1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Kontroversi Wasit di Laga Dewa United vs Persib, Umuh Muchtar Buka Suara

Hasil imbang antara Dewa United dan Persib Bandung pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 menyisakan cerita panjang yang tak sekadar soal skor akhir. Laga yang digelar di Banten International Stadium (BIS), Senin (20/4/2026) malam, justru memicu polemik terkait kepemimpinan wasit yang dinilai kontroversial. Sorotan tajam datang dari Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, yang secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya.

Pertandingan yang berakhir tanpa pemenang ini seharusnya menjadi tontonan menarik dua tim papan atas. Namun, sejumlah keputusan wasit sepanjang laga dinilai telah mencederai sportivitas dan memengaruhi jalannya pertandingan.

Umuh Muchtar Soroti Kinerja Wasit

Umuh Muchtar menegaskan bahwa hasil imbang bukanlah persoalan utama bagi Persib Bandung. Ia justru menyoroti kinerja wasit yang dianggap tidak adil dan merugikan timnya. Dalam pernyataannya pada Selasa (21/4/2026), Umuh menyampaikan kritik secara tegas.

“Bukan masalah hasil imbangnya. Terus terang saja, ini karena wasit. Ini mutlak karena wasit tidak benar,” ujar Umuh dengan nada kecewa.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap keputusan-keputusan krusial yang terjadi sepanjang pertandingan. Ia menilai, kepemimpinan wasit seharusnya mampu menjaga integritas laga, bukan justru menjadi sumber kontroversi.

Keputusan Kontroversial Jadi Sorotan

Salah satu momen yang paling disorot adalah ketika bola yang sudah keluar lapangan tetap dianggap sah oleh wasit. Keputusan ini menjadi titik awal polemik yang berkembang setelah pertandingan.

Menurut Umuh, kejadian tersebut sangat jelas terlihat oleh banyak pihak, bukan hanya oleh tim Persib. “Semua orang nonton. Bola sudah keluar tapi disahkan. Padahal, itu mutlak di luar,” ungkapnya.

Selain itu, dugaan pelanggaran handball yang tidak ditindaklanjuti juga menjadi perhatian. Dalam situasi tersebut, wasit dinilai mengabaikan potensi pelanggaran yang seharusnya dapat memengaruhi hasil pertandingan.

Keputusan-keputusan ini kemudian berdampak langsung pada jalannya laga, termasuk terciptanya gol yang membawa Dewa United unggul lebih dulu.

Peran VAR Dipertanyakan

Teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang seharusnya membantu memastikan keadilan dalam pertandingan justru ikut menjadi sorotan. Umuh mempertanyakan mengapa VAR tidak digunakan secara maksimal dalam momen-momen krusial.

Menurutnya, VAR seharusnya menjadi alat penting untuk mengoreksi keputusan wasit di lapangan. Namun dalam pertandingan ini, fungsi tersebut dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Kenapa tidak dibuka VAR yang pertama? Padahal jelas. Masa yang difoto saja bisa, tapi VAR tidak ada? Ini aneh,” kata Umuh.

Ia juga menyoroti keterlibatan salah satu petugas VAR yang sebelumnya pernah mendapat sanksi. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar terkait profesionalisme dan konsistensi dalam penegakan aturan.

Jalannya Pertandingan yang Berubah Drastis

Secara permainan, laga antara Dewa United dan Persib Bandung berlangsung intens sejak awal. Dewa United mampu memanfaatkan peluang dan sempat unggul dua gol, salah satunya melalui proses yang diperdebatkan.

Namun, Persib Bandung menunjukkan mental kuat dengan bangkit dan menyamakan kedudukan. Dua gol balasan memastikan laga berakhir dengan skor imbang 2-2.

Meski demikian, hasil akhir ini tetap dibayangi kontroversi. Banyak pihak menilai, tanpa keputusan-keputusan yang dipersoalkan, jalannya pertandingan bisa saja berbeda.

Apresiasi untuk Bobotoh di Tengah Kekecewaan

Di tengah polemik yang terjadi, Umuh Muchtar tetap memberikan apresiasi tinggi kepada suporter Persib, Bobotoh. Ia menilai dukungan yang diberikan tetap luar biasa, baik sebelum maupun setelah pertandingan.

“Bobotoh luar biasa. Di jalan penuh, menyambut, mengawal. Mereka tetap eksis dan mendukung,” tuturnya.

Dukungan tersebut menjadi bukti loyalitas suporter yang tidak tergoyahkan, meski tim menghadapi situasi yang kurang menguntungkan.

Tidak Akan Ajukan Protes Resmi

Meski merasa dirugikan, Umuh Muchtar mengaku tidak akan mengajukan protes resmi. Ia menilai langkah tersebut tidak efektif, mengingat pengalaman sebelumnya yang jarang membuahkan hasil.

“Buat apa protes? Tidak ada yang dikabulkan. Kalau memang murni, seharusnya ada rasa malu. Namun, ini seperti sudah tidak merasa bersalah,” ujarnya.

Sikap ini mencerminkan rasa frustrasi terhadap sistem yang dianggap tidak memberikan ruang keadilan bagi klub.

Kesimpulan

Laga Dewa United vs Persib Bandung yang berakhir imbang seharusnya menjadi cerita tentang persaingan sengit di lapangan. Namun, kontroversi terkait kepemimpinan wasit justru menjadi sorotan utama yang menutupi jalannya pertandingan.

Kekecewaan yang diungkapkan Umuh Muchtar menegaskan pentingnya peningkatan kualitas wasit dan optimalisasi penggunaan VAR dalam kompetisi sepak bola Indonesia. Tanpa perbaikan yang nyata, kepercayaan publik terhadap integritas pertandingan bisa semakin menurun.

Ke depan, semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menciptakan kompetisi yang lebih adil dan transparan. Sepak bola seharusnya menjadi ajang sportivitas, bukan ruang bagi kontroversi yang merugikan banyak pihak.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE