1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Babak Belur di Markas Borneo FC, Kapten Persebaya: Ini Pelajaran Berharga bagi Tim

Kekalahan telak yang dialami Persebaya Surabaya saat bertandang ke markas Borneo FC Samarinda meninggalkan luka mendalam bagi skuad Bajul Ijo. Dalam lanjutan pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026, Persebaya harus menelan kekalahan menyakitkan dengan skor 1-5 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam.

Hasil tersebut menjadi salah satu kekalahan paling berat yang dialami Persebaya sepanjang musim ini. Para pemain pun tidak bisa menyembunyikan kekecewaan setelah pulang tanpa membawa poin dari Kalimantan Timur.

Kapten Persebaya, Bruno Moreira, menjadi salah satu sosok yang merasakan kekecewaan paling besar. Ia mengakui pertandingan melawan Borneo FC menjadi malam yang sangat berat bagi seluruh pemain Persebaya.

Menurut Bruno, tidak ada satu pun pemain yang menyangka timnya akan kebobolan hingga lima gol dalam satu pertandingan. Kekalahan telak ini menjadi pelajaran pahit bagi Persebaya dalam perjalanan mereka di kompetisi BRI Super League musim ini.

Borneo FC Tampil Dominan di Stadion Segiri

Pertandingan antara Borneo FC dan Persebaya Surabaya berlangsung dalam tempo yang cukup tinggi sejak menit awal. Tim tuan rumah tampil lebih agresif dan berhasil menunjukkan dominasi permainan sepanjang laga.

Borneo FC membuka keunggulan lebih dulu melalui Juan Villa pada menit ke-15. Gol tersebut membuat tuan rumah semakin percaya diri dalam mengendalikan jalannya pertandingan.

Memasuki babak kedua, tekanan dari Borneo FC semakin sulit dibendung oleh lini pertahanan Persebaya. Juan Villa kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-59, sekaligus mencetak brace dalam pertandingan tersebut.

Setelah gol kedua Villa, Borneo FC terus menggempur pertahanan Persebaya. Mariano Peralta kemudian memperbesar keunggulan pada menit ke-62, disusul gol dari Koldo Obieta pada menit ke-68.

Persebaya sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Leo Lelis pada menit ke-73. Namun, harapan untuk bangkit kembali pupus setelah Marcos Astina mencetak gol kelima Borneo FC pada masa injury time menit 90+3.

Skor 5-1 untuk kemenangan Borneo FC pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Persebaya Kesulitan Mengembangkan Permainan

Sepanjang pertandingan, Persebaya terlihat kesulitan menjalankan strategi permainan yang telah disiapkan sebelumnya. Tekanan intens dari Borneo FC membuat tim asal Surabaya tersebut tidak mampu mengembangkan permainan secara maksimal.

Beberapa peluang sebenarnya sempat tercipta pada awal pertandingan. Pergerakan Malik Risaldi dan Francisco Rivera di lini depan mampu memberikan ancaman bagi pertahanan Borneo FC.

Namun, peluang yang didapat Persebaya gagal dimanfaatkan dengan baik. Sebaliknya, Borneo FC justru tampil lebih efektif dalam memaksimalkan setiap kesempatan yang mereka miliki.

Efektivitas serangan itulah yang akhirnya membuat tim berjuluk Pesut Etam mampu mencetak lima gol ke gawang Persebaya.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat Persebaya harus pulang dari Samarinda dengan kekalahan telak.

Bruno Moreira Akui Hasil Sangat Mengecewakan

Kapten Persebaya, Bruno Moreira, tidak menampik bahwa hasil pertandingan tersebut sangat mengecewakan bagi timnya. Ia mengakui performa Persebaya pada laga tersebut jauh dari ekspektasi.

Menurutnya, pertandingan tersebut bukanlah laga yang biasa bagi Persebaya. Kebobolan lima gol dalam satu pertandingan menjadi sesuatu yang sulit diterima oleh para pemain.

Bruno menyampaikan bahwa timnya tentu tidak menyangka harus menerima kekalahan dengan selisih gol yang begitu besar. Namun demikian, ia menegaskan bahwa tim harus tetap menerima kenyataan tersebut.

Bagi Bruno, hasil pertandingan sudah tidak bisa diubah. Oleh karena itu, langkah terbaik yang bisa dilakukan oleh tim adalah belajar dari kekalahan tersebut.

Ia juga menilai para pemain sebenarnya sudah berusaha memberikan yang terbaik selama pertandingan berlangsung. Meski demikian, usaha tersebut belum cukup untuk menghindarkan Persebaya dari kekalahan telak.

Ajakan untuk Segera Bangkit

Setelah kekalahan menyakitkan tersebut, Bruno Moreira mengajak seluruh anggota tim untuk segera bangkit. Ia menilai penting bagi para pemain untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap pertandingan tersebut.

Menurutnya, seluruh pemain perlu melihat kembali apa yang terjadi di lapangan agar kesalahan yang sama tidak terulang pada pertandingan berikutnya.

Ia juga menyebut bahwa tim pelatih akan melakukan analisis secara lebih detail terhadap jalannya pertandingan. Evaluasi tersebut akan menjadi bahan diskusi antara pelatih dan para pemain.

Dengan proses evaluasi tersebut, Persebaya diharapkan dapat memperbaiki kekurangan yang terlihat saat menghadapi Borneo FC.

Bruno menegaskan bahwa dalam sepak bola, kemenangan dan kekalahan adalah hal yang biasa terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana tim mampu belajar dari setiap pengalaman yang ada.

Persebaya Menatap Laga Berikutnya

Kekalahan dari Borneo FC menjadi pertandingan terakhir Persebaya Surabaya sebelum kompetisi memasuki jeda Ramadan, sekaligus FIFA Matchday.

Setelah jeda tersebut, Persebaya baru akan kembali bertanding pada 4 April 2026. Pada laga tersebut, Bajul Ijo dijadwalkan menjamu Persita Tangerang di kandang sendiri.

Jeda kompetisi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Persebaya untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Tim pelatih memiliki waktu yang cukup untuk memperbaiki berbagai aspek permainan tim.

Bagi para pemain, periode ini juga menjadi kesempatan untuk memulihkan kondisi fisik dan mental setelah menjalani jadwal pertandingan yang padat.

Dengan persiapan yang lebih matang, Persebaya berharap dapat kembali tampil lebih solid ketika kompetisi kembali bergulir.

Kesimpulan

Kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC di Stadion Segiri menjadi pukulan berat bagi Persebaya Surabaya. Dominasi tuan rumah sepanjang pertandingan membuat Bajul Ijo kesulitan mengembangkan permainan dan akhirnya harus pulang tanpa poin.

Kapten Persebaya, Bruno Moreira, mengakui hasil tersebut sangat mengecewakan. Namun ia menegaskan bahwa tim tidak boleh larut dalam kekecewaan dan harus segera bangkit.

Kekalahan ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi Persebaya untuk memperbaiki performa mereka di sisa kompetisi BRI Super League 2025/2026. Dengan evaluasi yang tepat dan semangat untuk bangkit, Bajul Ijo diharapkan mampu kembali menunjukkan performa terbaik mereka pada pertandingan berikutnya.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE