1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Pedri Belum Tampil Maksimal di Piala Dunia 2026 Pelatih Spanyol Ungkap Faktor Penyebabnya

Perjalanan Spanyol menuju semifinal Piala Dunia 2026 diwarnai oleh satu pertanyaan yang terus muncul: mengapa Pedri belum memperlihatkan pengaruh sebesar yang biasa ia berikan bersama Barcelona?

Gelandang berusia 23 tahun itu datang ke turnamen sebagai salah satu pemain terpenting La Roja. Kemampuan mengendalikan tempo, melepaskan diri dari tekanan, dan menemukan jalur operan sempit membuatnya diperkirakan menjadi pusat permainan tim asuhan Luis de la Fuente.

Namun, setelah enam pertandingan hingga babak perempat final, Pedri belum mencatatkan gol ataupun assist. Ia bahkan secara mengejutkan tidak masuk susunan pemain utama ketika Spanyol mengalahkan Belgia 2-1 untuk memastikan tiket ke semifinal.

Keputusan tersebut segera menimbulkan berbagai spekulasi. Sebagian pihak menduga Pedri mengalami gangguan kebugaran. Ada pula yang menilai performanya menurun sehingga posisi utama diberikan kepada Fabián Ruiz.

De la Fuente kemudian memberikan penjelasan yang lebih luas. Menurutnya, Pedri tidak bisa memainkan peran yang sama persis di tim nasional seperti ketika membela Barcelona. Struktur permainan, karakter rekan setim, dan tuntutan posisi yang diterimanya bersama La Roja berbeda. Sang pelatih tetap memuji kemampuan Pedri, tetapi menegaskan bahwa kebutuhan kolektif harus ditempatkan di atas kebiasaan seorang pemain di level klub.

Penjelasan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan Pedri bukan sekadar mengenai penurunan performa. Ia sedang menjalani proses penyesuaian dalam sistem yang memberinya tanggung jawab berbeda.

Pedri Belum Menghasilkan Angka Besar

Dalam sepak bola modern, penampilan pemain sering dinilai melalui gol, assist, jumlah peluang, atau momen yang mudah dibagikan melalui media sosial.

Berdasarkan ukuran tersebut, turnamen Pedri memang terlihat kurang menonjol. Ia belum mencetak gol atau memberikan assist hingga Spanyol mencapai semifinal. Pemain Barcelona itu juga tidak menghasilkan satu momen penentu yang langsung mengubah perjalanan La Roja.

Perbandingan dengan gelandang lain semakin memperbesar sorotan. Jude Bellingham menjadi tokoh utama Inggris melalui gol-gol penting. Fabián Ruiz mencetak gol setelah dipilih menggantikan Pedri sebagai starter melawan Belgia. Mikel Merino beberapa kali muncul dari bangku cadangan dan memberikan gol penentu.

Pedri, sementara itu, lebih banyak bekerja di area yang tidak selalu menghasilkan statistik akhir. Ia membantu sirkulasi bola, menawarkan jalur umpan, dan berusaha membawa tim keluar dari tekanan lawan.

Data yang dihimpun hingga perempat final menunjukkan Pedri telah tampil dalam seluruh enam pertandingan Spanyol. Ia menyelesaikan 304 dari 356 percobaan operan, dengan tingkat keberhasilan sekitar 85 persen. Catatan tersebut menegaskan bahwa kontribusinya dalam distribusi bola tetap cukup besar meski belum menghasilkan gol atau assist.

Pada pertandingan pembuka melawan Cape Verde, Pedri menciptakan lima peluang, lebih banyak daripada pemain lain di lapangan. Spanyol tetap ditahan tanpa gol meskipun mendominasi penguasaan dan menghasilkan banyak percobaan. Hasil itu membuat sejumlah pemain kreatif, termasuk Pedri, menerima kritik.

Standar yang diberikan kepada Pedri memang sangat tinggi. Ketika ia bermain cukup baik tetapi tidak menentukan hasil, penampilannya tetap mudah dianggap mengecewakan.

De la Fuente Jelaskan Perbedaan Sistem

Luis de la Fuente tidak sependapat dengan anggapan bahwa Pedri kehilangan seluruh kualitas terbaiknya.

Ia menilai situasi sang gelandang harus dipahami melalui perbedaan cara bermain Barcelona dan tim nasional Spanyol. Walaupun keduanya memiliki kesamaan dalam mengutamakan penguasaan bola dan permainan teknis, struktur yang digunakan tidak identik.

Di Barcelona, Pedri terbiasa berada dalam sistem klub yang dibangun setiap hari. Ia berlatih bersama rekan yang sama selama satu musim, memahami kebiasaan pergerakan mereka, dan mempunyai waktu lebih panjang untuk menyempurnakan hubungan antarpemain.

Tim nasional bekerja dengan kondisi berbeda. Waktu latihan lebih terbatas, komposisi pemain datang dari berbagai klub, dan pendekatan harus disesuaikan dengan turnamen singkat.

De la Fuente menjelaskan bahwa keberadaan Rodri atau Martín Zubimendi sebagai gelandang bertahan memengaruhi perilaku pemain yang ditempatkan di dekat mereka. Pedri tidak selalu memperoleh ruang, posisi awal, atau kebebasan yang sama seperti di Barcelona karena Spanyol mempunyai kebutuhan taktis sendiri.

Pernyataan itu bukan kritik kepada Pedri. Sang pelatih justru menegaskan bahwa pemainnya memiliki kemampuan untuk beroperasi sebagai gelandang nomor enam, delapan, ataupun sepuluh.

Fleksibilitas tersebut menjadi kelebihan, tetapi sekaligus dapat menciptakan tantangan. Pemain yang mampu menempati banyak posisi sering diminta menjalankan tugas berbeda sesuai lawan. Akibatnya, ia tidak selalu dapat membangun ritme dalam satu peran yang konsisten.

Kehadiran Rodri Mengubah Tanggung Jawab Pedri

Rodri menjadi pusat utama struktur lini tengah Spanyol. Ia bertugas menerima bola dari pertahanan, menjaga keseimbangan, membaca transisi lawan, dan menentukan arah awal serangan.

Ketika Rodri bermain, gelandang di dekatnya harus menyesuaikan posisi agar tidak menempati ruang yang sama. Pedri tidak perlu terlalu sering turun ke depan bek untuk mengambil bola karena tanggung jawab tersebut sudah dijalankan oleh kapten Spanyol itu.

Secara teori, situasi ini seharusnya membebaskan Pedri untuk bergerak lebih tinggi. Namun, bermain lebih dekat dengan kotak penalti membutuhkan kemampuan dan kebiasaan berbeda.

Ia harus lebih sering melakukan lari tanpa bola, mencari ruang di antara bek dan gelandang lawan, serta mengambil keputusan dalam waktu lebih singkat. Pedri juga dituntut untuk melepaskan tembakan, mengirim operan terakhir, atau masuk ke kotak penalti.

De la Fuente mengungkapkan bahwa ia telah membicarakan peran tersebut dengan Pedri. Sang pemain disebut merasa nyaman ketika mendapatkan kesempatan mengirim umpan penentu, melakukan tembakan, dan bergerak memasuki area penalti.

Meski demikian, transformasi itu tidak selalu berlangsung secara instan. Pedri dikenal sebagai pengatur aliran permainan. Ketika dipindahkan lebih dekat ke gawang, jumlah sentuhan dan waktu yang tersedia dapat berkurang.

Ia harus belajar memberikan dampak melalui tindakan yang lebih cepat dan langsung.

Bukan Berarti Pedri Bermain Buruk

Ketiadaan gol dan assist tidak otomatis berarti seorang gelandang tampil buruk.

Pedri mempunyai kemampuan menerima bola dalam posisi sulit, berputar melewati tekanan, dan menjaga penguasaan pada situasi sempit. Aksi-aksi tersebut dapat membantu tim bergerak sepuluh atau dua puluh meter ke depan meski tidak tercatat sebagai assist.

De la Fuente bahkan pernah menyebutnya sebagai seorang “pesulap” karena mampu menyelesaikan tindakan sulit dengan kesan begitu sederhana. Pelatih Spanyol itu juga menilai Pedri melihat jalur operan yang tidak selalu dapat dibaca pemain lain.

Masalahnya, Piala Dunia menuntut pemain bintang memberikan pengaruh yang mudah terlihat.

Pedri datang dengan reputasi sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Publik tidak hanya mengharapkannya menjaga bola, tetapi juga menciptakan peluang kemenangan dalam laga-laga ketat.

Ketika Spanyol kesulitan melawan Cape Verde atau harus menunggu hingga fase akhir untuk menyingkirkan Portugal dan Belgia, perhatian secara alami tertuju kepada para pemain kreatif.

Pedri pun menjadi sasaran penilaian yang lebih keras dibandingkan gelandang biasa.

Situasi tersebut menunjukkan perbedaan antara kontribusi taktis dan persepsi publik. Seorang pelatih dapat merasa pemainnya menjalankan instruksi dengan tepat, sedangkan penonton menganggap ia tidak berpengaruh karena tidak mencetak gol ataupun assist.

Dicadangkan Melawan Belgia Bukan Hukuman

Keputusan menempatkan Pedri di bangku cadangan pada perempat final menjadi puncak perdebatan.

De la Fuente memilih Fabián Ruiz untuk bermain bersama Rodri. Keputusan itu terbukti memberikan hasil ketika Fabián mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-1 Spanyol.

Pelatih La Roja menjelaskan bahwa perubahan tersebut dibuat untuk memberikan karakter berbeda kepada tim. Fabián dianggap mampu menawarkan kontrol dan ancaman serangan yang sesuai dengan rencana menghadapi Belgia.

Pedri dipersiapkan untuk masuk pada fase akhir, ketika lawan mulai lelah dan ruang di antara lini menjadi lebih terbuka. Kesegaran, visi, dan kemampuan teknisnya dipandang dapat memberikan dampak besar dalam kondisi tersebut.

Artinya, pencadangan itu bukan hukuman atas penampilan buruk. Keputusan tersebut lebih berkaitan dengan pembagian peran dan kebutuhan pertandingan.

De la Fuente juga mengingatkan bahwa banyak pemain berkualitas harus menerima posisi di bangku cadangan. Merino, misalnya, tidak selalu menjadi starter meskipun telah beberapa kali mencetak gol penentu.

Pelatih hanya dapat menurunkan sebelas pemain. Karena itu, kedewasaan dalam menerima peran menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah tim di turnamen besar.

Persaingan Lini Tengah Spanyol Sangat Ketat

Spanyol mungkin memiliki kedalaman lini tengah terbaik di Piala Dunia 2026.

Selain Pedri dan Rodri, De la Fuente dapat memilih Fabián, Merino, Zubimendi, Dani Olmo, Álex Baena, Gavi, serta sejumlah pemain lain dengan karakter berbeda.

Sang pelatih bahkan mengatakan dirinya percaya Spanyol mempunyai lini tengah terbaik di dunia. Ia menilai terdapat dua pemain berkualitas tinggi untuk hampir setiap posisi.

Kedalaman tersebut memberikan banyak pilihan taktis, tetapi juga membuat tidak ada pemain yang sepenuhnya aman dari rotasi.

Pedri dapat menawarkan kemampuan keluar dari tekanan dan menghubungkan permainan. Fabián memberikan kontrol, ukuran fisik, dan ancaman tembakan. Merino unggul dalam duel udara serta pergerakan menuju kotak penalti. Olmo dapat bermain di belakang penyerang dan menghasilkan kombinasi cepat.

Setiap lawan membutuhkan komposisi berbeda.

Menghadapi tim yang menekan tinggi, Pedri mungkin menjadi pilihan terbaik karena mampu mempertahankan bola di ruang sempit. Melawan lawan yang bertahan dalam blok rendah, De la Fuente dapat memilih gelandang dengan kemampuan tembakan atau pergerakan tanpa bola lebih agresif.

Karena itu, status bintang Pedri tidak menjamin tempat utama dalam setiap pertandingan.

Fabián Ruiz Memanfaatkan Kesempatan

Fabián memberikan tekanan langsung kepada Pedri melalui penampilannya melawan Belgia.

Dipilih sebagai starter secara mengejutkan, gelandang Paris Saint-Germain tersebut membuka skor dan membantu Spanyol menjaga kontrol pertandingan. La Roja akhirnya menang setelah Merino kembali mencetak gol sebagai pemain pengganti.

Keberhasilan kedua pemain itu membenarkan keputusan De la Fuente.

Bagi Pedri, situasinya menjadi lebih rumit. Ia tidak hanya harus menemukan performa terbaik, tetapi juga menghadapi pesaing yang sedang berada dalam momentum positif.

Namun, persaingan tersebut tidak harus dipandang sebagai konflik. De la Fuente berkali-kali menekankan bahwa kekuatan Spanyol berasal dari kesediaan setiap pemain menempatkan tim di atas kepentingan pribadi.

Pedri juga tidak menunjukkan reaksi negatif setelah dicadangkan. Para pemain Spanyol memahami bahwa memenangkan Piala Dunia membutuhkan kontribusi seluruh skuad, termasuk mereka yang tidak selalu memulai pertandingan.

Kedewasaan seperti ini dapat menjadi pembeda ketika tekanan semakin besar.

Peran Pedri di Barcelona Memang Berbeda

Bersama Barcelona, Pedri sering memperoleh kebebasan untuk mengikuti arah permainan.

Ia dapat turun membantu pembangunan serangan, bergerak ke sisi kiri, mendekati penyerang, atau masuk ke area tengah sesuai ruang yang terbuka.

Hubungannya dengan pemain klub juga terbentuk melalui latihan harian. Ia memahami kapan rekan setim akan bergerak, di mana bola harus dikirim, dan bagaimana posisi lawan akan berubah.

Di tim nasional, pola tersebut tidak dapat disalin sepenuhnya.

Spanyol memiliki Rodri sebagai pengatur utama dari area dalam. Mereka juga menggunakan pemain sayap seperti Lamine Yamal dan Nico Williams yang membutuhkan dukungan, ruang, serta distribusi bola dengan karakter tertentu.

Pedri harus menyesuaikan diri dengan keseimbangan tersebut. Ia tidak selalu menjadi pemain yang paling sering menyentuh bola. Kadang-kadang tugasnya adalah menarik penjagaan, membuka koridor untuk pemain lain, atau menjadi penghubung sebelum operan terakhir.

Kontribusi semacam itu sangat penting bagi tim, tetapi tidak selalu memberikan sorotan individu.

Kondisi Turnamen Turut Memengaruhi Ritme

Piala Dunia 2026 menggunakan format yang lebih panjang dengan tambahan babak 32 besar. Perjalanan antarkota dan kondisi cuaca juga menuntut pengelolaan energi yang cermat.

Sebelum turnamen, De la Fuente telah menekankan bahwa format baru, perjalanan, dan kelelahan akan membuat rotasi skuad menjadi kebutuhan penting.

Situasi tersebut memberi konteks tambahan terhadap penggunaan Pedri.

Pemain tidak mungkin dituntut tampil dengan intensitas maksimal dalam setiap pertandingan. Pelatih harus menentukan kapan mereka menjadi starter, kapan menit bermain dikurangi, dan kapan tenaga mereka disimpan untuk fase akhir.

Pedri mempunyai riwayat mengalami masalah kebugaran pada beberapa musim sebelumnya. Walaupun tidak ada indikasi bahwa ia dicadangkan melawan Belgia karena cedera, mengelola bebannya tetap merupakan tindakan masuk akal.

Semifinal dan kemungkinan final dapat berlangsung dengan intensitas jauh lebih tinggi dibandingkan pertandingan sebelumnya. Memiliki Pedri dalam kondisi segar bisa menjadi keuntungan besar bagi Spanyol.

Menghadapi Prancis Membutuhkan Keputusan Sulit

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Pedri akan kembali menjadi starter ketika Spanyol menghadapi Prancis.

Pertandingan tersebut mempertemukan dua pendekatan berbeda. Spanyol ingin menguasai bola dan mengendalikan tempo, sedangkan Prancis memiliki kecepatan luar biasa dalam melakukan transisi.

Untuk mengurangi ancaman Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, dan Michael Olise, La Roja perlu menjaga penguasaan serta menghindari kehilangan bola di area berbahaya. De la Fuente mengakui bahwa Prancis mempunyai kualitas luar biasa dan sangat berbahaya ketika berpindah dari bertahan menuju menyerang.

Pedri dapat menjadi penting karena kemampuannya mempertahankan bola di bawah tekanan.

Namun, Fabián juga mempunyai alasan kuat untuk mempertahankan tempatnya. Ia baru mencetak gol, menawarkan ukuran fisik lebih besar, dan mampu membantu dalam duel perebutan bola kedua.

Ada kemungkinan De la Fuente menurunkan Rodri, Fabián, dan Pedri secara bersamaan. Susunan tersebut akan memberikan Spanyol kontrol teknis sangat tinggi.

Konsekuensinya, salah satu pemain menyerang seperti Olmo atau Baena mungkin harus dikorbankan.

Pilihan lain adalah kembali menyimpan Pedri untuk babak kedua. Ketika pemain Prancis mulai lelah, kemampuan Pedri bergerak di ruang antarlini dapat memberikan perubahan besar.

Baca Juga:

TAGS:
CLOSE