1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Jejak Kepelatihan Kurniawan Dwi Yulianto Dari Italia ke Timnas Indonesia U-17

Nama Kurniawan Dwi Yulianto sudah legendaris di sepak bola Indonesia. Si Kurus, panggilan akrabnya, dulu dikenal sebagai striker andalan Timnas Indonesia dan beberapa klub besar di Tanah Air. Kini, Kurniawan menapaki babak baru dalam dunia kepelatihan dengan mengemban tugas besar: memimpin Timnas Indonesia U-17.

Target Besar di Timnas U-17

PSSI menaruh kepercayaan penuh kepada Kurniawan Dwi Yulianto untuk membawa Timnas U-17 berlaga di putaran final Piala Dunia U-17 2026.

“Ya pasti harus lolos, targetnya ke Piala Dunia U-17 2026. Karena kan setiap tahun ada Piala Dunia U-17. Tetapi kembali lagi, kami selalu komunikasikan dengan Dirtek,” ujar Sumardji, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI baru-baru ini.

Tugas ini jelas bukan perkara mudah. Selain menyiapkan strategi, Kurniawan harus memastikan regenerasi pemain muda berjalan lancar sehingga Timnas U-17 siap bersaing di level internasional.

Awal Karier Kepelatihan

Kurniawan memulai karier kepelatihannya pada 2017, empat tahun setelah pensiun sebagai pemain profesional. Ia langsung menempati posisi sebagai asisten pelatih Borneo FC Samarinda, sebuah klub yang kini bersaing ketat di BRI Super League.

Menariknya, sepanjang kariernya, Kurniawan lebih banyak mengemban peran sebagai asisten pelatih dibanding pelatih kepala. Posisi ini membuatnya belajar banyak, baik dalam taktik, manajemen pemain, hingga persiapan teknis sebelum bertanding.

Sebelum dipercaya menangani Timnas U-17, Kurniawan sempat menjadi pelatih kepala di Sabah FC di Malaysia, menunjukkan bahwa ia juga mampu memimpin tim secara penuh.

Perjalanan Internasional: Italia

Kurniawan juga menorehkan pengalaman unik dengan berkarier di luar negeri. Dari 2021 hingga 2024, ia menjadi asisten pelatih tim muda Como, sebuah klub Italia yang kompetitif di level junior.

Italia bukanlah hal asing bagi Kurniawan. Semasa muda, ia pernah menimba ilmu lewat program PSSI Primavera di negeri pizza itu dan bahkan sempat menembus Sampdoria. Pengalaman ini memberinya wawasan taktik Eropa yang kini diterapkan dalam pengelolaan Timnas U-17.

Jejak Kepelatihan Kurniawan Dwi Yulianto

Berikut rangkuman perjalanan kepelatihan Kurniawan:

  • 2017-2018: Asisten pelatih Borneo FC
  • 2018: Asisten pelatih Timnas Indonesia
  • 2019: Asisten pelatih Timnas Indonesia U-23
  • 2019-2021: Pelatih Sabah FC
  • 2021-2024: Asisten pelatih akademi Como
  • 2023: Asisten pelatih Timnas Indonesia U-22
  • 2025: Asisten pelatih Timnas Indonesia U-20
  • 2025: Direktur Teknis PSPS Pekanbaru
  • 2025: Pelatih Timnas Indonesia U-17

Jejak ini menunjukkan konsistensi Kurniawan dalam dunia kepelatihan, mulai dari level klub hingga tim nasional, serta pengalaman internasional yang memperkaya kualitas kepelatihannya.

Filosofi dan Pendekatan

Kurniawan dikenal memiliki pendekatan yang disiplin namun fleksibel. Pengalaman sebagai pemain profesional memberinya kemampuan membaca permainan dari perspektif pemain dan pelatih sekaligus. Hal ini menjadi modal berharga saat melatih pemain muda Timnas U-17 agar siap menghadapi kompetisi internasional.

Selain aspek teknis, Kurniawan juga fokus pada pengembangan mental pemain muda. Ia percaya bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup, mental dan mentalitas juara menjadi faktor penentu sukses di ajang Piala Dunia U-17 nanti.

Tantangan dan Harapan

Memimpin Timnas Indonesia U-17 bukan perkara mudah. Kurniawan harus membentuk skuad yang kompetitif dari pemain muda yang memiliki pengalaman berbeda-beda, termasuk mereka yang belum banyak tampil di kompetisi internasional.

Namun, kombinasi pengalaman domestik, internasional, dan filosofi kepelatihan yang matang membuat Kurniawan siap menghadapi tantangan ini. Target lolos ke Piala Dunia U-17 bukan sekadar ambisi, tetapi bagian dari misi jangka panjang PSSI dalam regenerasi pemain muda.

Kesimpulan

Kurniawan Dwi Yulianto bukan hanya legenda sebagai pemain, tetapi kini membuktikan diri sebagai pelatih yang berwawasan luas. Dari pengalaman di Italia hingga Malaysia, serta berbagai posisi sebagai asisten maupun pelatih kepala, membuatnya siap memimpin Timnas Indonesia U-17 menghadapi Piala Dunia U-17 2026.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE