Persita Tangerang terus mematangkan persiapan jelang bergulirnya kompetisi BRI Super League 2026/2027. Saat ini, skuad berjuluk Pendekar Cisadane masih menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta untuk membangun kekuatan sebelum musim baru resmi dimulai pada pekan pertama September mendatang.
Sebagai salah satu klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Persita memiliki target besar untuk memperbaiki pencapaian musim sebelumnya. Manajemen dan tim pelatih berharap Persita mampu tampil lebih kompetitif serta mengakhiri musim 2026/2027 dengan posisi yang lebih baik di klasemen.
Pada musim lalu, Persita harus puas finis di peringkat ke-10 BRI Super League 2025/2026. Hasil tersebut dinilai belum sesuai dengan harapan sehingga klub melakukan perubahan besar untuk menghadapi musim baru.
Persita Lakukan Perombakan Besar dalam Skuad
Usai hasil kurang maksimal musim lalu, Persita mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komposisi tim. Sebanyak 13 pemain dilepas sebagai bagian dari rencana membangun skuad yang lebih kuat dan kompetitif.
Beberapa pemain asing yang tidak lagi menjadi bagian dari tim adalah Bae Sin-yeong (Korea Selatan), Matheus Alves (Brasil), Dejan Racic (Montenegro), dan Ramon Bueno (Spanyol).
Sebagai pengganti, Persita bergerak aktif di bursa transfer dengan mendatangkan sejumlah pemain baru. Beberapa nama lokal yang bergabung antara lain Sutanto Tan, Wahyudi Hamisi, Rifky Dwi Septiawan, Diovani Rafly, dan Zalnando.
Tidak hanya memperkuat sektor pemain lokal, Persita juga menambah amunisi asing dengan merekrut Alexandre Ramalingom asal Madagaskar dan Luquinhas dari Brasil. Kehadiran pemain-pemain baru tersebut diharapkan mampu memberikan warna berbeda dalam permainan tim.
Perombakan besar ini menjadi bagian dari ambisi Persita untuk bersaing lebih jauh menghadapi klub-klub kuat di kompetisi musim mendatang.
Carlos Pena Siap Menghadapi Tekanan Besar
Pelatih Carlos Pena menyadari bahwa tantangan yang menanti Persita pada musim 2026/2027 tidak akan mudah. Persaingan di kasta tertinggi Indonesia semakin ketat dengan banyak klub yang memiliki ambisi besar untuk meraih prestasi.
Persita harus bersaing dengan tim-tim kuat seperti Borneo FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Persib Bandung yang juga melakukan persiapan serius menghadapi musim baru.
Meski memiliki tekanan besar, Carlos Pena tetap optimistis dengan proyek yang sedang dibangun bersama Persita.
Pelatih asal Spanyol tersebut mulai menangani Persita sejak Juni 2025, menggantikan Fabio Lefundes. Pada musim pertamanya, Pena mampu membawa Persita mencatatkan rasio kemenangan sekitar 41 persen di BRI Super League 2025/2026.
Catatan tersebut dianggap cukup positif oleh manajemen klub sehingga Carlos Pena mendapatkan kepercayaan untuk melanjutkan pekerjaannya melalui perpanjangan kontrak.
TC di Yogyakarta Tingkatkan Kekompakan Tim
Selama menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta, Persita menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa aspek penting.
Tim pelatih fokus meningkatkan berbagai elemen, mulai dari kondisi fisik pemain, kerja sama antarlini, hingga membangun chemistry antara pemain lama dan rekrutan baru.
Dengan banyaknya perubahan dalam skuad, Carlos Pena memahami bahwa proses adaptasi menjadi faktor penting sebelum kompetisi dimulai. Oleh karena itu, sesi latihan di Yogyakarta menjadi kesempatan bagi seluruh pemain untuk saling memahami karakter permainan masing-masing.
Peningkatan kekompakan tim menjadi salah satu modal utama Persita agar mampu tampil konsisten sepanjang musim.
Carlos Pena Tegaskan Target Besar Persita
Ketika ditanya mengenai harapan dan targetnya bersama Persita di musim 2026/2027, Carlos Pena memberikan jawaban singkat namun penuh makna melalui akun Instagram resmi klub.
“Ambisi,” ujar Carlos Pena saat mengungkapkan targetnya menghadapi musim baru.
Pernyataan tersebut menunjukkan tekad sang pelatih untuk membawa Persita mencapai hasil yang lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.
Dengan skuad yang telah mengalami pembaruan, dukungan manajemen, serta semangat para pemain, Persita optimistis mampu memberikan persaingan lebih kuat di BRI Super League.
Rindu Dukungan Laskar Benteng Viola
Setelah menjalani sekitar satu pekan pemusatan latihan di Kota Gudeg, Carlos Pena juga mengungkapkan rasa rindunya terhadap atmosfer Tangerang dan dukungan para suporter Persita.
Pelatih berusia 42 tahun tersebut menyebut bahwa hal yang paling ia rindukan adalah kebersamaan dengan Laskar Benteng Viola (LBV), kelompok suporter setia Persita.
Saat ditanya mengenai kerinduan terbesarnya terhadap Tangerang, Pena menjawab singkat:
“Teman-teman.”
Hal tersebut menunjukkan kedekatan yang mulai terbangun antara Carlos Pena, para pemain, dan komunitas Persita.
Dengan wajah baru, persiapan matang, serta ambisi besar yang dibawa sang pelatih, Persita Tangerang berharap mampu mencatat perjalanan yang lebih baik di BRI Super League 2026/2027 dan bersaing dengan klub-klub terbaik Indonesia.
BACA JUGA












