Kemenangan dramatis diraih Persis Solo saat menjamu Persik Kediri pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Manahan, Solo, Minggu (1/3/2026) malam WIB, Laskar Sambernyawa menunjukkan mental baja dengan menaklukkan lawannya 2-1, meski sempat bermain dengan 10 orang. Hasil ini menjadi suntikan moral penting bagi Persis Solo dalam upaya keluar dari ancaman degradasi musim ini.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, tak bisa menyembunyikan rasa puasnya seusai laga. Menurutnya, kemenangan atas Persik bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga bukti karakter dan determinasi timnya dalam situasi sulit.
Kemenangan Dramatis di Stadion Manahan
Persis Solo membuka keunggulan lewat gol Bruno Gomes pada menit ke-23. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama setelah Jose Enrique Rodriguez menyamakan kedudukan pada menit ke-31 untuk Persik Kediri.
Pertandingan berjalan semakin menegangkan ketika Persis harus kehilangan satu pemain dan bermain dengan 10 orang. Situasi tersebut membuat tekanan terhadap tuan rumah meningkat. Meski begitu, dukungan penuh suporter di Stadion Manahan menjadi energi tambahan bagi para pemain.
Gol penentu kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-86 melalui sepakan Roman Paparyga. Stadion pun bergemuruh menyambut gol yang terasa begitu krusial dalam perjalanan Persis Solo musim ini.
“Malam ini kami menunjukkan karakter. Ini bukan laga yang mudah. Lawan bisa mencetak gol bagus dari situasi yang minim peluang,” ujar Milomir Seslija dalam konferensi pers usai pertandingan.
Mental Pantang Menyerah Jadi Kunci
Milomir Seslija menilai kemenangan ini adalah hasil dari kepercayaan diri dan keberanian mengambil risiko. Ia mengakui mengambil sejumlah keputusan taktis berani demi mengejar kemenangan, meski kondisi tim tidak ideal.
Menurut pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut, anak asuhnya membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dan mengalahkan tim berkualitas seperti Persik Kediri. Ia menegaskan bahwa semangat pantang menyerah menjadi faktor pembeda dalam laga ini.
“Saya bangga dengan para pemain. Mereka mengeluarkan kemampuan terbaik dan tidak pernah menyerah,” tegasnya.
Kemenangan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa Persis Solo mudah goyah saat berada dalam tekanan. Bermain dengan 10 pemain justru memperlihatkan solidaritas dan kerja sama yang semakin solid.
Peluang Lolos Degradasi Kembali Terbuka
Tambahan tiga poin membuat posisi Persis Solo di klasemen semakin kompetitif dalam perburuan keluar dari zona merah. Meski belum sepenuhnya aman, peluang bertahan di BRI Super League kini kembali terbuka lebar.
Milomir Seslija mengakui salah satu persoalan utama timnya musim ini adalah efektivitas penyelesaian akhir. Ia menyebut timnya kerap membutuhkan banyak peluang untuk mencetak satu gol, berbeda dengan lawan yang lebih efisien.
“Yang menjadi problem kami adalah mencetak gol. Kami harus memperbaiki catatan ini. Tim lain kadang hanya butuh satu peluang, sedangkan kami butuh enam sampai tujuh peluang,” jelasnya.
Namun, ia optimistis kemenangan ini dapat menjadi titik balik. Kepercayaan diri tim meningkat, dan momentum positif diharapkan terus berlanjut pada laga-laga berikutnya.
“Kini kami melihat cahaya. Kami memang belum aman, tetapi punya peluang besar untuk bertahan di liga ini,” lanjutnya.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Secara permainan, Persis menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dalam transisi menyerang dan keberanian menekan lawan meski dalam kondisi inferior jumlah pemain.
Peran Penting Roman Paparyga dan Dukungan Suporter
Striker asing Persis, Roman Paparyga, menjadi pahlawan lewat gol kemenangan di menit akhir. Gol tersebut tidak hanya memastikan tiga poin, tetapi juga membakar semangat tim untuk terus berjuang hingga akhir musim.
Paparyga mengaku senang bisa memberikan kontribusi penting bagi tim dan mempersembahkan kemenangan untuk para suporter yang setia mendukung di stadion.
“Saya merasa gembira dengan kemenangan ini. Kami mempersembahkannya untuk para fans. Ini adalah kemenangan besar untuk para penggemar dan klub ini,” ujarnya.
Atmosfer Stadion Manahan memang menjadi salah satu faktor krusial. Dukungan tanpa henti dari suporter memberi motivasi tambahan bagi para pemain untuk terus menekan hingga peluit akhir berbunyi.
Momentum Kebangkitan Persis Solo
Kemenangan atas Persik Kediri bisa menjadi momentum kebangkitan Persis Solo di BRI Super League musim 2025/2026. Dengan jadwal yang masih menyisakan sejumlah laga penting, konsistensi menjadi kunci utama untuk benar-benar menjauh dari zona degradasi.
Milomir Seslija menegaskan bahwa timnya tidak boleh cepat puas. Evaluasi tetap dilakukan, terutama dalam aspek penyelesaian akhir dan konsentrasi di lini pertahanan. Ia ingin anak asuhnya mempertahankan mentalitas bertarung seperti yang ditunjukkan saat melawan Persik.
Secara keseluruhan, kemenangan ini memberi harapan baru bagi Persis Solo dan para pendukungnya. Mereka kini memiliki landasan optimisme untuk menatap sisa musim dengan keyakinan lebih besar.
Jika mampu menjaga performa dan meningkatkan efektivitas serangan, bukan tidak mungkin Persis Solo benar-benar keluar dari ancaman degradasi dan menutup musim dengan catatan manis.
BRI Super League musim ini memang penuh kejutan, dan Persis Solo telah menunjukkan bahwa mereka belum menyerah. Dengan semangat juang, dukungan suporter, serta strategi yang semakin matang dari Milomir Seslija, peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia kini kembali terbuka lebar.
BACA JUGA :












