1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Michael Olise Ukir Sejarah Lampaui Rekor Assist Pelé di Piala Dunia

Michael Olise menutup Piala Dunia 2026 dengan sebuah pencapaian yang akan tercatat dalam sejarah sepak bola. Gelandang serang tim nasional Prancis tersebut membukukan tujuh assist sepanjang turnamen, melewati rekor enam assist milik legenda Brasil, Pelé, yang telah bertahan sejak Piala Dunia 1970.

Rekor baru itu memastikan Olise menjadi pemain dengan jumlah assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Catatan tersebut terasa istimewa karena rekor Pelé mampu bertahan selama 56 tahun sebelum akhirnya dilewati oleh pemain Prancis berusia 24 tahun tersebut.

Olise mengamankan rekor itu dalam pertandingan perebutan tempat ketiga antara Prancis dan Inggris. Walaupun Les Bleus kalah 4-6 dalam duel sepuluh gol, kreativitas Olise tetap menjadi salah satu hal positif terbesar bagi tim asuhan Didier Deschamps. Ia menyelesaikan turnamen dengan tujuh assist, satu lebih banyak daripada jumlah yang dihasilkan Pelé saat membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 1970.

Prestasi tersebut juga mengubah cara publik memandang peran Olise di tim nasional Prancis. Sebelum turnamen dimulai, perhatian lebih banyak diarahkan kepada Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé. Setelah kompetisi berakhir, Olise berdiri sejajar dengan dua nama besar tersebut sebagai salah satu sumber utama produktivitas serangan Les Bleus.

Rekor yang Bertahan Lebih dari Setengah Abad

Pelé mencatatkan enam assist dalam perjalanan Brasil menjadi juara dunia pada 1970. Tim tersebut sering dianggap sebagai salah satu kesebelasan terbaik dalam sejarah Piala Dunia karena memiliki pemain-pemain seperti Jairzinho, Tostão, Gérson, Rivelino, dan Carlos Alberto.

Selain mencetak gol, Pelé memainkan peran besar sebagai pencipta peluang. Ia membantu menghubungkan lini tengah dengan serangan, membuka ruang bagi rekan-rekannya, dan memberikan operan yang menghasilkan gol.

Enam assist dalam satu turnamen kemudian menjadi standar tertinggi yang tidak mampu dilewati selama puluhan tahun. Sejumlah playmaker hebat mendekatinya, tetapi tidak berhasil mencapai angka tujuh.

FIFA mencatat bahwa data assist Piala Dunia tersedia sejak edisi 1966. Dalam daftar tersebut, Pelé memimpin dengan enam assist pada 1970, sementara sejumlah pemain seperti Diego Maradona, Robert Gadocha, Thomas Hässler, dan Pierre Littbarski pernah mencatatkan lima assist dalam satu edisi.

Ketika Olise mencapai tujuh assist pada 2026, ia bukan hanya mencatatkan statistik tinggi. Ia memindahkan salah satu nama terbesar dalam sejarah sepak bola dari posisi teratas sebuah rekor turnamen.

Michael Olise Menjadi Pusat Kreativitas Prancis

Prancis memiliki salah satu lini serang paling berbahaya di Piala Dunia 2026. Mbappé menyediakan kecepatan dan ketajaman, Dembélé membawa kemampuan menggiring serta menyerang dari berbagai posisi, sedangkan Olise berfungsi sebagai penghubung utama.

Olise sering memulai permainan dari sisi kanan. Namun, ia tidak hanya bertahan di dekat garis samping. Ia bergerak menuju ruang tengah, menerima bola di antara lini lawan, lalu mencari pergerakan penyerang di belakang pertahanan.

Kaki kirinya memungkinkan Olise mengirim berbagai jenis operan. Ia dapat melepaskan umpan silang melengkung, operan mendatar ke kotak penalti, bola terobosan, atau umpan diagonal menuju sisi berlawanan.

Kemampuan itu membuat pertahanan lawan menghadapi pilihan sulit. Apabila pemain bertahan memberinya terlalu banyak ruang, Olise dapat mengangkat kepala dan mencari rekan yang bergerak. Apabila mereka mendekat, ia mampu menggunakan kontrol bola dan perubahan arah untuk melewati tekanan.

Reuters menggambarkan Olise sebagai pusat kreativitas dalam serangan Prancis. Pada awal fase gugur, ia sudah mengumpulkan lima assist dan hanya berjarak satu assist dari rekor Pelé. Kombinasinya dengan Mbappé juga telah menghasilkan lebih banyak gol daripada pasangan penyerang lain pada tahap tersebut.

Lima Assist Sudah Tercipta pada Empat Laga Awal

Kecepatan Olise dalam mendekati rekor menjadi salah satu aspek paling mengesankan dari penampilannya. Setelah empat pertandingan, ia sudah mencatatkan lima assist.

Angka itu menempatkannya hanya satu assist di belakang Pelé ketika Prancis baru memasuki fase gugur. Olise tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan atmosfer Piala Dunia pertamanya.

Produktivitas tersebut juga memperlihatkan konsistensi. Ia tidak mencatatkan semua assist dalam satu pertandingan melawan lawan lemah, melainkan terus memberikan kontribusi ketika Prancis menghadapi tantangan berbeda.

Ada pertandingan ketika lawan bertahan dalam blok rendah dan membatasi ruang di belakang. Dalam situasi lain, Prancis menghadapi tim yang berani menekan tinggi. Olise mampu menemukan solusi melalui pergerakan dan kualitas umpannya.

Pada tahap itu, kekuatan serangan Prancis mulai mendapat perhatian luas. Mbappé, Dembélé, Olise, dan Bradley Barcola menghasilkan sebagian besar gol serta assist tim. Reuters mencatat bahwa empat pemain tersebut bertanggung jawab atas 12 dari 13 gol Prancis dalam empat laga pertama.

Olise mungkin tidak mendapatkan sorotan sebesar pencetak gol, tetapi hampir setiap serangan berbahaya Les Bleus membawa pengaruhnya.

Menyamai Pelé sebelum Akhir Turnamen

Setelah mencatatkan lima assist pada empat pertandingan pertama, Olise hanya membutuhkan satu kontribusi lagi untuk menyamai Pelé.

Mencapai enam assist sudah cukup untuk menempatkannya bersama legenda Brasil di posisi teratas daftar assist terbanyak dalam satu Piala Dunia. Namun, Olise tidak berhenti pada pencapaian tersebut.

Perjalanan Prancis menuju semifinal memberinya kesempatan terus menciptakan peluang. Meskipun lawan semakin kuat dan ruang bermain semakin sempit, ia tetap menjadi pilihan utama dalam pembangunan serangan.

Pemain bertahan mulai memberikan perhatian khusus kepadanya. Mereka berusaha memaksanya menerima bola dengan membelakangi gawang atau mengarahkannya ke sisi lapangan. Namun, kecerdasan posisi Olise membantu dirinya menemukan ruang baru.

Ia juga memperoleh keuntungan dari keberadaan Mbappé. Kecepatan kapten Prancis memaksa bek mundur, sehingga ruang di antara lini tengah dan pertahanan menjadi lebih terbuka. Olise dapat menempati area tersebut dan menentukan operan berikutnya.

Sebaliknya, Mbappé memperoleh manfaat besar dari visi Olise. Ketika sang penyerang melakukan sprint, Olise mampu mengirim bola dengan waktu dan kekuatan yang tepat.

Hubungan tersebut menjadi salah satu kombinasi paling efektif dalam turnamen.

Rekor Pecah dalam Laga Dramatis

Momen bersejarah Olise datang dalam pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Inggris di Miami. Laga tersebut berlangsung sangat dramatis dan menghasilkan sepuluh gol.

Inggris mencetak empat gol pada babak pertama melalui Declan Rice, Ezri Konsa, dan dua gol Bukayo Saka. Prancis kemudian bangkit setelah jeda melalui dua gol Mbappé serta masing-masing satu gol dari Barcola dan Dembélé. Inggris akhirnya menang 6-4 setelah Saka melengkapi hat-trick dan Jude Bellingham mencetak gol penutup.

Di tengah kekalahan tersebut, Olise menghasilkan kontribusi yang membawanya melewati Pelé. Ia menutup turnamen dengan tujuh assist dan menciptakan rekor baru untuk satu edisi Piala Dunia.

Dua operannya dalam pertandingan terakhir membantu Mbappé mencetak gol dan menghidupkan kebangkitan Prancis. Les Bleus sempat memperkecil ketertinggalan dari 0-4 menjadi 3-4 sebelum Inggris kembali memperlebar jarak.

Kekalahan membuat suasana perayaan terhadap rekor Olise tidak sempurna. Namun, pencapaian tersebut tetap menjadi bukti bahwa ia mampu tampil menentukan bahkan ketika timnya berada dalam kondisi sangat sulit.

Assist Bukan Sekadar Operan Terakhir

Statistik assist sering dipahami sebagai operan terakhir sebelum sebuah gol. Padahal, kualitas seorang pencipta peluang tidak hanya ditentukan oleh jumlah operan tersebut.

Seorang playmaker harus membaca pergerakan rekan, memahami posisi lawan, dan mengambil keputusan dalam waktu sangat singkat. Umpan harus dilepaskan pada saat yang tepat. Terlalu cepat membuat penyerang belum siap, sementara keterlambatan kecil dapat menyebabkan jebakan offside atau ruang ditutup pemain bertahan.

Olise memiliki kemampuan menyesuaikan kekuatan operan dengan situasi. Bola kepada pemain yang berlari di belakang pertahanan membutuhkan kecepatan berbeda dari umpan menuju rekan yang menunggu di dalam kotak penalti.

Ia juga mampu menyamarkan niatnya. Gerakan tubuh Olise terkadang menunjukkan seolah-olah ia akan menembak atau menggiring, sebelum bola dialirkan ke jalur yang tidak diperkirakan lawan.

Kemampuan itulah yang membuat tujuh assistnya lebih dari sekadar angka. Catatan tersebut mencerminkan kualitas teknik, kecerdasan, ketenangan, dan hubungan yang telah dibangunnya dengan para penyerang Prancis.

Hubungan Istimewa dengan Kylian Mbappé

Sebagian besar bahaya serangan Prancis berasal dari komunikasi sepak bola antara Olise dan Mbappé.

Mbappé menyukai ruang di belakang pertahanan. Ia sering memulai lari dari sisi buta bek, bergerak diagonal, atau menunggu sampai pemain lawan kehilangan konsentrasi.

Olise mempunyai kemampuan mendeteksi pergerakan tersebut. Ia tidak selalu perlu melihat Mbappé dalam waktu lama. Pemahaman mengenai kebiasaan rekan setim membantunya memperkirakan ke mana sang kapten akan berlari.

Reuters mencatat bahwa pada empat pertandingan pertama, kombinasi Mbappé dan Olise telah menghasilkan enam gol, lebih banyak daripada pasangan lain dalam sejarah satu turnamen pada tahap tersebut. Didier Deschamps menilai para penyerangnya dapat bekerja efektif karena memahami bahasa sepak bola yang sama.

Hubungan itu kembali terlihat dalam pertandingan melawan Inggris. Olise menciptakan peluang bagi Mbappé ketika Prancis berusaha mengejar ketertinggalan besar.

Mbappé akhirnya menyelesaikan Piala Dunia 2026 dengan sepuluh gol dan menjadi pemimpin sementara persaingan Sepatu Emas sebelum final. Ia juga mencapai 22 gol sepanjang kariernya di Piala Dunia.

Ketajaman Mbappé tentu berasal dari kualitas penyelesaiannya sendiri. Namun, pelayanan Olise menjadi salah satu faktor penting di balik produktivitas tersebut.

Berbeda dari Pelé, tetapi Sama-Sama Menentukan

Membandingkan Olise dan Pelé secara langsung tentu tidak mudah. Mereka bermain dalam era, posisi, format turnamen, dan pendekatan taktik yang berbeda.

Pelé merupakan penyerang serba bisa yang mampu mencetak gol, menciptakan peluang, memenangkan duel, dan mengendalikan pertandingan dari berbagai area. Olise lebih sering bermain sebagai gelandang serang atau pemain sayap kanan yang masuk ke area tengah.

Piala Dunia 1970 juga hanya melibatkan 16 tim, sementara edisi 2026 menggunakan format 48 peserta dengan tambahan babak 32 besar. Perbedaan jumlah pertandingan memberi pemain modern kemungkinan tampil lebih sering.

Namun, rekor tetap mempunyai arti besar. Semua pemain pada era Olise menghadapi format turnamen yang sama, tetapi hanya dirinya yang mampu mencapai tujuh assist.

Ia juga harus menghadapi pertahanan modern yang didukung analisis video, data performa, dan persiapan taktik mendalam. Lawan dapat mempelajari kebiasaan Olise secara detail, tetapi tetap kesulitan menghentikan pengaruhnya.

Karena itu, pencapaian tersebut tidak harus digunakan untuk menentukan siapa pemain yang lebih hebat. Rekor Olise lebih tepat dipandang sebagai penghormatan terhadap kualitas luar biasa dua pencipta peluang dari generasi berbeda.

Kreativitas yang Mengubah Struktur Serangan Prancis

Kehadiran Olise memberikan Prancis dimensi yang sebelumnya tidak selalu mereka miliki. Les Bleus selama bertahun-tahun dikenal melalui kecepatan transisi dan kemampuan menyerang ruang.

Olise menambahkan unsur kontrol. Ia mampu memperlambat permainan ketika dibutuhkan, menarik lawan mendekat, lalu mempercepat serangan melalui satu operan.

Kemampuan tersebut membuat Prancis tidak harus selalu mengandalkan serangan balik. Mereka dapat membangun serangan melalui penguasaan bola dan menunggu sampai celah muncul.

Ketika Olise bergerak ke tengah, bek kanan Prancis memperoleh ruang untuk naik. Dembélé atau pemain sayap lain juga dapat bertukar posisi, membuat lawan kesulitan menentukan penjagaan.

Olise mampu berfungsi sebagai pemain sayap, gelandang nomor 10, atau pengatur serangan dari sisi kanan. Fleksibilitas itu memberi pelatih lebih banyak pilihan tanpa harus melakukan pergantian pemain.

Perannya semakin penting ketika Prancis menghadapi lawan yang bertahan dalam. Dalam pertandingan seperti itu, kecepatan saja tidak selalu cukup. Tim membutuhkan pemain yang dapat mengirim operan melewati garis pertahanan, dan Olise menjalankan tugas tersebut dengan sangat baik.

Piala Dunia yang Tidak Sempurna bagi Prancis

Rekor Olise muncul dalam turnamen yang berakhir mengecewakan bagi Prancis. Les Bleus datang dengan target menjadi juara, tetapi langkah mereka dihentikan Spanyol pada semifinal.

Prancis kalah 0-2 dan harus menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga. Dalam laga terakhir, mereka kembali kalah setelah Inggris mencetak enam gol. Hasil tersebut membuat Prancis menyelesaikan turnamen di posisi keempat.

Kegagalan tim menjadi pengingat bahwa statistik individu tidak selalu menghasilkan gelar. Olise dapat menciptakan tujuh gol melalui assist, sementara Mbappé mencetak sepuluh gol, tetapi kelemahan pada bagian lain tetap menghalangi Prancis.

Dalam pertandingan melawan Inggris, Les Bleus kebobolan empat gol sebelum turun minum. Kebangkitan pada babak kedua hampir mengubah keadaan, tetapi kerusakan awal terlalu besar untuk diperbaiki sepenuhnya.

Bagi Olise, situasi tersebut menghasilkan perasaan campuran. Ia mempunyai alasan untuk bangga atas rekor pribadi, tetapi tetap harus menerima bahwa Prancis gagal mencapai final dan pulang tanpa medali.

Pembuktian pada Piala Dunia Pertama

Piala Dunia 2026 menjadi panggung besar bagi Olise untuk memperkenalkan kualitasnya kepada penonton global.

Penggemar Bundesliga telah mengenal kemampuannya bersama Bayern München. Namun, Piala Dunia menghadirkan tingkat perhatian yang berbeda. Setiap pertandingan disaksikan oleh jutaan orang, sementara setiap keputusan dianalisis secara luas.

Olise merespons tekanan itu dengan baik. Ia tidak terlihat takut mengambil tanggung jawab dan tetap mencoba operan berisiko ketika peluang tersedia.

Kemampuannya beradaptasi juga patut diperhatikan. Sepak bola internasional memberi waktu latihan lebih sedikit dibandingkan kompetisi klub. Seorang pemain harus membangun hubungan dengan rekan setim dalam jangka waktu terbatas.

Olise berhasil menemukan pemahaman yang kuat dengan Mbappé, Dembélé, dan pemain Prancis lainnya. Tujuh assist menjadi bukti bahwa ia mampu menerjemahkan kualitas klub ke level internasional.

Penampilannya juga memperlihatkan kematangan. Olise tidak selalu mencari sorotan melalui tembakan atau aksi individu. Ia bersedia memilih operan ketika rekan berada dalam posisi lebih baik.

Baca Juga:

TAGS:
CLOSE