Laga panas akan tersaji di pekan lanjutan BRI Super League ketika Persib Bandung bertandang ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 2 Maret 2026. Pertemuan dua tim besar ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga adu gengsi dan pembuktian strategi di tengah ketatnya persaingan papan atas klasemen.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyadari betul atmosfer pertandingan di Surabaya selalu menghadirkan tekanan tersendiri. Apalagi, Persebaya kini menunjukkan grafik performa yang menanjak sejak pergantian pelatih. Situasi ini membuat duel diprediksi berlangsung ketat, penuh determinasi, dan sarat pertarungan taktik.
Duel Taktikal di Kandang Persebaya
Persebaya Surabaya dikenal sebagai salah satu kekuatan tradisional sepak bola Indonesia. Bermain di hadapan ribuan Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo selalu menjadi tantangan berat bagi tim tamu.
Bojan Hodak memprediksi pertandingan ini tidak akan sekadar menyuguhkan permainan indah, melainkan lebih kepada pertarungan strategi dan kekuatan fisik. Menurutnya, laga besar seperti ini sering kali ditentukan oleh detail kecil—mulai dari disiplin posisi hingga efektivitas memanfaatkan peluang.
“Persebaya salah satu tim terbesar di sepak bola Indonesia. Jadi pertandingan tidak akan mudah. Pertandingan akan selalu ketat,” ujar Bojan.
Ia menambahkan, laga kemungkinan besar berjalan dalam tempo tinggi dan penuh tekanan. Intensitas duel lini tengah dan soliditas pertahanan akan menjadi kunci bagi kedua tim untuk mengendalikan permainan.
Efek Positif Bernardo Tavares
Kebangkitan Persebaya tak lepas dari sentuhan pelatih baru mereka, Bernardo Tavares. Sejak menggantikan Eduardo Perez, pelatih asal Portugal itu mampu menghadirkan perubahan signifikan dalam organisasi permainan Bajul Ijo.
Persebaya bahkan sempat mencatatkan 13 pertandingan tanpa kekalahan, sebelum akhirnya tumbang dari Bhayangkara FC dan Persijap Jepara. Meski demikian, kemenangan atas PSM Makassar menjadi bukti bahwa konsistensi dan mental bertanding mereka terus berkembang.
Bojan menilai peningkatan paling mencolok ada pada sektor pertahanan. Persebaya kini tampil lebih disiplin dalam menjaga posisi dan tidak mudah kehilangan konsentrasi.
“Setelah pelatih baru datang ke Persebaya, mereka bermain lebih baik di pertahanan dan bekerja keras. Akan sangat ketat, tetapi saya selalu berekspektasi meraih hasil positif,” ucapnya optimistis.
Perubahan tersebut membuat Persib harus tampil lebih sabar dan cermat dalam membangun serangan. Kesalahan kecil bisa langsung dimanfaatkan oleh lini depan Persebaya yang dikenal agresif saat bermain di kandang.
Lupakan Kekalahan Telak Musim Lalu
Meski datang dengan status salah satu tim dengan pertahanan terbaik musim ini, Persib tetap memiliki catatan kurang manis saat terakhir kali tampil di GBT. Pada musim sebelumnya, Maung Bandung harus menelan kekalahan telak 1-4 di hadapan publik Surabaya.
Namun, Bojan Hodak enggan terjebak pada memori buruk tersebut. Ia mengakui saat itu mengambil risiko dengan menurunkan kiper muda, Sheva Sanggasi, demi menambah daya gedor di lini depan.
Menurut Bojan, situasi kali ini berbeda. Komposisi tim lebih matang dan persiapan dilakukan secara lebih terstruktur. Ia memastikan evaluasi sudah dilakukan agar kesalahan serupa tidak terulang.
“Saya pikir itu tidak akan sama besok,” tegasnya.
Pendekatan realistis ini menjadi sinyal bahwa Persib tidak ingin terbawa tekanan emosional, melainkan fokus pada strategi yang telah dipersiapkan.
Persib Tidak Datang dengan Kekuatan Penuh
Meski memiliki kedalaman skuad yang cukup baik, Persib tidak sepenuhnya berada dalam kondisi ideal. Beberapa pemain mengalami masalah kebugaran yang memengaruhi komposisi tim.
Nama-nama seperti Layvin Kurzawa dan Julio Cesar dikabarkan mengalami kendala fisik. Sementara itu, kondisi Marc Klok belum memungkinkan untuk bermain penuh sepanjang pertandingan.
Di sisi lain, fleksibilitas pemain seperti Eliano Reijnders dan Frans Putros memberi opsi taktik tambahan bagi Bojan Hodak. Keduanya mampu bermain di beberapa posisi, memberikan ruang improvisasi saat pertandingan berlangsung.
Persib juga tengah menjalani jadwal padat karena tampil di AFC Champions League 2. Partisipasi di kompetisi Asia tersebut memaksa tim melakukan rotasi dan penyesuaian strategi agar kebugaran pemain tetap terjaga.
“Jangan lupa, kami juga bermain di ACL 2. Itu sebabnya kami menambah lebih banyak pemain karena kami bermain lebih banyak,” jelas Bojan.
Faktor kelelahan dan manajemen energi bisa menjadi variabel penting dalam laga kontra Persebaya.
Laga Penentu Momentum di BRI Super League
Pertandingan Persebaya vs Persib di BRI Super League ini berpotensi menjadi penentu momentum bagi kedua tim. Kemenangan akan menjaga asa di papan atas klasemen sekaligus meningkatkan kepercayaan diri jelang pekan-pekan krusial.
Bagi Persib, mencuri poin di Surabaya akan menjadi bukti kedewasaan taktik dan mental bertanding. Sementara bagi Persebaya, mempertahankan dominasi di kandang akan memperkuat reputasi mereka sebagai tim yang sulit ditaklukkan.
Dengan intensitas tinggi, adu strategi antara Bojan Hodak dan Bernardo Tavares menjadi daya tarik utama laga ini. Pertarungan bukan hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga di papan taktik kedua pelatih.
Pada akhirnya, laga di Gelora Bung Tomo dipastikan menyuguhkan atmosfer penuh emosi dan determinasi. Persib datang dengan misi melupakan masa lalu dan membuktikan kualitasnya, sementara Persebaya ingin menegaskan kebangkitan mereka di hadapan publik sendiri.
Siapa yang mampu mengendalikan tekanan dan menjaga konsistensi selama 90 menit, dialah yang berpeluang membawa pulang hasil maksimal dari salah satu big match paling dinanti di BRI Super League musim ini.
BACA JUGA :
- SBOTOP : Pelatih Persik Beri Dukungan Penuh agar Ezra Walian Kembali ke Timnas Indonesia
- SBOTOP : Hadapi Persib, Bernardo Tavares Sebut Persebaya Butuh Kekuatan Fisik dan Mental Maksimal
- SBOTOP : Sidoarjo dan Gresik Jadi Venue Piala AFF U-17 2026, Timnas Indonesia U-17 Dipimpin Kurniawan Dwi Yulianto












