Tak banyak pemain yang memiliki perjalanan karier internasional seunik Aymeric Laporte. Lahir dan besar di Prancis, menimba pengalaman bersama seluruh kelompok usia Timnas Prancis, tetapi justru berpeluang menjadi juara dunia bersama Spanyol. Kisah bek tangguh berusia 32 tahun itu menjadi salah satu cerita paling menarik di Piala Dunia 2026.
Kini, Laporte hanya tinggal satu langkah lagi untuk melengkapi perjalanan luar biasanya. Jika Timnas Spanyol mampu mengalahkan Argentina pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, ia akan menorehkan sejarah sebagai salah satu pemain yang sukses mengubah penolakan menjadi pencapaian terbesar dalam kariernya.
Perjalanan Aymeric Laporte membuktikan bahwa terkadang kesempatan datang dari tempat yang tidak pernah diduga.
Aymeric Laporte Jadi Tembok Kokoh Timnas Spanyol
Sepanjang Piala Dunia 2026, Aymeric Laporte tampil sebagai sosok yang nyaris tak tergantikan di jantung pertahanan La Roja.
Berduet dengan bek muda Pau Cubarsi, Laporte selalu dipercaya turun sebagai starter dalam setiap pertandingan. Kombinasi pengalaman dan ketenangan yang dimilikinya membuat lini belakang Spanyol tampil sangat solid sepanjang turnamen.
Statistik pertahanan La Roja menjadi bukti nyata kontribusi besar sang bek.
Beberapa pencapaian penting Spanyol selama turnamen antara lain:
- Hanya kebobolan satu gol hingga mencapai final.
- Selalu tampil disiplin dalam organisasi pertahanan.
- Memiliki duet bek tengah yang konsisten sepanjang kompetisi.
- Menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Piala Dunia 2026.
Performa tersebut membuat Laporte kembali membuktikan bahwa dirinya masih menjadi salah satu bek elite dunia meski telah memasuki usia 32 tahun.
Gelar Juara Dunia Tinggal Selangkah Lagi
Apabila berhasil mengalahkan Argentina di partai final, Aymeric Laporte akan menambah koleksi trofi bergengsi bersama Timnas Spanyol.
Sebelumnya, ia sudah menikmati berbagai kesuksesan bersama La Roja, di antaranya:
- Juara UEFA Nations League 2023.
- Juara Euro 2024.
- Berpeluang menjuarai Piala Dunia 2026.
Jika skenario tersebut terwujud, Laporte akan melengkapi koleksi gelarnya hanya dalam waktu beberapa tahun sejak resmi membela Timnas Spanyol.
Prestasi tersebut tentu terasa semakin spesial mengingat perjalanan internasionalnya tidak dimulai bersama negara yang kini ia bela.
Lahir di Prancis, Besar Bersama Les Bleus
Meski dikenal sebagai bek andalan Timnas Spanyol, Aymeric Laporte sebenarnya lahir di Agen, wilayah Basque, Prancis, pada 27 Mei 1994.
Seluruh perjalanan sepak bola internasionalnya di level junior dijalani bersama Timnas Prancis.
Laporte membela Les Bleus mulai dari kelompok usia U-17 hingga U-21 dan mengoleksi total 51 penampilan.
Dengan pengalaman tersebut, banyak pihak saat itu meyakini Laporte hanya tinggal menunggu waktu untuk menjadi pemain reguler Timnas Prancis senior.
Namun kenyataannya berbeda.
Kesempatan yang dinanti tidak pernah benar-benar datang.
Meski sempat dua kali dipanggil pelatih Didier Deschamps, Laporte tidak pernah mendapat kesempatan tampil bersama tim senior.
Setelah pemanggilan terakhir pada 2019, namanya perlahan menghilang dari daftar pemain Les Bleus.
Isyarat Hubungan yang Tidak Berjalan Baik
Minimnya kesempatan membuat Aymeric Laporte merasa kecewa.
Dalam beberapa kesempatan, ia mengisyaratkan bahwa alasan dirinya tidak dimainkan bukan semata-mata persoalan teknis.
Laporte bahkan pernah menyatakan bahwa jika ingin mengetahui alasan sebenarnya, pertanyaan tersebut seharusnya ditujukan kepada Didier Deschamps.
Meski begitu, ia tetap menegaskan tidak memiliki persoalan pribadi dengan sang pelatih.
Laporte juga mengaku pernah membayangkan dirinya menjadi bagian dari skuad juara dunia Prancis apabila diberi kesempatan bermain.
Namun semua itu tidak pernah terjadi karena keputusan sepenuhnya berada di tangan pelatih.
Situasi tersebut akhirnya mengubah arah karier internasionalnya.
Luis Enrique Membuka Jalan Baru
Ketika peluang di Timnas Prancis semakin tertutup, kesempatan baru datang dari Spanyol.
Pada Maret 2021, Federasi Sepak Bola Spanyol mulai mendekati Laporte agar bersedia berganti kewarganegaraan olahraga.
Sosok yang memiliki peran sangat besar dalam proses tersebut adalah Luis Enrique.
Pelatih Spanyol kala itu meyakinkan Laporte bahwa dirinya akan menjadi bagian penting dalam proyek jangka panjang La Roja.
Setelah memperoleh paspor Spanyol, Laporte resmi memperkuat Timnas Spanyol pada Mei 2021.
Keputusan tersebut sempat memunculkan perdebatan.
Sebagian pihak mempertanyakan loyalitasnya, sementara yang lain menilai Spanyol mendapatkan bek berkualitas dunia.
Laporte memilih menjawab semua keraguan melalui performanya di atas lapangan.
Penolakan Berubah Menjadi Kesuksesan
Dalam beberapa tahun terakhir, Aymeric Laporte berkembang menjadi salah satu pemain paling konsisten di lini belakang Spanyol.
Ia berhasil membantu La Roja meraih berbagai gelar bergengsi dan menjadi sosok penting dalam regenerasi tim nasional.
Keberhasilannya juga menjadi bukti bahwa karier seorang pemain tidak selalu berjalan sesuai rencana awal.
Terkadang, kegagalan mendapatkan kesempatan di satu tempat justru membuka pintu menuju pencapaian yang lebih besar.
Kisah Laporte menjadi contoh nyata bagaimana ketekunan dan kesabaran mampu mengubah kekecewaan menjadi kesuksesan.
Final Piala Dunia 2026 Jadi Penutup Kisah yang Sempurna?
Kini seluruh perjalanan panjang itu mengarah pada satu pertandingan terbesar dalam karier Aymeric Laporte.
Final Piala Dunia 2026 melawan Argentina bukan hanya menjadi kesempatan Spanyol meraih trofi dunia, tetapi juga peluang bagi Laporte untuk menyempurnakan kisah hidupnya.
Dari seorang pemain muda yang tumbuh bersama Timnas Prancis, sempat tersisih dari tim senior, hingga akhirnya dipercaya menjadi benteng utama Timnas Spanyol di panggung terbesar sepak bola dunia.
Jika La Roja mampu keluar sebagai juara, Aymeric Laporte tidak hanya akan mengangkat trofi Piala Dunia pertamanya. Ia juga akan membuktikan bahwa keputusan menerima pelukan Spanyol setelah dilepas Prancis merupakan titik balik terbaik dalam perjalanan kariernya.
Apa pun hasil final nanti, kisah Aymeric Laporte sudah menjadi salah satu cerita paling inspiratif di Piala Dunia 2026, sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa kesempatan kedua bisa membawa seseorang menuju puncak dunia.
BACA JUGA :












