1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Persebaya Catat Sejarah Kelam, Takluk dari Madura United di Kandang Sendiri

Persebaya Surabaya kembali menelan hasil mengecewakan setelah kalah 1-2 dari Madura United dalam lanjutan pekan ke-28 BRI Super League. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (17/4/2026) malam, Bajul Ijo harus mengakui keunggulan tim tamu dalam laga bertajuk Derbi Suramadu. Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan poin, tetapi juga menciptakan catatan negatif bagi Persebaya yang untuk pertama kalinya dipermalukan Madura United di kandang sendiri dalam sejarah pertemuan kedua tim.

Madura United Tampil Efektif dan Mematikan

Madura United menunjukkan permainan yang efektif sepanjang pertandingan. Mengandalkan strategi serangan balik cepat, tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan Persebaya.

Gol pertama Madura United dicetak oleh Lulinha pada menit ke-12, memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah. Setelah unggul lebih dulu, tim tamu tetap disiplin menjaga organisasi permainan. Pada babak kedua, Riquelme Sousa menggandakan keunggulan di menit ke-64 melalui skema serangan balik yang rapi.

Persebaya sebenarnya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Riyan Adriyansyah pada menit ke-82. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai pertandingan berlangsung seimbang, tetapi efektivitas Madura United menjadi pembeda utama.

“Menurut saya, itu pertandingan yang bagus dengan peluang bagi kedua tim. Madura melepaskan dua tembakan ke gawang dan mencetak dua gol. Saat pertama kali mereka melewati garis tengah, mereka langsung mencetak gol,” ujar Tavares.

Persebaya Dominan, Namun Minim Kreativitas

Sepanjang laga, Persebaya Surabaya sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola. Mereka berusaha menekan sejak awal dan beberapa kali mengurung pertahanan Madura United.

Namun, dominasi tersebut tidak diiringi dengan kreativitas yang cukup untuk membongkar lini belakang lawan. Setiap serangan yang dibangun kerap mentah sebelum menghasilkan peluang berbahaya.

Bahkan saat berhasil masuk ke area sepertiga akhir, para pemain Persebaya terlihat kesulitan menemukan ruang tembak. Koordinasi lini depan yang kurang maksimal membuat peluang emas jarang tercipta.

Tavares juga menyoroti beberapa momen krusial yang seharusnya bisa dimaksimalkan oleh timnya.

“Kami memiliki beberapa peluang. Di babak kedua, ada situasi yang perlu kami perbaiki. Beberapa momen seharusnya bisa diambil lebih cepat,” tambah pelatih asal Portugal tersebut.

Rentetan Hasil Buruk Membayangi

Kekalahan dari Madura United memperpanjang tren negatif Persebaya dalam beberapa pekan terakhir. Dalam kurun waktu satu bulan, tim ini telah mengalami tiga kekalahan beruntun yang cukup menyakitkan.

Sebelumnya, Persebaya dihajar Borneo FC dengan skor telak 1-5. Setelah itu, mereka kembali tumbang 0-3 saat bertandang ke markas Persija Jakarta. Kekalahan terbaru di GBT semakin memperburuk situasi tim.

Rentetan hasil buruk ini menjadi sorotan serius, mengingat Persebaya sebelumnya sempat menunjukkan performa yang cukup stabil di papan atas klasemen.

Tavares mengaku kecewa dengan hasil tersebut, terutama karena kekalahan terjadi di hadapan pendukung sendiri.

“Sangat sedih karena kami kalah di kandang. Saya melihat para pemain sudah bekerja keras. Namun, kami harus belajar dan mencoba menjadi lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Rekor Kandang Persebaya Akhirnya Ternoda

Kekalahan ini memiliki arti khusus dalam sejarah Derbi Suramadu. Sejak 2018, Persebaya dikenal sangat dominan saat menjamu Madura United.

Dari total 22 pertemuan sebelumnya, Bajul Ijo mencatatkan 13 kemenangan dan hanya tiga kali kalah. Bahkan, mereka belum pernah tumbang dari Madura United saat bermain di kandang sendiri.

Namun, rekor tersebut akhirnya harus berakhir pada laga kali ini. Madura United berhasil mematahkan dominasi Persebaya sekaligus menciptakan sejarah baru.

Hasil ini juga menjadi semacam balas dendam bagi Madura United, setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Persebaya pada pertemuan putaran pertama, Januari 2026 lalu.

Posisi Klasemen Mulai Terancam

Akibat kekalahan ini, Persebaya Surabaya kini tertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 42 poin dari 28 pertandingan. Posisi mereka belum sepenuhnya aman.

Beberapa tim pesaing seperti Persita Tangerang dan Dewa United masih berpeluang menyalip, mengingat keduanya belum memainkan laga pekan ke-28. Jika tidak segera bangkit, Persebaya berpotensi terlempar dari zona papan atas.

Situasi ini tentu menjadi tekanan tambahan bagi tim pelatih dan para pemain untuk segera memperbaiki performa di laga-laga berikutnya.

Kesimpulan

Kekalahan Persebaya Surabaya dari Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo menjadi momen penting yang menandai pecahnya rekor kandang dalam Derbi Suramadu. Meski tampil dominan, kurangnya efektivitas dan kreativitas membuat Bajul Ijo harus membayar mahal.

Di sisi lain, Madura United menunjukkan bahwa strategi sederhana namun efektif bisa menjadi kunci kemenangan. Hasil ini tidak hanya berdampak pada klasemen, tetapi juga menjadi peringatan bagi Persebaya untuk segera berbenah jika ingin tetap bersaing di papan atas.

Dengan kompetisi yang semakin ketat, Persebaya dituntut untuk bangkit secepat mungkin dan menemukan kembali konsistensi permainan mereka sebelum musim semakin sulit dikejar.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE