1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Tur Asia Dibatalkan Usai Keputusan Lionel Messi Argentina Siapkan Tiga Laga Spesial di Kandang pada FIFA Matchday Berikutnya

Tim nasional Argentina memasuki babak baru yang penuh perubahan setelah Lionel Messi memutuskan mengakhiri karier internasionalnya. Keputusan sang kapten legendaris tersebut tidak hanya mengubah komposisi skuad Lionel Scaloni, tetapi juga berdampak terhadap rencana perjalanan La Albiceleste pada agenda FIFA berikutnya.

Argentina sebelumnya diproyeksikan menjalani tur Asia pada jeda internasional mendatang. Namun, keputusan Messi untuk pensiun dari tim nasional membuat rencana tersebut mengalami perubahan besar. Argentina kini dikabarkan lebih memilih tetap berada di tanah air dan menyiapkan rangkaian tiga pertandingan kandang.

Menurut laporan yang beredar dari ESPN Argentina dan dikutip sejumlah media, Asosiasi Sepak Bola Argentina atau AFA sedang menyusun agenda tiga pertandingan di dalam negeri pada periode internasional antara 21 September hingga 6 Oktober.

Perubahan tersebut bukan sekadar persoalan jadwal.

Argentina sedang mempersiapkan fase baru setelah era Messi secara resmi berakhir.

Keputusan Messi Mengubah Rencana Argentina

Lionel Messi mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional pada akhir Agustus 2026. Keputusan itu datang setelah Argentina tampil sebagai runner-up Piala Dunia 2026.

Dalam turnamen tersebut, Argentina harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol di partai final. Meski gagal mempertahankan trofi, Messi tetap meninggalkan Piala Dunia dengan warisan luar biasa.

Ia menutup karier internasionalnya dengan 125 gol dalam 207 penampilan bersama Argentina. Sebelumnya, Messi juga membawa negaranya meraih Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024.

Dengan keputusan tersebut, Argentina tidak lagi memasuki jeda internasional berikutnya dengan pertanyaan apakah Messi akan bermain.

Jawabannya sudah jelas.

Era Messi sebagai pemain Argentina telah berakhir.

Karena itu, AFA dan staf pelatih harus mulai merancang masa depan tanpa pemain yang selama hampir dua dekade menjadi pusat perhatian.

Tur Asia yang sebelumnya disiapkan menjadi salah satu korban perubahan tersebut.

Dari Tur Asia Menjadi Rangkaian Laga Kandang

Sebelum keputusan Messi, Argentina dikaitkan dengan rencana memainkan beberapa pertandingan di Asia. Salah satu pertandingan yang sempat disebut hampir pasti adalah pertemuan dengan China.

Namun, situasi berubah setelah Messi mengumumkan pensiun.

Argentina kini lebih condong memainkan seluruh rangkaian pertandingan di kandang sendiri. ESPN Argentina melaporkan bahwa kemungkinan La Albiceleste tampil di tanah air pada periode tersebut sangat besar, bahkan disebut mencapai sekitar 90 persen.

Perubahan ini memiliki alasan yang cukup masuk akal.

Tanpa Messi, Argentina sedang berada dalam fase transisi. Bermain di depan publik sendiri dapat memberikan lingkungan yang lebih nyaman bagi para pemain untuk memulai kehidupan baru tanpa sang superstar.

Selain itu, laga kandang memberikan kesempatan bagi suporter Argentina untuk memberikan penghormatan kepada Messi sekaligus menyambut generasi baru.

Itulah mengapa rencana tiga pertandingan tersebut berpotensi menjadi momen yang sangat emosional.

El Monumental Diproyeksikan Menjadi Panggung Pembuka

Salah satu rencana yang sedang dibahas adalah menjadikan El Monumental sebagai lokasi pertandingan pertama.

Stadion yang menjadi markas River Plate tersebut memiliki sejarah panjang bersama tim nasional Argentina. Tempat itu juga menjadi salah satu stadion paling penting dalam perjalanan Messi bersama negaranya.

Jika laga pertama era pasca-Messi benar-benar digelar di El Monumental, suasananya hampir pasti akan sangat berbeda.

Para suporter mungkin tidak hanya datang untuk menyaksikan pertandingan.

Mereka datang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada sebuah era.

AFA dikabarkan mempertimbangkan lawan dari Amerika Selatan atau CONCACAF untuk pertandingan pembuka tersebut. Sementara itu, dua pertandingan lainnya berpotensi dipindahkan ke wilayah Argentina di luar Buenos Aires.

Cordoba dan Rosario menjadi dua kandidat yang disebut sebagai lokasi pertandingan berikutnya.

Jika rencana itu terwujud, Argentina akan membawa tim nasional lebih dekat dengan para pendukung di berbagai wilayah.

Rosario Memiliki Makna Khusus

Rosario tentu memiliki arti istimewa dalam cerita Lionel Messi.

Kota tersebut merupakan tempat kelahiran Messi. Karena itu, kemungkinan Argentina memainkan salah satu pertandingan dalam rangkaian tersebut di Rosario dapat menghadirkan suasana emosional yang luar biasa.

Messi lahir di Rosario sebelum kemudian pindah ke Spanyol saat masih muda untuk mengembangkan karier sepak bolanya.

Meski sebagian besar karier profesionalnya berlangsung di Eropa, hubungan Messi dengan Rosario tidak pernah benar-benar hilang.

Jika tim nasional kembali ke kota tersebut pada periode awal setelah pensiunnya Messi, pertandingan itu bisa menjadi simbol peralihan generasi.

Argentina mungkin tidak lagi memiliki Messi di lapangan, tetapi jejaknya akan tetap terasa.

Scaloni Memasuki Tantangan Baru

Lionel Scaloni juga menghadapi tantangan yang berbeda.

Selama beberapa tahun terakhir, ia membangun tim Argentina dengan Messi sebagai salah satu pusat kreativitas sekaligus pemimpin ruang ganti.

Kini, Scaloni harus membentuk struktur baru.

Ia harus menemukan cara agar Argentina tetap kompetitif tanpa pemain yang telah mencetak 125 gol untuk negara tersebut.

Tantangannya bukan hanya mencari pengganti Messi.

Tidak ada pemain yang benar-benar bisa menggantikan Messi.

Yang harus dilakukan Scaloni adalah membangun sistem yang memungkinkan Argentina tetap memiliki identitas meskipun sumber kreativitas terbesar mereka sudah tidak tersedia.

Ini membutuhkan keberanian untuk memberikan kesempatan kepada pemain baru.

Laga kandang pada jeda FIFA mendatang dapat menjadi laboratorium penting bagi Scaloni.

Ia bisa mencoba kombinasi pemain berbeda, memberikan menit bermain kepada talenta muda, dan melihat siapa yang mampu mengambil tanggung jawab lebih besar.

Generasi Baru Argentina Mulai Diuji

Argentina sebenarnya sudah memiliki sejumlah pemain berkualitas yang dapat menjadi fondasi generasi berikutnya.

Mereka tidak harus langsung menjadi “Messi baru”.

Targetnya jauh lebih realistis.

Mereka harus mampu membangun identitas kolektif.

Sepak bola Argentina dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa tim tersebut tidak sepenuhnya bergantung kepada kemampuan individu. Scaloni berhasil membangun kelompok pemain yang memiliki kedisiplinan, solidaritas, dan mental kompetitif.

Kualitas tersebut harus dipertahankan.

Pemain seperti Julian Alvarez, Lautaro Martinez, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, dan sejumlah pemain generasi berikutnya dapat memiliki peran lebih besar dalam struktur pasca-Messi.

Namun, mereka harus memahami bahwa tanggung jawab tidak berarti harus menjadi pengganti langsung sang legenda.

Argentina perlu bergerak dari sepak bola yang berpusat pada satu ikon menjadi tim yang memiliki banyak sumber ancaman.

Kekalahan dari Spanyol Menjadi Pelajaran

Rangkaian pertandingan berikutnya juga datang setelah Argentina mengalami kekalahan di final Piala Dunia 2026.

Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 dalam pertandingan final tersebut, mengakhiri harapan La Albiceleste untuk menutup era Messi dengan gelar dunia kedua secara beruntun.

Kekalahan itu tentu menyakitkan.

Argentina sudah mencapai pertandingan terakhir turnamen, tetapi harus menerima kenyataan bahwa trofi kembali gagal mereka raih.

Bagi Scaloni, pertandingan-pertandingan berikutnya dapat digunakan untuk mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki.

Tanpa Messi, Argentina harus menemukan cara baru dalam menciptakan peluang.

Mereka juga harus mencari pemimpin baru.

Pemain senior akan memiliki tanggung jawab untuk menjaga standar yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir.

Bukan Lagi Tim yang Bergantung pada Messi

Menariknya, Argentina sebenarnya sudah mulai menunjukkan perkembangan ke arah tersebut sebelum Messi pensiun.

Tim tersebut tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sang kapten untuk memenangkan setiap pertandingan.

Messi memang masih memberikan kontribusi luar biasa, tetapi struktur tim semakin kuat.

Argentina mampu bertahan dengan baik, melakukan pressing secara kolektif, dan menciptakan peluang melalui beberapa pemain.

Hal ini memberikan alasan bagi Scaloni untuk optimistis.

Kehilangan Messi tentu merupakan pukulan besar.

Namun, fondasi tim masih ada.

Yang berubah adalah cara mereka harus memaksimalkan fondasi tersebut.

Tiga Laga Bisa Menjadi Titik Awal Penting

Jika rencana tiga pertandingan kandang benar-benar terwujud, setiap laga akan memiliki fungsi yang berbeda.

Pertandingan pertama bisa menjadi ajang emosional untuk membuka era baru.

Pertandingan kedua dapat digunakan untuk menguji kombinasi pemain.

Pertandingan ketiga mungkin menjadi kesempatan terakhir bagi beberapa pemain untuk menunjukkan bahwa mereka layak masuk dalam rencana jangka panjang Scaloni.

Tiga pertandingan dalam satu jeda internasional memberikan ruang cukup besar bagi eksperimen.

Namun, Scaloni juga harus berhati-hati.

Terlalu banyak perubahan sekaligus bisa mengganggu keseimbangan tim.

Karena itu, kemungkinan besar pelatih akan mempertahankan beberapa pemain inti sambil secara perlahan memperkenalkan wajah baru.

Masa Depan Kualifikasi Juga Menjadi Perhatian

Selain pertandingan persahabatan, Argentina menghadapi persoalan lain berkaitan dengan format kualifikasi Piala Dunia berikutnya.

CONMEBOL dan FIFA dilaporkan sedang membicarakan alokasi tempat untuk Amerika Selatan karena Argentina, Uruguay, dan Paraguay menjadi tuan rumah bersama turnamen berikutnya.

Argentina sendiri disebut tetap ingin mengikuti seluruh proses kualifikasi.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa agenda setelah Piala Dunia 2026 bukan sekadar pertandingan persahabatan.

Ada persiapan jangka panjang yang harus dilakukan.

Scaloni perlu memastikan Argentina tidak kehilangan momentum setelah era Messi.

Kemenangan dan performa positif dalam laga kandang akan membantu menjaga kepercayaan diri.

Suporter Argentina Akan Memainkan Peran Besar

Ada satu faktor yang tidak boleh diremehkan: suporter.

Argentina memiliki basis pendukung yang sangat fanatik.

Selama periode kebangkitan tim nasional dalam beberapa tahun terakhir, dukungan publik menjadi salah satu energi penting.

Setelah Messi pensiun, suporter juga harus menjalani proses adaptasi.

Mereka tidak lagi akan melihat nomor 10 berjalan ke lapangan sebagai pemain aktif.

Tidak ada lagi harapan bahwa Messi akan muncul dengan satu momen ajaib untuk menentukan pertandingan.

Karena itu, pertandingan pertama setelah pensiunnya Messi akan memiliki nilai simbolis.

Suporter akan belajar mendukung Argentina sebagai sebuah tim, bukan hanya sebagai tim milik Messi.

Penghormatan untuk Sang Legenda

Walaupun Messi sudah pensiun, bukan berarti hubungannya dengan Argentina berakhir.

AFA telah memberikan penghormatan kepada sang pemain. Bahkan, seluruh pertandingan sepak bola di Argentina pada akhir pekan ini direncanakan berhenti pada menit ke-10 selama 60 detik sebagai bentuk penghormatan kepada Messi.

Hal tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh Messi terhadap sepak bola Argentina.

Ia bukan sekadar pencetak gol.

Ia adalah simbol sebuah generasi.

Karier internasional Messi pernah dipenuhi kekecewaan sebelum akhirnya berubah menjadi cerita kesuksesan luar biasa.

Ia kalah di final Piala Dunia 2014, mengalami kekalahan dalam beberapa final Copa America, bahkan sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional pada 2016.

Namun, ia kembali.

Dan setelah kembali, Messi akhirnya meraih trofi yang selama bertahun-tahun menjadi impiannya.

Warisan Messi Tidak Akan Hilang

Argentina sekarang harus belajar hidup tanpa Messi.

Tetapi mereka tidak harus melupakan apa yang telah dibangunnya.

Warisan Messi dapat diteruskan melalui mentalitas.

Ia menunjukkan bahwa kegagalan bukan alasan untuk menyerah.

Ia membuktikan bahwa kritik dapat dilalui.

Dan yang paling penting, ia membantu mengubah hubungan publik Argentina dengan tim nasional dari penuh frustrasi menjadi penuh kebanggaan.

Generasi pemain berikutnya akan tumbuh dengan cerita tersebut.

Mereka akan memasuki tim nasional dengan standar yang jauh lebih tinggi.

Itulah salah satu warisan terbesar Messi.

Mengapa Laga Kandang Bisa Menjadi Pilihan Tepat?

Dari sisi sepak bola, keputusan membatalkan tur Asia juga dapat memberikan manfaat praktis.

Perjalanan internasional yang panjang biasanya menguras energi pemain.

Dengan bermain di Argentina, tim dapat mengurangi beban perjalanan dan memiliki waktu persiapan yang lebih terkontrol.

Bagi pemain baru, kondisi tersebut juga lebih ideal.

Mereka dapat melakukan debut dalam lingkungan yang familiar.

Selain itu, laga kandang memberikan kesempatan bagi AFA untuk mengelola momentum komersial dan emosional setelah Piala Dunia.

Antusiasme suporter terhadap tim nasional masih sangat tinggi.

Keputusan Messi pensiun justru dapat membuat minat terhadap pertandingan pertama Argentina setelah Piala Dunia semakin besar.

Banyak penggemar ingin mengetahui seperti apa Argentina tanpa sang kapten.

Argentina Harus Menemukan Identitas Baru

Inilah tantangan utama Scaloni.

Ia tidak perlu menemukan pemain yang memiliki kemampuan sama seperti Messi karena pemain seperti itu hampir mustahil ditemukan.

Sebaliknya, ia harus memastikan Argentina memiliki banyak pemain yang mampu memberikan kontribusi.

Jika sebelumnya kreativitas sering mengalir melalui Messi, kini aliran tersebut harus dibagi.

Gelandang harus lebih aktif.

Pemain sayap harus berani mengambil risiko.

Striker harus mampu menciptakan peluang sendiri.

Bek juga harus nyaman membangun serangan dari belakang.

Dengan demikian, kehilangan satu pemain tidak akan menghancurkan struktur keseluruhan.

November Menjadi Tahap Berikutnya

Setelah jeda internasional September-Oktober, Argentina akan kembali menghadapi agenda FIFA pada 9 hingga 17 November.

Artinya, Scaloni tidak memiliki waktu terlalu panjang untuk bereksperimen.

Tiga pertandingan kandang menjadi kesempatan penting.

Apa yang berhasil akan dipertahankan.

Apa yang gagal akan dievaluasi.

Pemain yang menunjukkan performa bagus dapat memperoleh kesempatan lebih besar pada November.

Proses seperti ini sangat penting untuk membangun tim baru.

Baca Juga:

TAGS:
CLOSE