PSIM Yogyakarta memasuki musim baru dengan komposisi skuad yang semakin berwarna. Kehadiran tujuh pemain anyar membuat persaingan di dalam tim Laskar Mataram menjadi lebih menarik, termasuk bagi gelandang asal Portugal, Ze Valente.
Alih-alih melihat banyaknya pemain baru sebagai hambatan, Ze justru menikmati proses adaptasi bersama rekan-rekan barunya. Ia menilai para pemain anyar tersebut memiliki kualitas yang bisa membantu PSIM menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
PSIM sendiri merekrut tujuh pemain baru pada bursa transfer musim ini. Lima di antaranya merupakan pemain asing, yaitu Marvin Loria, Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, dan Mauro Caballero.
Bagi Ze Valente, keberadaan pemain dengan latar belakang berbeda justru memberikan warna tersendiri dalam skuad PSIM.
Ze Valente Nikmati Kehadiran Pemain Baru
Proses membangun kekompakan tentu membutuhkan waktu. Namun, Ze Valente melihat perkembangan positif dalam hubungan antar pemain PSIM.
Gelandang berusia 32 tahun itu mengaku semakin mengenal para pemain baru setiap harinya. Ia juga memberikan penilaian positif terhadap kualitas pemain yang didatangkan PSIM.
“Ya, bagus. Kami saling mengenal lebih baik setiap hari. Mereka adalah pemain-pemain berkualitas. Yang pasti mereka akan membantu tim,” ujar Ze Valente.
Menurutnya, bermain bersama pemain berkualitas selalu memberikan pengalaman yang menyenangkan. Kehadiran amunisi anyar juga bisa membuat persaingan di skuad semakin kompetitif.
Bagi sebuah tim yang sedang mempersiapkan diri menghadapi kompetisi panjang, kedalaman skuad menjadi salah satu aspek penting. Persaingan di internal tim juga dapat mendorong setiap pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Lima Pemain Asing Warnai Skuad PSIM
Dari tujuh pemain baru yang direkrut PSIM pada bursa transfer musim ini, lima di antaranya berasal dari luar negeri.
Kelima pemain tersebut adalah:
- Marvin Loria
- Ondrej Rudzan
- Adrian Purzycki
- Adrian Dalmau
- Mauro Caballero
Kehadiran mereka membuat PSIM memiliki pemain dengan latar belakang sepak bola yang beragam.
Ze Valente pun tidak mempermasalahkan kondisi tersebut. Menurutnya, perbedaan negara asal bukan menjadi penghalang untuk membangun komunikasi di dalam tim.
Justru, komunikasi menjadi bagian penting dari proses adaptasi. Semakin sering para pemain berinteraksi, semakin mudah pula mereka memahami karakter dan gaya bermain satu sama lain.
Bahasa Spanyol Jadi Penghubung
Menariknya, Ze Valente mengungkapkan bahwa bahasa Spanyol cukup sering digunakan dalam komunikasi dengan sejumlah rekan setimnya.
Hal tersebut menjadi salah satu cara bagi pemain PSIM yang berasal dari berbagai negara untuk berkomunikasi.
“Ya, musim ini kami memiliki banyak pemain dari berbagai negara, tetapi kami bisa saling berbicara menggunakan bahasa Spanyol,” ungkap Ze.
Kemampuan berkomunikasi menjadi modal penting bagi PSIM. Dalam sepak bola, komunikasi tidak hanya dibutuhkan di luar lapangan, tetapi juga ketika pertandingan berlangsung.
Pemahaman antar pemain dapat membantu proses membangun chemistry. Hal tersebut tentunya menjadi bagian dari persiapan PSIM sebelum kompetisi resmi dimulai.
PSIM Belum Terkalahkan di Pramusim
Persiapan PSIM menuju musim baru juga menunjukkan perkembangan positif. Laskar Mataram tercatat menjalani tujuh pertandingan uji coba selama pramusim dan belum mengalami kekalahan.
Hasil tersebut menjadi modal positif bagi tim sebelum memasuki pertandingan kompetitif.
Kemenangan terbaru PSIM diraih ketika menghadapi Deltras FC. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (29/8/2026), PSIM berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-0.
Laga tersebut bukan sekadar pertandingan uji coba. Pertemuan dengan Deltras juga menjadi kesempatan bagi PSIM untuk melihat sejauh mana kesiapan tim setelah menjalani rangkaian persiapan.
Beberapa hal positif yang didapat PSIM dari pramusim antara lain:
- Mendapat kesempatan menguji komposisi skuad.
- Membangun chemistry antara pemain lama dan pemain baru.
- Menjaga kebugaran pemain sebelum kompetisi.
- Mengukur kesiapan menghadapi pertandingan resmi.
- Memberikan pengalaman bermain dalam berbagai kondisi.
Laga Deltras Jadi Simulasi Hadapi Persita
Pertandingan melawan Deltras juga memiliki konteks menarik karena berlangsung pada sore hari dengan kondisi cuaca yang cukup panas.
Situasi tersebut dianggap bisa menjadi simulasi bagi PSIM sebelum menghadapi Persita Tangerang pada laga perdana BRI Super League 2026/2027.
PSIM dijadwalkan menjamu Persita di Stadion Sultan Agung pada Sabtu (5/9/2026) pukul 15.30 WIB. Kondisi waktu pertandingan yang serupa membuat pengalaman menghadapi Deltras menjadi relevan bagi persiapan tim.
Ze Valente menilai pertandingan dalam cuaca panas bukan sesuatu yang mudah. Namun, ia justru melihat kondisi tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi pertandingan pembuka.
“Sebenarnya tidak mudah untuk bermain dengan cuaca panas. Tapi, kami tahu kami akan menghadapi Persita di waktu yang sama, jadi kemungkinan cuacanya juga akan panas,” kata Ze.
Menurut Ze, pengalaman tersebut bisa membantu pemain menjaga kebugaran sekaligus merasakan kondisi yang kemungkinan mereka hadapi saat pertandingan melawan Persita.
PSIM Punya Tantangan Berat Melawan Persita
Pertandingan pertama BRI Super League 2026/2027 akan menjadi ujian penting bagi PSIM. Persita bukan lawan yang mudah bagi Laskar Mataram, terutama jika melihat pertemuan kedua tim pada musim sebelumnya.
Pada musim lalu, PSIM selalu gagal mengalahkan Persita. Dalam dua pertemuan, PSIM mengalami kekalahan dengan skor 0-4 dan 0-1.
Catatan tersebut tentu menjadi perhatian tersendiri menjelang pertemuan berikutnya.
Meski demikian, situasi musim baru membawa cerita berbeda. PSIM telah melakukan perubahan skuad dengan mendatangkan sejumlah pemain baru. Persiapan pramusim yang belum terkalahkan juga memberikan kepercayaan diri tambahan bagi tim.
Ze Valente pun melihat perkembangan tim secara positif.
“Bagus untuk menjaga kebugaran, bagus untuk merasakan bagaimana rasanya akhir pekan ini. Jadi, ya, semuanya bagus. Kami menang, tim ini terus berkembang,” tambahnya.
Persaingan Internal Jadi Modal PSIM
Kehadiran tujuh pemain baru membuat PSIM memiliki lebih banyak opsi di dalam skuad. Bagi Ze Valente, kondisi tersebut justru menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Persaingan sehat di dalam tim dapat membuat setiap pemain terus meningkatkan performanya. Pada akhirnya, pelatih memiliki lebih banyak pilihan ketika menentukan komposisi terbaik untuk menghadapi kompetisi.
Dengan proses adaptasi yang terus berjalan, komunikasi antarpemain yang semakin baik, serta hasil positif selama pramusim, PSIM kini bersiap menghadapi tantangan sesungguhnya.
Pertandingan melawan Persita pada 5 September 2026 akan menjadi kesempatan pertama bagi Laskar Mataram untuk membuktikan hasil persiapan mereka. Menarik untuk melihat sejauh mana tujuh pemain baru dapat membantu PSIM dan bagaimana Ze Valente bersama rekan-rekannya membangun kekuatan baru musim ini.
BACA JUGA :












