1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Ironi Mariano Peralta di Persib Bandung Baru 1 Assist di Liga Padahal Musim Lalu Cetak 20 Gol

Mariano Peralta datang ke Persib Bandung dengan ekspektasi tinggi setelah tampil luar biasa bersama Borneo FC Samarinda pada musim 2025/2026. Berstatus sebagai pemain terbaik BRI Super League musim lalu, winger asal Argentina itu diharapkan menjadi salah satu motor serangan Maung Bandung pada musim ini.

Namun, perjalanan Peralta bersama Persib belum berjalan sesuai harapan, khususnya di kompetisi domestik. Hingga enam pertandingan awal BRI Super League 2026/2027, ia baru mencatatkan satu assist tanpa satu pun gol.

Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah Peralta melakukan kesalahan yang berujung kekalahan Persib dari Madura United. Dalam pertandingan pekan keenam di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Kamis (22/10/2026), Maung Bandung takluk dengan skor 0-1.

Kesalahan Peralta pada menit-menit akhir pertandingan menjadi salah satu momen yang merugikan timnya. Padahal, pemain berusia produktif itu sebelumnya dikenal sebagai salah satu penyerang sayap paling berbahaya di kompetisi sepak bola Indonesia.

Meski demikian, performa Peralta tidak sepenuhnya buruk di semua ajang. Ia masih mampu memberikan kontribusi ketika Persib berlaga di kompetisi internasional. Lantas, apa yang membuat catatan pemain terbaik musim lalu itu terlihat berbeda di BRI Super League?

Mariano Peralta Blunder, Persib Bandung Kalah dari Madura United

Persib Bandung harus pulang tanpa poin setelah kalah 0-1 dari Madura United pada pertandingan pekan keenam BRI Super League 2026/2027.

Gol penentu kemenangan tuan rumah tercipta pada menit ke-89 melalui Dimitar Mitkov, yang memanfaatkan assist Iran Junior.

Dalam proses terjadinya gol tersebut, Peralta melakukan kesalahan ketika menguasai bola di area pertahanan Persib. Umpannya berhasil direbut pemain lawan dan situasi itu berujung pada gol kemenangan Madura United.

Peralta sendiri baru masuk setelah jeda turun minum untuk menggantikan Luka Menalo. Kesempatan bermain pada babak kedua itu menjadi pengalaman berbeda baginya, sebab dalam lima pertandingan liga sebelumnya ia selalu tampil sebagai starter.

Berdasarkan statistik I.League, selama lebih dari 45 menit berada di lapangan, Peralta mencatatkan satu peluang, satu dribel sukses, dan satu tembakan yang tidak mengarah ke gawang.

Catatan tersebut belum cukup membantu Persib menghindari kekalahan. Kesalahan menjelang akhir laga juga membuat penampilan Peralta mendapat perhatian lebih besar dari pencinta sepak bola.

Statistik Mariano Peralta Jauh Berbeda dari Musim Lalu

Sorotan terhadap Mariano Peralta tidak lepas dari pencapaiannya bersama Borneo FC pada musim sebelumnya.

Pada BRI Super League 2025/2026, winger Argentina tersebut tampil produktif dengan torehan 20 gol dan 14 assist dari 34 penampilan. Performa itu turut mengantarkannya meraih status pemain terbaik kompetisi.

Kontribusi tersebut membuat Persib memiliki alasan kuat untuk berharap banyak ketika merekrutnya. Peralta diharapkan mampu membawa kreativitas, kecepatan, dan ketajaman ke lini serang Maung Bandung.

Namun, statistik enam pertandingan pertamanya di liga musim ini menunjukkan gambaran berbeda.

Berikut perbandingan kontribusi Peralta pada periode enam pertandingan awal di masing-masing musim:

  • BRI Super League 2025/2026 bersama Borneo FC: empat gol dan dua assist.
  • BRI Super League 2026/2027 bersama Persib Bandung: nol gol dan satu assist.

Perbedaan ini memperlihatkan bahwa produktivitas Peralta di kompetisi domestik belum menyamai pencapaiannya pada periode yang sama musim lalu.

Meski begitu, perbandingan statistik saja belum cukup untuk menyimpulkan penyebab penurunan kontribusinya. Peran taktik, adaptasi dengan rekan setim, dan situasi pertandingan juga dapat memengaruhi performa seorang pemain.

Persib Punya Beban Lebih Besar pada Musim 2026/2027

Salah satu konteks penting dalam menilai performa Peralta adalah jadwal Persib Bandung pada musim ini.

Maung Bandung tidak hanya berkompetisi di BRI Super League, tetapi juga tampil di AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship.

Padatnya agenda membuat tim harus membagi perhatian ke beberapa kompetisi sekaligus. Pemain juga dituntut menjaga kondisi fisik, konsentrasi, dan konsistensi permainan ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

Dalam situasi tersebut, kontribusi seorang pemain tidak selalu bisa dinilai hanya dari statistik liga domestik.

Peralta, misalnya, justru memperlihatkan catatan yang lebih baik ketika bermain di kompetisi internasional bersama Persib.

Berdasarkan data yang tersedia, ia telah mencetak dua gol dan satu assist dari tiga penampilan di dua turnamen tersebut.

Catatan ini memberikan gambaran bahwa kemampuan menyerangnya masih bisa memberikan hasil positif. Tantangannya sekarang adalah membawa produktivitas tersebut ke pertandingan BRI Super League.

Mariano Peralta Masih Bersinar di Kompetisi Asia

Di tengah minimnya kontribusi di liga domestik, penampilan Peralta pada kompetisi internasional menjadi sisi lain yang patut diperhatikan.

Dua gol dan satu assist dari tiga penampilan bersama Persib di AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship menunjukkan bahwa ia masih mampu terlibat dalam proses terciptanya gol.

Perbedaan performa antarkompetisi bisa terjadi karena sejumlah faktor, mulai dari karakter lawan, kebutuhan taktik, hingga peran pemain dalam skema permainan.

Karena itu, catatan Peralta di Asia menjadi alasan untuk tidak terburu-buru menilai keseluruhan musimnya hanya berdasarkan enam pertandingan liga.

Namun, kontribusi di kompetisi internasional tetap perlu diikuti konsistensi di BRI Super League. Persib membutuhkan pemain ofensif yang mampu menciptakan peluang, memberikan assist, dan mencetak gol ketika tim menghadapi pertandingan sulit.

Peralta masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki catatannya seiring berjalannya kompetisi. Konsistensi dalam mengambil keputusan, ketenangan ketika menguasai bola, dan efektivitas di depan gawang akan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.

Peralta Dituntut Segera Bangkit Bersama Persib

Hingga pekan keenam BRI Super League 2026/2027, Persib Bandung mencatatkan tiga kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Maung Bandung pada awal musim belum sepenuhnya konsisten.

Bagi Peralta, situasi ini menjadi tantangan untuk membuktikan kembali kualitas yang membuatnya bersinar bersama Borneo FC.

Status sebagai pemain terbaik musim lalu tentu membawa ekspektasi tinggi. Namun, setiap musim menghadirkan tantangan berbeda, terutama ketika seorang pemain bergabung dengan tim baru dan harus menyesuaikan diri dengan sistem permainan yang berbeda.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Peralta dalam pertandingan berikutnya:

  • Mengurangi kesalahan ketika menguasai bola di area berbahaya.
  • Meningkatkan efektivitas tembakan dan penyelesaian akhir.
  • Memperkuat koordinasi dengan rekan-rekan di lini serang.
  • Menjaga konsistensi kontribusi di seluruh kompetisi yang diikuti Persib.

Peralta belum kehilangan kesempatan untuk membalikkan situasi. Catatan positifnya di kompetisi Asia menunjukkan bahwa ia masih memiliki potensi untuk memberikan kontribusi penting bagi Maung Bandung.

Kini, tantangan terbesarnya adalah mengubah performa tersebut menjadi produktivitas di BRI Super League. Persib membutuhkan kontribusi nyata dari pemain yang didatangkan dengan ekspektasi tinggi, sementara Peralta memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa pencapaiannya bersama Borneo FC bukan sekadar cerita masa lalu.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE