1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Persita Akhiri TC di Yogyakarta, Persiapan Hadapi BRI Super League Makin Matang

Persita Tangerang resmi menutup rangkaian pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta dengan hasil imbang 1-1 melawan PSS Sleman. Laga uji coba tersebut menjadi pertandingan penutup dari program persiapan intensif yang dijalani Pendekar Cisadane selama lebih dari dua pekan.

Pemusatan latihan di Kota Gudeg menjadi bagian penting dari persiapan Persita sebelum menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027. Musim baru dijadwalkan mulai bergulir pada 4 September 2026, sehingga tim pelatih masih memiliki waktu untuk menyempurnakan berbagai aspek permainan sebelum pertandingan resmi dimulai.

Pertandingan Persita kontra PSS Sleman berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (16/8/2026) sore WIB. Kedua tim bermain dalam format 2×45 menit dan mendapatkan tambahan waktu 30 menit untuk memberikan kesempatan lebih banyak kepada para pemain.

Pertandingan berjalan cukup ketat. PSS Sleman mampu membuka keunggulan pada menit ke-19, membuat Persita harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. Setelah melakukan sejumlah penyesuaian, Pendekar Cisadane akhirnya berhasil mencetak gol penyeimbang sehingga pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

TC Persita di Yogyakarta Berjalan Intensif

Persita memulai agenda pemusatan latihan di Yogyakarta sejak 3 Agustus 2026. Selama berada di kota tersebut, skuad asuhan Carlos Pena tidak hanya mendapatkan menu latihan taktik, tetapi juga menjalani program fisik untuk meningkatkan kondisi pemain menjelang musim kompetisi baru.

Sejumlah pertandingan uji coba turut menjadi bagian dari agenda TC. Laga-laga tersebut memberikan kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat perkembangan pemain secara langsung sekaligus menguji efektivitas strategi yang telah diberikan selama sesi latihan.

Program tersebut menjadi semakin penting karena Persita melakukan sejumlah perubahan komposisi skuad menjelang musim 2026/2027. Kehadiran pemain-pemain baru membuat tim membutuhkan waktu untuk membangun koordinasi dan menemukan chemistry terbaik.

Hasilnya mulai terlihat selama pemusatan latihan. Para pemain dinilai semakin memahami instruksi pelatih dan mampu menerapkan berbagai materi latihan ketika berada di lapangan.

Kekompakan antarpemain juga menunjukkan perkembangan positif. Komunikasi di dalam tim semakin baik, sementara koordinasi antar lini perlahan mulai terbentuk.

Carlos Pena Masih Lakukan Evaluasi

Meskipun perkembangan selama TC dinilai positif, Carlos Pena tidak ingin timnya cepat berpuas diri. Pelatih asal Spanyol tersebut masih melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap setiap lini Persita.

Evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik sebelum kompetisi resmi dimulai. Tim pelatih masih memiliki beberapa pekan untuk memperbaiki kekurangan yang terlihat selama pertandingan uji coba.

Persita juga memiliki target besar pada pertandingan pertama mereka di BRI Super League 2026/2027. Pendekar Cisadane dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada 5 September mendatang.

Manajemen Persita berharap tim mampu langsung meraih hasil maksimal pada laga pembuka tersebut. Tiga poin menjadi target utama agar Persita dapat mengawali perjalanan di musim baru dengan kepercayaan diri tinggi.

Melalui akun Instagram resmi klub, Persita menyampaikan bahwa pertandingan melawan PSS Sleman menjadi penutup rangkaian pemusatan latihan mereka di Yogyakarta.

“Pendekar menutup rangkaian pemusatan latihan di Yogyakarta dengan laga uji coba melawan PSS Sleman di Maguwoharjo,” tulis Persita.

“Terus bangun kesiapan dalam menyambut musim baru!” lanjut pernyataan tersebut.

Persita Ingin Bangkit dari Hasil Musim Lalu

Persiapan maksimal dibutuhkan Persita karena klub asal Tangerang tersebut ingin memperbaiki pencapaian mereka pada musim sebelumnya.

Pada BRI Super League 2025/2026, Persita hanya mampu menyelesaikan kompetisi di peringkat ke-10 klasemen akhir. Posisi tersebut tentu belum sesuai dengan ambisi klub untuk bersaing di papan atas.

Pengalaman musim lalu kini menjadi bahan evaluasi bagi manajemen dan tim pelatih. Persita melakukan pembenahan skuad serta mempersiapkan tim dengan lebih matang agar mampu tampil lebih kompetitif pada musim 2026/2027.

Target untuk bersaing di papan atas bukanlah perkara mudah. Persita harus menghadapi sejumlah klub dengan kekuatan besar, termasuk Borneo FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, serta Persib Bandung yang berstatus sebagai juara bertahan dalam tiga musim terakhir.

Persaingan BRI Super League 2026/2027 diprediksi berlangsung ketat sejak awal musim. Karena itu, Persita dituntut untuk memiliki konsistensi permainan sekaligus kedalaman skuad yang memadai sepanjang kompetisi.

Menatap Musim Baru dengan Optimisme

Berakhirnya TC di Yogyakarta menjadi tanda bahwa Persita kini memasuki tahap akhir persiapan menuju BRI Super League 2026/2027. Hasil imbang melawan PSS Sleman menjadi pertandingan terakhir dalam rangkaian agenda tersebut, tetapi pekerjaan Carlos Pena dan staf pelatih masih belum selesai.

Dalam waktu tersisa sebelum kompetisi resmi bergulir, Persita akan fokus memperbaiki detail permainan, meningkatkan kebugaran pemain, serta mematangkan strategi yang akan digunakan pada pertandingan pembuka.

Kemenangan pada laga pertama melawan PSIM Yogyakarta akan menjadi awal yang sangat penting bagi Pendekar Cisadane. Jika mampu mengamankan tiga poin, Persita bisa mendapatkan modal kepercayaan diri sekaligus menunjukkan bahwa mereka benar-benar serius mengejar target papan atas.

Dengan komposisi skuad yang semakin padu dan persiapan yang telah dilakukan secara intensif di Yogyakarta, Persita kini siap menyambut tantangan baru di BRI Super League 2026/2027.

BACA JUGA :

CLOSE