Timnas Malaysia U-20 mencuri perhatian pada fase Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Meski belum meraih kemenangan, Harimau Malaya Muda mampu menunjukkan performa yang cukup meyakinkan saat menghadapi dua lawan tangguh, termasuk Australia U-20 yang berstatus juara bertahan.
Di balik perkembangan tersebut, muncul satu nama yang dinilai punya pengaruh besar terhadap kemajuan sepak bola usia muda Malaysia. Dia adalah Ong Kim Swee, eks pelatih Persik yang kini mendapat peran penting dalam pembinaan pemain muda Negeri Jiran.
Penilaian tersebut disampaikan Raja Isa Raja Akram Shah. Menurutnya, perkembangan Malaysia U-20 tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan pelatih di pinggir lapangan, tetapi juga dipengaruhi sosok yang berada di balik program pembinaan.
Malaysia U-20 Tampil Berani di Grup H
Malaysia U-20 menjalani fase Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 di New Laos National Stadium, Vientiane.
Dalam dua pertandingan yang sudah dimainkan, Harimau Malaya Muda mencatat dua hasil imbang. Mereka bermain 0-0 melawan Timnas Indonesia U-20 dan kemudian bermain 2-2 ketika menghadapi Australia U-20.
Hasil kontra Australia menjadi perhatian lebih besar karena lawan yang dihadapi merupakan juara bertahan Piala Asia U-20 2025.
Malaysia bahkan sempat berada dalam posisi untuk memenangkan pertandingan tersebut.
Australia membuka keunggulan melalui gol cepat Marcus Neill pada menit keempat. Namun, Malaysia tidak kehilangan keberanian dan mampu memberikan respons setelah pertandingan sempat tertunda akibat hujan lebat.
Memasuki babak kedua, Malaysia U-20 membalikkan keadaan.
Hadi Zulkarnain menyamakan kedudukan pada menit ke-50. Selanjutnya, Izzuddin Afif membawa Malaysia berbalik unggul 2-1 pada menit ke-70.
Keunggulan itu akhirnya sirna setelah Abdul Rahman mencetak gol untuk Australia 12 menit kemudian.
Meski begitu, Malaysia masih memiliki kesempatan memenangkan pertandingan. Pada masa injury time, kiper mereka tampil heroik dengan menggagalkan tendangan penalti pemain Australia U-20.
Peluang Malaysia U-20 Masih Terbuka
Setelah mengumpulkan dua poin, Malaysia U-20 berada di peringkat ketiga klasemen Grup H.
Pertandingan terakhir akan menjadi sangat penting karena mereka akan menghadapi tuan rumah, Laos U-20.
Namun, terdapat konsekuensi khusus terkait perhitungan poin apabila Malaysia mampu mengalahkan Laos. Hal tersebut berkaitan dengan mundurnya Filipina U-20 dari Grup A.
Meski demikian, Malaysia U-20 masih mempunyai peluang untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027 di China.
Skenarionya juga berkaitan dengan hasil pertandingan antara Indonesia U-20 dan Australia U-20. Malaysia membutuhkan hasil yang sesuai agar tetap memiliki peluang bersaing dalam perebutan tiket.
Beberapa hal yang menjadi perhatian Malaysia U-20 adalah:
- Saat ini mengoleksi dua poin.
- Berada di peringkat ketiga Grup H.
- Masih memiliki satu pertandingan melawan Laos U-20.
- Hasil Indonesia U-20 kontra Australia U-20 turut menentukan peluang mereka.
- Lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027 masih terbuka.
Dengan situasi tersebut, pertandingan terakhir Grup H akan menjadi penentu penting bagi perjalanan Malaysia U-20.
Ong Kim Swee Dinilai Punya Peran Besar
Performa Malaysia U-20 kemudian dikaitkan dengan program pembinaan yang dijalankan Ong Kim Swee.
Raja Isa Raja Akram Shah menilai keberadaan Ong Kim Swee menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan timnas muda Malaysia.
Ong Kim Swee sebelumnya menangani Persik pada paruh pertama BRI Super League 2025/2026. Setelah itu, ia kembali ke Malaysia untuk menerima tugas dalam pembinaan sepak bola usia muda.
Kini, Ong Kim Swee mendapat mandat sebagai Direktur Akademi Mokhtar Dahari. Akademi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sistem pembinaan pemain muda Malaysia.
Menurut Raja Isa, keputusan Ong Kim Swee meninggalkan Persik dan kembali menjalankan tugas di Malaysia merupakan langkah yang tepat.
Ia menilai sepak bola usia muda Malaysia membutuhkan sosok dengan pengalaman dan pemikiran seperti Ong Kim Swee.
Perkembangan Timnas Muda Mulai Terlihat
Dampak program pembinaan tersebut disebut mulai terlihat pada sejumlah kelompok umur Malaysia.
Dalam periode kurang dari satu tahun, timnas kelompok umur Malaysia menunjukkan perkembangan yang cukup positif.
Malaysia U-17 berhasil menjadi finalis Piala AFF U-17 2026 yang berlangsung di Sidoarjo dan Gresik. Sementara itu, Malaysia U-19 mampu melangkah hingga semifinal Piala AFF U-19 2026 di Sumatra Utara.
Rangkaian hasil tersebut menjadi indikator bahwa pembinaan pemain muda Malaysia mulai menunjukkan perkembangan.
Raja Isa bahkan menyebut Ong Kim Swee sebagai sosok yang memiliki peran intelektual dalam kemajuan timnas muda Malaysia.
Menariknya, posisi Ong Kim Swee bukan sebagai pelatih kepala tim U-20. Perannya lebih berada dalam aspek pemikiran dan pembinaan, sementara posisi pelatih dipercayakan kepada Shukor Adan.
Menurut Raja Isa, pembagian peran tersebut juga memberikan ruang bagi regenerasi pelatih di timnas Malaysia.
Target Malaysia Bukan Hanya untuk Satu Turnamen
Raja Isa juga menilai perkembangan sepak bola muda Malaysia sebaiknya dilihat dalam perspektif jangka panjang.
Menurutnya, program dan target timnas kelompok umur Malaysia tidak hanya ditujukan untuk mendapatkan hasil dalam satu kompetisi.
Performa bagus dalam satu tahun terakhir dianggap sebagai perkembangan yang penting, tetapi tujuan utamanya adalah membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan.
Hasil Malaysia U-20 ketika hampir mengalahkan Australia menjadi salah satu contoh yang membuat Raja Isa terkesan.
Jika Malaysia U-20 nantinya gagal lolos ke Piala Asia U-20 2027, perhatian berikutnya akan tertuju kepada Malaysia U-17. Mereka dijadwalkan menghadapi babak kualifikasi Piala Asia U-17 2027 pada November 2026.
Malaysia Mulai Mengejar Ketertinggalan di ASEAN
Raja Isa juga mengakui bahwa sepak bola usia muda Malaysia sempat tertinggal dari sejumlah negara ASEAN.
Karena itu, pembenahan dilakukan melalui program pembinaan dan pengembangan timnas kelompok umur.
Malaysia kini berusaha mengejar ketertinggalan tersebut. Keberhasilan Indonesia tampil di Piala Dunia U-17 sebelumnya menjadi salah satu gambaran mengenai level yang ingin dikejar.
Dalam konteks itu, peran Ong Kim Swee menjadi semakin penting. Bukan hanya untuk membentuk sebuah tim, tetapi juga ikut membangun sistem yang dapat menghasilkan pemain muda berkualitas secara berkelanjutan.
Ong Kim Swee dan Harapan Baru Malaysia
Performa Malaysia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 menunjukkan adanya perkembangan yang patut diperhatikan. Hasil imbang melawan Indonesia dan Australia membuat Harimau Malaya Muda masih memiliki peluang untuk melanjutkan perjalanan.
Di balik performa tersebut, Ong Kim Swee dinilai menjadi salah satu figur penting dalam pembangunan sepak bola usia muda Malaysia.
Perannya sebagai Direktur Akademi Mokhtar Dahari menempatkannya pada posisi strategis untuk ikut mengembangkan generasi pemain berikutnya.
Kini, Malaysia U-20 harus fokus menghadapi pertandingan terakhir melawan Laos. Hasil laga tersebut dan pertandingan Indonesia kontra Australia akan menentukan apakah perjuangan mereka berlanjut ke putaran final Piala Asia U-20 2027 di China.
Apa pun hasil akhirnya, perkembangan timnas muda Malaysia menunjukkan bahwa Negeri Jiran sedang berusaha membangun kembali kekuatan sepak bola usia mudanya dengan pendekatan yang lebih panjang dan terstruktur.
BACA JUGA :












