1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Pramusim PSIM Berjalan Mulus Van Gastel Soroti Satu Hal Jelang BRI Super League

BRI Super League 2026/2027 tinggal menghitung hari. PSIM Yogyakarta pun mulai memasuki tahap akhir persiapan setelah melewati rangkaian panjang pertandingan pramusim.

Laskar Mataram tercatat sudah menjalani tujuh laga uji coba. Pertandingan terakhir mereka ditutup dengan kemenangan 2-0 atas Deltras FC di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (29/8/2026).

Hasil tersebut menjadi modal positif bagi PSIM sebelum benar-benar terjun ke kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia. Namun, pelatih Jean-Paul van Gastel ternyata masih menemukan satu hal yang perlu diperhatikan dari permainan timnya.

Bagi Van Gastel, persiapan selama tujuh pekan sudah memberikan fondasi yang cukup baik. Kini, PSIM memiliki waktu sekitar sepekan untuk melakukan penyempurnaan sebelum menghadapi pertandingan pertama BRI Super League 2026/2027.

Tujuh Pekan Jadi Modal Berharga PSIM

Van Gastel menilai durasi pramusim PSIM kali ini cukup ideal. Tim memiliki waktu lebih panjang untuk membangun kondisi fisik sekaligus mematangkan permainan.

Situasi tersebut berbeda dengan musim sebelumnya. Ketika itu, PSIM hanya memiliki sekitar lima pekan untuk menjalani persiapan.

Tambahan waktu membuat proses persiapan dapat dilakukan secara bertahap. Van Gastel juga bersyukur seluruh pemain bisa menjalani pramusim tanpa mengalami cedera.

“Sedikit lebih lama. Tapi, buat saya ini bagus, kami bisa memulainya secara perlahan dan tidak ada pemain yang cedera. Jadi, pramusim berjalan sesuai yang saya inginkan,” ujar Van Gastel.

Bagi pelatih asal Belanda tersebut, kondisi pemain menjadi salah satu hal penting sebelum kompetisi dimulai. Dengan pramusim yang berjalan sesuai rencana, PSIM kini bisa lebih fokus pada detail permainan.

Beberapa hal positif dari pramusim PSIM antara lain:

  • Memiliki waktu persiapan sekitar tujuh pekan.
  • Menjalani tujuh pertandingan uji coba.
  • Menutup pramusim dengan kemenangan atas Deltras FC.
  • Tidak ada pemain yang mengalami cedera selama persiapan.
  • Memiliki waktu sekitar sepekan untuk melakukan pematangan akhir.

Van Gastel Tetap Realistis Menatap Musim Baru

Meski persiapan berjalan sesuai harapan, Van Gastel tidak ingin terlalu larut dalam ekspektasi.

Pelatih berusia 54 tahun tersebut merasa sudah memberikan seluruh kemampuan untuk mempersiapkan PSIM menghadapi musim baru. Baginya, hasil akhir kompetisi merupakan sesuatu yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan.

Van Gastel memilih memastikan dirinya sudah bekerja maksimal dalam proses persiapan.

“Setiap pagi saat bangun tidur dan melihat diri saya di cermin, saya membatin bahwa saya telah bekerja keras dan memberikan yang terbaik yang saya bisa. Jika hasilnya tidak sesuai, ya begitulah adanya,” lanjutnya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Van Gastel lebih menekankan proses. PSIM harus terlebih dahulu memastikan persiapan mereka berada di jalur yang tepat sebelum berbicara lebih jauh mengenai target musim ini.

Kemenangan atas Deltras Belum Membuat Van Gastel Puas

Kemenangan 2-0 atas Deltras FC memang menjadi penutup positif bagi rangkaian uji coba PSIM. Namun, Van Gastel masih memiliki evaluasi dari pertandingan tersebut.

Menurutnya, PSIM tampil cukup baik pada sekitar 30 menit pertama. Tim mampu memberikan tekanan dan menciptakan situasi yang membuat lawan kesulitan.

Masalah muncul setelah PSIM berhasil mencetak dua gol.

Van Gastel menilai anak asuhnya justru menurunkan tempo permainan. Ia sebenarnya ingin para pemain tetap menjaga intensitas dan berusaha mencari gol tambahan.

“Pertandingan ini sebenarnya sudah selesai setelah 30 menit. Setelah itu, tim saya memutuskan untuk memperlambat permainan. Ya, itu keputusan mereka,” kata Van Gastel.

Situasi tersebut menjadi catatan tersendiri bagi PSIM menjelang kompetisi resmi. Bermain dengan intensitas tinggi selama 90 menit tentu berbeda dengan pertandingan pramusim.

Intensitas Setelah Unggul Jadi Perhatian

Van Gastel mengakui bahwa Deltras juga bermain lebih bertahan setelah tertinggal dua gol. Kondisi tersebut membuat PSIM tidak memiliki banyak ruang untuk menciptakan peluang tambahan.

Meski demikian, sang pelatih berharap pemain tetap mempertahankan tempo permainan.

“Saya lebih memilih mereka tetap bermain dan mencari lebih banyak gol. Tetapi, Deltras berusaha mencegah kami mencetak gol lebih banyak dan kami juga sudah selesai. Babak kedua sedikit membosankan,” imbuh Van Gastel.

Catatan tersebut bukan berarti Van Gastel mengabaikan performa positif tim. Justru, ia melihat struktur permainan PSIM sudah menunjukkan perkembangan.

Fokus berikutnya adalah memastikan tim mampu mempertahankan kualitas permainan meski sudah berada dalam posisi unggul.

Struktur Permainan PSIM Dinilai Sudah Baik

Terlepas dari menurunnya tempo setelah unggul, Van Gastel cukup puas dengan struktur permainan PSIM.

Terutama pada 30 menit awal, Laskar Mataram mampu memberikan tekanan kepada lawan. Selain itu, pemain juga dinilai mampu menemukan solusi ketika menguasai bola.

“Selama 30 menit pertama mereka memberikan tekanan, kami bermain cukup baik dan menemukan solusi. Ketika sudah unggul 2-0 kami menjadi ceroboh. Babak kedua berjalan terlalu lambat dan tidak banyak yang bisa dilakukan,” jelas Van Gastel.

Evaluasi tersebut bisa menjadi pekerjaan rumah PSIM dalam waktu sepekan terakhir sebelum kompetisi dimulai.

Menjaga konsistensi selama pertandingan akan menjadi salah satu tantangan penting bagi skuad asuhan Van Gastel.

Persita Menjadi Ujian Pertama PSIM

BRI Super League 2026/2027 dijadwalkan mulai bergulir pada 4 September 2026. PSIM kemudian akan mengawali perjalanan mereka dengan menghadapi Persita Tangerang.

Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu (5/9/2026) sore WIB.

Laga kandang tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi PSIM untuk menunjukkan hasil dari persiapan panjang yang sudah mereka jalani.

Van Gastel juga sudah mempersiapkan komposisi pemain yang akan dibawa dalam setiap pertandingan. Ia menyebut jumlah pemain yang tersedia untuk satu laga akan berada di kisaran 22 hingga 23 pemain.

“Sebanyak yang bisa saya bawa dalam sebuah pertandingan. Jadi, sekitar 22 atau 23 pemain,” ujar mantan pelatih NAC Breda tersebut.

PSIM Masuki Fase Akhir Persiapan

Dengan berakhirnya tujuh laga uji coba, fokus PSIM kini sepenuhnya beralih ke pertandingan kompetitif.

Pramusim memang sudah berjalan sesuai harapan Van Gastel. Tidak adanya cedera dan waktu persiapan yang lebih panjang menjadi modal penting bagi Laskar Mataram.

Namun, masih ada satu catatan yang perlu dibenahi: menjaga intensitas permainan setelah unggul.

Persita akan menjadi lawan pertama yang menguji kesiapan PSIM di BRI Super League 2026/2027. Menarik untuk melihat apakah evaluasi dari laga pramusim mampu diterapkan ketika kompetisi resmi benar-benar dimulai.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE