Perjalanan perdana Erling Haaland di Piala Dunia memang harus berakhir lebih cepat dari harapan. Namun, meski Timnas Norwegia gagal melangkah ke semifinal setelah kalah dramatis 1-2 dari Timnas Inggris di babak perpanjangan waktu, sang striker mengaku mendapatkan pengalaman luar biasa yang mengubah dirinya, baik sebagai pesepak bola maupun sebagai pribadi.
Haaland menjadi salah satu pemain paling mencuri perhatian sepanjang Piala Dunia 2026. Penyerang Manchester City tersebut tampil sebagai ancaman utama bagi setiap lawan yang dihadapi Norwegia berkat ketajamannya di depan gawang.
Sebelum bertemu Inggris di babak perempat final, Haaland sudah mencetak tujuh gol dalam turnamen melawan Irak, Senegal, Pantai Gading, dan Brasil. Produktivitasnya menjadi faktor penting yang membawa Norwegia mencatat sejarah dengan mencapai babak delapan besar Piala Dunia.
Namun, langkah impresif tersebut harus terhenti setelah Inggris berhasil menemukan cara untuk menghentikan mesin gol asal Skandinavia itu.
Piala Dunia Berikan Pengalaman yang Mengubah Haaland
Meski gagal membawa Norwegia menuju semifinal, Haaland tetap menunjukkan sikap positif setelah pertandingan. Ia terlihat menyapa media dengan senyum dan mengakui bahwa tampil di panggung terbesar sepak bola dunia memberikan dampak besar dalam perjalanan kariernya.
Menurut Haaland, bermain di Piala Dunia merupakan sesuatu yang sebelumnya hanya bisa ia bayangkan ketika masih menjadi penggemar sepak bola. Kini, ia merasakan langsung atmosfer kompetisi tersebut sebagai salah satu pemain utama.
“Hal seperti ini terasa sulit dipercaya. Saya merasa pengalaman ini telah mengubah saya sebagai pribadi. Saya juga merasa nama dan profil saya berkembang setelah turnamen ini,” ujar Haaland.
“Sulit untuk mencerna semuanya ketika melihat kembali pertandingan yang sudah kami jalani. Tetapi bisa menjadi bagian dari turnamen yang dulu hanya saya saksikan di televisi dan sekarang saya jalani sendiri adalah sesuatu yang sangat spesial.”
Bagi Haaland, Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses, tekanan, dan pengalaman menghadapi pertandingan besar di level internasional.
Bangga dengan Perjalanan Norwegia
Selain berbicara tentang dirinya sendiri, Haaland juga memberikan apresiasi besar terhadap pencapaian Timnas Norwegia.
Menurutnya, keberhasilan mencapai perempat final merupakan hasil kerja keras seluruh pemain dan dukungan besar dari masyarakat Norwegia. Ia merasa timnya telah menciptakan momen yang membanggakan bagi negaranya.
“Saya sangat bangga dan benar-benar tersentuh ketika memikirkan perjalanan kami, kebersamaan yang tercipta di Norwegia, serta kebahagiaan yang kami rasakan baik di dalam maupun luar negeri.”
Norwegia memang menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman Haaland sebagai ujung tombak, mereka menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.
Inggris Berhasil Mematikan Ancaman Haaland
Salah satu alasan utama Norwegia gagal melangkah lebih jauh adalah keberhasilan lini belakang Inggris dalam membatasi pergerakan Haaland.
Duet pertahanan Marc Guehi dan John Stones tampil disiplin sepanjang pertandingan. Keduanya juga memiliki keuntungan karena sudah mengenal gaya bermain Haaland dari pengalaman bermain bersamanya di level klub.
Biasanya Haaland mampu menciptakan banyak peluang melalui kekuatan fisik, pergerakan tanpa bola, dan penyelesaian akhir yang mematikan. Namun, Inggris berhasil menutup ruang geraknya sehingga sang striker tidak bisa tampil maksimal.
Dalam pertandingan tersebut, Haaland hanya mencatatkan:
- 2 tembakan tepat sasaran
- 9 percobaan umpan dengan 7 berhasil
- 8,9 kilometer jarak tempuh sebelum digantikan pada babak tambahan waktu
Catatan tersebut menurun dibandingkan saat Norwegia menghadapi Brasil di babak 16 besar.
Ketika melawan Brasil, Haaland mampu membuat empat tembakan, menyelesaikan seluruh 11 operan yang dicoba, dan berlari sejauh 10,1 kilometer. Perbedaan statistik tersebut menunjukkan bagaimana Inggris berhasil mengurangi pengaruh besar sang penyerang.
Haaland Fokus Bangun Masa Depan Norwegia
Meski memiliki banyak hubungan dengan pemain Inggris di Manchester City, Haaland menegaskan bahwa dirinya tetap fokus membangun masa depan sepak bola Norwegia.
Ia mengakui Inggris memiliki tempat spesial dalam kehidupannya karena ia pernah tumbuh dan berkembang di negara tersebut. Namun, ia juga memiliki hubungan dekat dengan pemain dari berbagai negara lain.
“Saya memang memiliki rekan setim di Manchester City. Saya juga tumbuh besar di Inggris dan seragam sepak bola pertama yang saya miliki adalah seragam Inggris.”
“Tetapi saya juga punya rekan dari Prancis dan Spanyol. Semua negara memiliki tempat tersendiri bagi saya.”
Haaland percaya perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026 menjadi awal dari sesuatu yang lebih besar. Ia yakin generasi pemain saat ini mampu membawa negaranya menjadi kekuatan yang lebih diperhitungkan dalam turnamen internasional berikutnya.
“Ini adalah tujuan saya sejak lama. Setelah turnamen ini, kami berhasil membuat Norwegia semakin dikenal dunia.”
“Sekarang tugas kami adalah mempertahankan standar tersebut. Kami sudah membuktikan bahwa kami bisa mengalahkan Brasil dan membuat Inggris kesulitan. Kami masih memiliki Piala Dunia dan Euro berikutnya. Ini waktunya membangun posisi kami karena kami memiliki generasi yang sangat bagus.”
Dengan usia yang masih berada di masa emas kariernya, Haaland berpeluang menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai fondasi awal menuju pencapaian yang lebih besar bersama Norwegia. Meskipun gagal meraih trofi kali ini, pengalaman tersebut diyakini akan membentuknya menjadi pemain yang semakin matang di masa depan.
BACA JUGA :












