Pengalaman bermain bersama klub-klub besar Italia memberikan banyak pelajaran bagi Emil Audero. Kiper Timnas Indonesia tersebut pernah menjadi bagian dari Juventus dan Inter Milan, dua tim yang memiliki sejarah panjang serta karakter permainan berbeda di sepak bola Italia.
Dalam wawancara bersama jurnalis Italia, Gianluca Di Marzio, Emil mengungkapkan pandangannya mengenai perbedaan kedua klub tersebut. Menurutnya, Juventus memiliki keunggulan dari segi kualitas individu pemain, sedangkan Inter Milan tampil lebih mengesankan sebagai sebuah tim.
Pernyataan tersebut menarik perhatian karena Emil pernah merasakan atmosfer kedua klub secara langsung. Ia tidak hanya mengenal kualitas para pemainnya, tetapi juga merasakan persaingan dan suasana ruang ganti di lingkungan klub elite Italia.
Selain membandingkan Juventus dan Inter Milan, Emil turut mengenang pelatih Massimiliano Allegri serta menceritakan peluang yang hampir membawanya kembali ke Turin.
Emil Audero Kenang Perjalanan Bersama Juventus
Perjalanan Emil Audero di sepak bola profesional tidak bisa dilepaskan dari Juventus. Ia bergabung dengan akademi klub berjuluk Bianconeri tersebut pada 2008 dan menjalani proses perkembangan sebagai penjaga gawang muda.
Kesempatan bermain di tim utama Juventus memang terbatas. Emil tercatat membuat satu penampilan di Serie A bersama klub tersebut. Namun, pengalamannya berada di dalam skuad Juventus tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Selama menjadi bagian dari klub, Emil turut merasakan keberhasilan Juventus meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk tiga gelar liga, tiga trofi Coppa Italia, dan satu Supercoppa Italiana.
Ia juga mengakui bahwa kualitas para pemain Juventus baru benar-benar terasa ketika melihat kembali pengalaman yang pernah dijalaninya.
“Saya beruntung bisa menjalani debut bersama tim Juventus yang hebat. Dulu, berlatih bersama mereka setiap hari terasa biasa saja bagi saya. Baru sekarang saya benar-benar memahami kualitas para pemain itu,” ujar Emil.
Pengalaman berlatih bersama pemain-pemain papan atas menjadi bekal berharga bagi Emil. Berada di lingkungan dengan standar kompetisi tinggi memberinya kesempatan untuk memahami tuntutan sepak bola elite, termasuk dalam hal disiplin dan kualitas individu.
Massimiliano Allegri Mendapat Apresiasi dari Emil
Selain mengenang para pemain Juventus, Emil juga memberikan apresiasi kepada Massimiliano Allegri, pelatih yang pernah membimbingnya di Turin.
Menurut Emil, Allegri mempunyai kemampuan istimewa dalam mengelola pemain. Ia menilai sang pelatih mampu membangun hubungan dengan para pemain berkualitas dan menjaga dinamika di dalam skuad.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam mengelola tim yang dihuni banyak pemain dengan karakter serta kemampuan berbeda.
Bagi seorang penjaga gawang muda seperti Emil saat masih berada di Juventus, kesempatan berada di bawah arahan pelatih berpengalaman tentu memberikan perspektif tersendiri mengenai dunia sepak bola profesional.
Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan panjang Emil sebelum memperkuat sejumlah klub lain di Italia dan melanjutkan kariernya di luar negeri.
Meski kesempatan bermainnya bersama Juventus tidak banyak, pengalamannya bersama klub tersebut tetap meninggalkan kesan yang mendalam.
Pengalaman di Inter Milan Berikan Kesan Berbeda
Setelah meninggalkan Juventus dan memperkuat sejumlah klub, Emil Audero bergabung dengan Inter Milan pada musim 2023/2024.
Di Inter, ia berstatus sebagai pelapis Yann Sommer. Meski bukan pilihan utama di bawah mistar gawang, Emil tetap memperoleh kesempatan tampil dalam empat pertandingan Serie A dan satu laga Liga Champions.
Ia juga menjadi bagian dari skuad Inter yang meraih gelar Scudetto dan Supercoppa Italiana.
Pengalaman bersama Nerazzurri memberikan kesan tersendiri bagi Emil, terutama karena hubungan yang terjalin dengan rekan-rekan setimnya.
Ia menyebut Nicolo Barella, Federico Dimarco, dan Alessandro Bastoni sebagai pemain yang telah dikenalnya sejak kelompok usia muda. Kedekatan tersebut membuatnya merasa nyaman berada di ruang ganti Inter.
Emil bahkan mengaku sebenarnya ingin melanjutkan kebersamaannya dengan klub asal Milan tersebut. Namun, situasi yang berkembang membuat keinginannya tidak terwujud.
“Saya sebenarnya ingin lanjut, tetapi merasa situasinya tidak akan mengarah ke sana. Saya kecewa karena sangat bahagia di sana, tetapi itu adalah keputusan klub,” kata Emil.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa pengalamannya di Inter bukan sekadar tentang jumlah pertandingan atau gelar yang diraih. Suasana tim dan hubungan dengan para pemain juga menjadi bagian yang membuat masa tersebut berkesan baginya.
Ini Perbedaan Juventus dan Inter Milan Menurut Emil Audero
Bagian paling menarik dari wawancara Emil adalah ketika ia membandingkan karakter permainan Juventus dan Inter Milan.
Menurut penilaiannya, Juventus mempunyai keunggulan dalam kualitas individu pemain. Sementara itu, Inter lebih menonjol dalam hal kerja sama dan permainan kolektif.
Emil menjelaskan bahwa Juventus pernah memenangkan banyak pertandingan melalui aksi individu pemain. Di sisi lain, Inter memperlihatkan gaya permainan tim yang sangat mengesankan.
Ia menyampaikan pandangannya secara langsung dalam wawancara tersebut.
“Secara individu, Juventus lebih unggul, tetapi sebagai tim, Inter yang lebih baik. Saya teringat banyak pertandingan Juventus yang dimenangkan berkat aksi individu. Sebaliknya, Inter memiliki gaya permainan tim yang sungguh mengesankan,” tutur Emil.
Emil bahkan menyebut Inter memainkan sepak bola terbaik yang pernah disaksikannya. Menurutnya, kekuatan Nerazzurri tidak hanya terlihat dari strategi di lapangan, tetapi juga dari persahabatan yang terbangun di ruang ganti.
Berikut poin utama perbandingan kedua klub menurut Emil:
- Juventus: memiliki kualitas individu pemain yang dinilainya lebih unggul.
- Inter Milan: memperlihatkan permainan kolektif yang lebih mengesankan.
- Kekompakan tim: hubungan antarpemain di Inter menjadi salah satu aspek yang meninggalkan kesan mendalam bagi Emil.
- Pengalaman pribadi: Emil pernah menjadi bagian dari kedua klub sehingga penilaiannya didasarkan pada pengalaman langsung di lingkungan tim.
Penilaian tersebut merupakan pandangan pribadi Emil berdasarkan pengalamannya. Karakter permainan sebuah klub tentu dapat berubah seiring pergantian pelatih, komposisi pemain, dan strategi yang diterapkan.
Hampir Kembali ke Juventus, Emil Audero Kini Berkarier di Spanyol
Kisah Emil bersama Juventus ternyata hampir berlanjut. Pada musim panas tahun lalu, namanya sempat masuk dalam pertimbangan klub untuk memperkuat posisi penjaga gawang bersama sejumlah kandidat lainnya.
Namun, peluang tersebut tidak berujung pada kesepakatan. Emil kemudian melanjutkan perjalanan kariernya bersama Cremonese sebelum dipinjamkan ke Rayo Vallecano.
Bersama klub Spanyol tersebut, Emil mencatatkan pencapaian penting sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di LaLiga.
Perjalanan dari akademi Juventus, pengalaman bersama Inter Milan, hingga kesempatan bermain di kompetisi tertinggi Spanyol memperlihatkan beragam pengalaman yang telah dilalui Emil Audero.
Bagi Timnas Indonesia, pengalaman di lingkungan sepak bola Eropa tersebut juga menjadi bagian menarik dari perjalanan sang kiper. Ia pernah merasakan atmosfer klub-klub besar Italia dan kini mendapatkan pengalaman baru di Spanyol.
Pengakuan Emil mengenai Juventus dan Inter Milan pun memberikan gambaran bahwa kualitas individu dan kekompakan tim merupakan dua aspek berbeda yang sama-sama penting dalam sepak bola.
BACA JUGA :












