahwa keberhasilan PSIS Semarang tidak boleh hanya bergantung pada pemain asing.
Menurutnya, seluruh anggota skuad memiliki tanggung jawab yang sama untuk membawa tim meraih target promosi.
Ia berharap para pemain lokal, termasuk sosok senior seperti Hari Nur Yulianto, terus menjaga semangat berlatih dan meningkatkan kualitas permainan selama pramusim.
Widodo ingin setiap pemain menunjukkan komitmen tinggi agar persaingan dalam tim berjalan secara sehat.
Beberapa hal yang ditekankan kepada seluruh pemain meliputi:
- Konsisten mengikuti latihan.
- Menjaga motivasi sepanjang pramusim.
- Terus meningkatkan kualitas individu.
- Mengutamakan kepentingan tim.
- Siap bersaing secara sportif.
Dengan cara tersebut, seluruh pemain memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan tempat di skuad utama.
Persaingan Internal Dinilai Sangat Positif
Salah satu hal yang membuat Widodo merasa optimistis adalah suasana kompetitif yang mulai terbentuk di dalam tim.
Menurutnya, seluruh pemain kini berlomba-lomba menunjukkan kemampuan terbaik selama latihan.
Tidak ada pemain yang merasa nyaman dengan posisinya karena setiap tempat di tim utama harus diperjuangkan.
Widodo menilai persaingan sehat seperti ini akan berdampak positif terhadap kualitas permainan PSIS Semarang.
Semakin tinggi kompetisi internal, semakin besar pula peluang tim tampil konsisten sepanjang musim.
Selain itu, kondisi tersebut juga membuat tim pelatih memiliki lebih banyak pilihan ketika menentukan susunan pemain terbaik.
Target Promosi Jadi Motivasi Utama
PSIS Semarang datang ke Championship 2026/2027 dengan satu target besar, yakni kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Target tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pemain untuk bekerja lebih keras selama masa persiapan.
Widodo menegaskan bahwa setiap sesi latihan memiliki arti penting dalam membangun fondasi permainan tim.
Dengan komposisi pemain yang semakin lengkap, Mahesa Jenar ingin tampil lebih kompetitif dibandingkan musim sebelumnya.
Keberadaan pemain asing diharapkan mampu melengkapi kualitas pemain lokal sehingga keseimbangan tim semakin baik.
Widodo Punya Rekam Jejak Promosi yang Mengesankan
Optimisme PSIS terhadap Widodo Cahyono Putro bukan tanpa alasan.
Pelatih berusia 55 tahun itu dikenal sebagai salah satu pelatih yang memiliki pengalaman luar biasa membawa klub promosi ke kasta tertinggi.
Sebelum menangani PSIS Semarang, Widodo telah tiga kali sukses mengantarkan tim meraih promosi.
Prestasi tersebut meliputi:
- Persita Tangerang pada musim 2019.
- Persijap Jepara pada musim 2024/2025.
- Garudayaksa FC pada musim 2025/2026.
Menariknya, pada dua kesempatan terakhir, Widodo datang sebagai pelatih pengganti dan tetap mampu membawa tim mencapai target promosi.
Pengalaman itulah yang membuat banyak pihak percaya PSIS memiliki peluang besar untuk kembali bersaing di level tertinggi.
PSIS Semarang Bangun Fondasi Kuat Menuju Musim Baru
Pendekatan yang diterapkan Widodo Cahyono Putro menunjukkan bahwa PSIS Semarang tidak ingin terburu-buru dalam membangun kekuatan tim. Keputusan untuk tidak memaksakan Jonathan Bustos menjadi bukti bahwa kesehatan dan kesiapan pemain menjadi prioritas utama sebelum kompetisi dimulai.
Di saat yang sama, persaingan internal yang positif, komitmen seluruh pemain, serta pengalaman Widodo dalam membawa klub promosi menjadi modal berharga bagi Mahesa Jenar. Dengan perpaduan pemain lokal berkualitas dan tiga amunisi asing baru, PSIS Semarang memiliki fondasi yang kuat untuk mengejar target besar, yaitu kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada akhir musim 2026/2027.
BACA JUGA :












