Persita Tangerang resmi menutup rangkaian pemusatan latihan di Yogyakarta dengan hasil imbang 1-1 kontra PSS Sleman. Meski gagal meraih kemenangan, laga tersebut menjadi bagian penting dari persiapan Pendekar Cisadane sebelum menghadapi BRI Super League 2026/2027.
Pemusatan latihan selama lebih dari dua pekan itu menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk membangun kekompakan skuad. Apalagi, Persita datang ke musim baru dengan sejumlah amunisi anyar yang membutuhkan proses adaptasi.
Pertandingan melawan PSS Sleman berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (16/8/2026) sore WIB. Laga berjalan dalam format 2×45 menit ditambah 30 menit waktu tambahan.
Persita sempat tertinggal lebih dulu melalui gol PSS pada menit ke-19. Namun, Pendekar Cisadane mampu memberikan respons dan mencetak gol penyama kedudukan hingga pertandingan berakhir dengan skor 1-1.
TC Persita di Yogyakarta Berakhir dengan Hasil Positif
Persita memulai pemusatan latihan pada 3 Agustus 2026. Selama berada di Yogyakarta, para pemain tidak hanya mendapatkan menu latihan fisik.
Tim pelatih juga memberikan kesempatan kepada skuad untuk menjalani sejumlah pertandingan uji coba. Langkah tersebut penting untuk mengukur sejauh mana strategi yang diberikan selama latihan bisa diterapkan dalam situasi pertandingan.
Hasilnya dinilai cukup memuaskan. Meskipun Persita memiliki beberapa pemain baru, proses adaptasi berjalan dengan baik.
Kekompakan antarpemain mulai terlihat. Chemistry di dalam skuad juga semakin terbentuk setelah menjalani latihan dan pertandingan bersama secara intensif.
Beberapa perkembangan positif yang terlihat selama TC antara lain:
- Adaptasi pemain baru semakin baik.
- Kekompakan tim mulai terbentuk.
- Kondisi fisik pemain terus meningkat.
- Strategi tim pelatih mulai diterapkan dengan lebih baik.
- Chemistry antarpemain semakin kuat.
Namun, Persita tidak ingin berhenti sampai di sini. Setelah kembali dari Yogyakarta, evaluasi tetap menjadi bagian penting dari persiapan menuju kompetisi.
Carlos Pena Masih Evaluasi Lini per Lini
Carlos Pena sebagai pelatih Persita masih memiliki pekerjaan rumah sebelum kompetisi resmi dimulai. Evaluasi dilakukan pada setiap lini untuk memastikan skuad berada dalam kondisi terbaik.
Hasil imbang melawan PSS Sleman menjadi bahan tambahan bagi tim pelatih untuk melihat kekurangan yang masih muncul di lapangan.
Persita tentu tidak ingin sekadar tampil kompetitif. Manajemen telah memasang target yang cukup tinggi untuk musim 2026/2027.
Pendekar Cisadane dituntut mampu bersaing di papan atas. Karena itu, setiap detail dalam persiapan harus diperhatikan, termasuk komunikasi antarpemain, efektivitas serangan, hingga konsistensi pertahanan.
Persita juga harus segera mengalihkan fokus karena pertandingan pertama BRI Super League 2026/2027 sudah berada di depan mata.
Persita Targetkan Tiga Poin di Laga Pembuka
BRI Super League 2026/2027 dijadwalkan mulai bergulir pada 4 September 2026. Persita kemudian akan menjalani pertandingan pertamanya menghadapi PSIM Yogyakarta pada 5 September.
Pertandingan pembuka tersebut menjadi kesempatan bagi Pendekar Cisadane untuk langsung menunjukkan hasil dari persiapan panjang yang telah dilakukan.
Manajemen bahkan menargetkan tiga poin pada pertandingan tersebut. Target itu menjadi motivasi tambahan bagi Carlos Pena dan anak asuhnya untuk terus melakukan pembenahan.
Persita sendiri menyampaikan bahwa laga melawan PSS Sleman menjadi penutup rangkaian pemusatan latihan di Yogyakarta.
“Pendekar menutup rangkaian pemusatan latihan di Yogyakarta dengan laga uji coba melawan PSS Sleman di Maguwoharjo,” tulis Persita melalui Instagram klub.
“Terus bangun kesiapan dalam menyambut musim baru!” lanjut pernyataan tersebut.
Pesan itu menggambarkan bahwa Persita belum menganggap persiapan mereka selesai. Justru, fase berikutnya menjadi periode penting sebelum kompetisi resmi dimulai.
Belajar dari Posisi Persita Musim Lalu
Target tinggi Persita pada musim baru tidak terlepas dari hasil yang mereka dapatkan pada musim sebelumnya.
Pada BRI Super League 2025/2026, Persita harus puas mengakhiri kompetisi di posisi ke-10 klasemen akhir. Hasil tersebut tentu belum sesuai dengan ambisi klub.
Karena itu, musim 2026/2027 menjadi kesempatan bagi Pendekar Cisadane untuk memperbaiki pencapaian.
Manajemen ingin Persita tidak hanya sekadar bertahan di kompetisi. Mereka diharapkan mampu masuk dalam persaingan papan atas.
Tantangannya tentu tidak ringan. Persita harus berhadapan dengan sejumlah klub kuat yang memiliki kualitas skuad dan pengalaman kompetisi tinggi.
Beberapa tim yang berpotensi menjadi pesaing Persita di papan atas antara lain:
- Borneo FC
- Persebaya Surabaya
- Persija Jakarta
- Persib Bandung
Persib juga datang sebagai juara bertahan tiga musim beruntun sehingga persaingan musim baru diprediksi semakin ketat.
Persita Harus Menjaga Momentum
Berakhirnya TC di Yogyakarta menandai selesainya salah satu tahap penting persiapan Persita. Kini, fokus Pendekar Cisadane sepenuhnya mengarah kepada kompetisi resmi.
Hasil imbang melawan PSS Sleman memang bukan kemenangan. Namun, pertandingan tersebut memberikan kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat perkembangan pemain sekaligus menemukan aspek yang masih harus diperbaiki.
Dengan skuad yang semakin kompak, Persita memiliki modal awal untuk menghadapi musim baru. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi ketika kompetisi sudah dimulai.
Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta pada 5 September akan menjadi ujian pertama. Tiga poin tentu menjadi target utama.
Jika mampu memulai musim dengan kemenangan, Persita bisa mendapatkan momentum penting untuk mengejar ambisi finis di papan atas BRI Super League 2026/2027.
BACA JUGA :












