Pertandingan menarik akan tersaji pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 ketika PSM Makassar menjamu Persik Kediri di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (23/4/2026). Laga ini bukan hanya penting dari sisi perebutan poin, tetapi juga menjadi panggung adu strategi antara dua sosok pelatih dengan latar belakang berbeda: caretaker lokal PSM dan arsitek asing Persik.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan hasil positif untuk memperbaiki posisi di klasemen. Di sisi lain, duel ini juga menghadirkan cerita menarik di pinggir lapangan yang menambah daya tarik laga.
Momentum Penting bagi PSM Makassar di Kandang
PSM Makassar datang ke laga ini dengan motivasi tinggi untuk bangkit dari situasi yang kurang stabil. Peran pelatih caretaker, Ahmad Amiruddin, kembali menjadi sorotan setelah ia dipercaya menangani tim dalam beberapa pertandingan terakhir.
Sebagai figur yang memiliki kedekatan emosional dengan klub, Ahmad Amiruddin membawa harapan baru bagi Juku Eja. Laga melawan Persik Kediri menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki catatan tim sekaligus membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih sementara.
Menariknya, Amiruddin memiliki rekam jejak cukup positif saat menghadapi Persik di musim sebelumnya. Ia pernah membawa PSM meraih hasil imbang 1-1 dan 2-2 dalam situasi serupa ketika mengambil alih tim di tengah musim.
Persik Kediri dan Tantangan Konsistensi
Di sisi lain, Persik Kediri datang dengan kondisi yang tidak kalah menantang. Di bawah arahan pelatih asal Spanyol, Marcos Reina, tim berjuluk Macan Putih masih berjuang mencari konsistensi permainan.
Dari 15 pertandingan yang telah dijalani, Persik mencatat lima kemenangan, tiga hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Statistik tersebut menunjukkan bahwa performa mereka masih naik turun meskipun sempat menunjukkan perkembangan dari sisi permainan.
Menariknya, manajemen Persik memberikan dukungan penuh kepada pelatih dengan mendatangkan beberapa pemain asing berkualitas di bursa transfer. Kehadiran pemain seperti Chechu Meneses, Jon Toral, Ernesto Gomez, Adrian Luna, hingga Rodrigo Dias diharapkan dapat meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan.
Gaya Bermain Atraktif, Hasil Belum Maksimal
Di bawah Marcos Reina, Persik Kediri dikenal mulai mengadopsi gaya permainan yang lebih menyerang dan atraktif. Pola permainan berbasis penguasaan bola dan transisi cepat mulai terlihat dalam beberapa laga terakhir.
Namun, masalah utama Persik adalah inkonsistensi dalam penyelesaian akhir dan disiplin bertahan. Dalam beberapa pertandingan, mereka kehilangan poin akibat kartu merah atau kegagalan mengeksekusi peluang penting seperti penalti.
Situasi ini membuat Persik kerap tampil dominan secara permainan, tetapi gagal mengamankan hasil maksimal. Hal inilah yang menjadi tantangan besar bagi Reina menjelang laga melawan PSM Makassar.
Duel Caretaker Lokal dan Pelatih Asing
Salah satu daya tarik utama pertandingan ini adalah adu strategi antara pelatih lokal dan pelatih asing. Ahmad Amiruddin sebagai caretaker PSM akan berhadapan langsung dengan Marcos Reina yang membawa filosofi sepak bola Eropa modern.
Amiruddin dikenal dengan pendekatan pragmatis dan pemahaman mendalam terhadap karakter pemain lokal. Sementara itu, Reina mengandalkan sistem permainan yang lebih struktural dengan penekanan pada penguasaan bola dan pressing tinggi.
Perbedaan filosofi ini diprediksi akan membuat pertandingan berlangsung menarik, terutama dalam duel taktik di tengah lapangan dan penyesuaian strategi selama pertandingan.
Tekanan dan Harapan di Klasemen
Baik PSM Makassar maupun Persik Kediri sama-sama membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen BRI Super League. Tekanan semakin besar karena kompetisi sudah memasuki fase krusial menjelang akhir musim.
PSM harus memanfaatkan status kandang untuk meraih hasil maksimal, sementara Persik berusaha mencuri poin demi menjaga stabilitas posisi mereka. Hasil pertandingan ini bisa berdampak signifikan terhadap perjalanan kedua tim di sisa musim.
Laga Penuh Gengsi di Parepare
Pertandingan di Stadion Gelora BJ Habibie dipastikan akan berlangsung dengan atmosfer tinggi. Dukungan suporter PSM Makassar yang dikenal fanatik menjadi faktor penting yang bisa memberikan tekanan tambahan bagi tim tamu.
Di sisi lain, Persik Kediri harus mampu menjaga fokus dan tidak terpengaruh oleh atmosfer kandang lawan jika ingin membawa pulang hasil positif.
Kesimpulan
Laga PSM Makassar kontra Persik Kediri di BRI Super League 2025/2026 bukan sekadar pertandingan perebutan poin, tetapi juga menjadi panggung adu strategi antara pelatih caretaker lokal dan arsitek asing.
Ahmad Amiruddin membawa harapan kebangkitan bagi PSM, sementara Marcos Reina berusaha membuktikan bahwa pendekatan taktik modernnya bisa memberikan hasil lebih konsisten bagi Persik.
Dengan kondisi kedua tim yang sama-sama belum stabil, pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dan penuh tensi. Hasil akhirnya akan sangat bergantung pada efektivitas taktik, disiplin permainan, serta kemampuan memanfaatkan peluang di momen krusial.
BACA JUGA :












