Mimpi mengenakan jersey Indonesia di pertandingan internasional mungkin terasa sangat jauh bagi pesepak bola putri yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun, perjalanan sembilan pemain lulusan MilkLife Soccer Challenge membuktikan bahwa mimpi tersebut bisa diwujudkan melalui proses panjang.
Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino menjadi panggung bagi 46 pemain terpilih yang memperkuat dua tim Indonesia, Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara. Menariknya, 43 pemain berasal dari hasil pemantauan di HYDROPLUS Soccer League. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya merupakan lulusan MilkLife Soccer Challenge.
Perjalanan itu menjadi bagian dari Women’s Soccer Trilogy yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation. Rangkaian tersebut mempertemukan MilkLife Soccer Challenge, HYDROPLUS Soccer League, dan Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino sebagai jalur pembinaan sepak bola putri dari usia dini hingga level yang lebih tinggi.
Dari Sepak Bola Sekolah Menuju Level Internasional
MilkLife Soccer Challenge menjadi titik awal bagi para pemain putri yang masih berada di kelompok usia 10 dan 12 tahun. Setelah itu, mereka memiliki kesempatan melanjutkan perkembangan bersama sekolah sepak bola melalui HYDROPLUS Soccer League.
Kompetisi lanjutan tersebut mempertandingkan kelompok usia U-15 dan U-18. Dengan sistem seperti ini, pemain tidak berhenti setelah mengikuti kompetisi usia dini.
Mereka justru mendapatkan ruang untuk terus berkembang, berlatih, dan mendapatkan pengalaman pertandingan.
Sembilan pemain lulusan MilkLife Soccer Challenge yang kemudian terpilih ke Srikandi Merdeka Cup adalah:
- Alliya Khairun Nisa
- Della Citra Ayu Anggraeni
- Kesya Arabela Manisya Nian
- Ayla Dva Khala Ahisma
- Khansa Nisa Arrosid
- Kazumi Zalfa Arrobi
- Amanda Fitriani
- Asyifa Sholawa Farizqi
- Bilqis Fatimah Az Zahra
Empat pemain masuk dalam skuad Garuda Pertiwi, sedangkan lima lainnya memperkuat Putri Nusantara.
Kisah mereka menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola putri membutuhkan kompetisi yang berkelanjutan. Pemain muda bukan hanya membutuhkan latihan, tetapi juga panggung untuk menguji kemampuan.
Kesya Arabela, Perjuangan dari Papua Berbuah Manis
Salah satu cerita yang paling menarik datang dari Kesya Arabela Manisya Nian. Pemain asal Papua tersebut mendapatkan kesempatan tampil bersama Garuda Pertiwi di Srikandi Merdeka Cup.
Kesya dimainkan sebagai penyerang oleh Coach Timo Scheunemann. Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan dengan baik.
Ia bahkan berhasil mencetak gol saat Garuda Pertiwi meraih kemenangan telak 7-0 atas Thailand pada pertandingan pertama Grup A, Jumat (14/8/2026).
Bagi Kesya, gol tersebut memiliki arti yang sangat besar. Ini merupakan penampilan pertamanya bersama tim Indonesia di turnamen tersebut setelah sebelumnya belum mendapatkan kesempatan tampil pada Piala AFF Putri U-16 2025.
Perjalanannya pun tidak berlangsung singkat.
Kesya pertama kali tampil dalam rangkaian kompetisi Bakti Olahraga Djarum Foundation ketika memperkuat All-Stars Surabaya pada MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025. Saat itu, ia menjadi salah satu pemain yang diandalkan untuk mencetak gol.
Performa tersebut membuka kesempatan berikutnya. Kesya kemudian masuk HYDROPLUS Strikers untuk mengikuti Junior Soccer School and League (JSSL) Singapore 7’s 2025. Tim tersebut berhasil menjadi runner-up.
Kini, Kesya memperkuat Arema FC Women U-15 di HYDROPLUS Soccer League. Ia juga sempat masuk Timnas Indonesia U-16 bersama Albianca Raula.
Perjalanan tersebut akhirnya membawanya ke panggung Srikandi Merdeka Cup.
Asyifa Sholawa, Dari Top Scorer hingga Bek Tengah
Cerita berbeda datang dari Asyifa Sholawa Farizqi. Pemain asal Kudus tersebut sudah mencuri perhatian sejak mengikuti MilkLife Soccer Challenge Kudus 2023.
Asyifa dikenal sebagai pemain produktif. Ia beberapa kali meraih penghargaan individu, termasuk pemain terbaik dan top scorer.
Catatan prestasinya antara lain:
- Pemain terbaik MilkLife Soccer Challenge Kudus 2023.
- Top scorer pada beberapa seri kompetisi.
- Top scorer MilkLife Soccer Challenge Kudus 2024.
- Juara bersama All-Stars Kudus pada 2025.
- Pemain terbaik MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025.
Setelah MilkLife Soccer Challenge, Asyifa melanjutkan perjalanan bersama Spegaku Balistha U-15 di HYDROPLUS Soccer League Kudus 2025/2026.
Menariknya, ketika mendapatkan kesempatan bermain bersama Putri Nusantara di Srikandi Merdeka Cup, perannya berubah drastis.
Jika sebelumnya dikenal sebagai penyerang, Asyifa justru dimainkan sebagai bek tengah oleh Coach Takumi Taniguchi.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Sang pelatih melihat kemampuan Asyifa selama sesi latihan dan menilai dirinya mampu menjalankan tugas defensif dengan baik.
Asyifa pun menerima perubahan tersebut dengan sikap positif. Ia mengaku siap bermain di posisi apa pun sesuai kebutuhan tim.
Women’s Soccer Trilogy Buka Jalan untuk Talenta Putri
Perjalanan Kesya dan Asyifa menjadi gambaran bagaimana kompetisi sepak bola putri bisa membuka peluang bagi pemain muda Indonesia.
Rangkaian MilkLife Soccer Challenge, HYDROPLUS Soccer League, dan Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino memberikan jalur yang cukup jelas bagi pemain untuk berkembang.
Dari kompetisi usia sekolah, mereka naik ke level SSB dan kelompok usia yang lebih tinggi. Setelah menunjukkan kemampuan, mereka mendapatkan kesempatan tampil di turnamen internasional.
Inilah yang membuat Women’s Soccer Trilogy memiliki arti penting bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia.
Bagi sembilan lulusan MilkLife Soccer Challenge yang tampil di Srikandi Merdeka Cup, perjalanan tersebut tentu bukan sekadar soal memenangkan pertandingan. Ini adalah hasil dari proses panjang yang dimulai ketika mereka masih bermain di level sekolah.
Langkah Awal Menuju Mimpi yang Lebih Besar
Mengenakan jersey Indonesia di usia muda menjadi pencapaian yang membanggakan. Namun, bagi Kesya, Asyifa, dan para pemain lainnya, perjalanan mereka masih panjang.
Kesya sudah merasakan bagaimana rasanya mencetak gol di panggung internasional. Sementara Asyifa menunjukkan bahwa seorang pemain muda harus siap beradaptasi ketika tim membutuhkan peran berbeda.
Cerita mereka memberikan pesan penting bagi talenta sepak bola putri lainnya: kesempatan besar bisa datang dari proses kecil yang dilakukan secara konsisten.
MilkLife Soccer Challenge menjadi awal. HYDROPLUS Soccer League menjadi tempat berkembang. Kemudian, Srikandi Merdeka Cup menjadi panggung untuk membuktikan kemampuan.
Bagi sembilan lulusan MilkLife Soccer Challenge, kesempatan membela Indonesia menjadi bukti bahwa perjuangan di lapangan hijau tidak sia-sia. Dari sepak bola sekolah hingga panggung internasional, mereka kini memiliki cerita yang bisa menjadi inspirasi bagi generasi pesepak bola putri berikutnya.
BACA JUGA :












