Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya merespons sanksi yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI kepada klub dan pendukungnya, The Jakmania. Alih-alih mencari alasan atau membela diri, pelatih asal Korea Selatan tersebut justru meminta suporter melakukan introspeksi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pernyataan itu disampaikan Shin Tae-yong setelah Persija Jakarta meraih kemenangan meyakinkan 5-1 atas Arema FC pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026) malam WIB.
Kemenangan besar tersebut menjadi kabar positif bagi Macan Kemayoran. Namun, di balik hasil di lapangan, Persija juga harus menghadapi persoalan disiplin yang berujung pada denda puluhan juta rupiah serta larangan tur tandang bagi The Jakmania selama setengah musim.
Shin menilai tindakan negatif suporter tidak hanya berdampak pada klub, tetapi juga bisa merugikan pemain dan pendukung lainnya. Karena itu, ia berharap seluruh pihak bisa mengambil pelajaran dari sanksi yang telah dijatuhkan.
Persija Jakarta Dijatuhi Denda Total Rp90 Juta
Persija Jakarta menerima sanksi dari Komite Disiplin PSSI setelah terjadi keributan antarsuporter dalam pertandingan melawan Persita Tangerang pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027.
Dalam pertandingan tersebut, Persija harus mengakui keunggulan Persita dengan skor 2-3. Insiden antarsuporter yang terjadi setelah pertandingan menjadi persoalan serius dan berujung pada sanksi disiplin.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, membacakan hasil sidang Komdis terkait hukuman untuk Persija pada siang hari sebelum pertandingan melawan Arema FC, Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan informasi tersebut, Persija dijatuhi denda dengan total mencapai Rp90 juta. Selain hukuman finansial kepada klub, The Jakmania juga menerima sanksi berupa larangan melakukan tur tandang selama setengah musim.
Sanksi ini menjadi perhatian karena dukungan suporter merupakan bagian penting dalam perjalanan sebuah klub sepak bola. Kehadiran pendukung di stadion, termasuk ketika tim bermain di kandang lawan, dapat memberikan dorongan moral kepada para pemain.
Namun, ketika terjadi pelanggaran disiplin, dampaknya bisa meluas hingga memengaruhi klub dan suporter secara keseluruhan.
Bagi Persija, persoalan ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan agar perhatian tim tidak terpecah dari target kompetisi.
Shin Tae-yong Tak Mau Mencari Alasan
Shin Tae-yong mengaku baru menerima laporan mengenai sanksi tersebut setelah tiba di stadion. Meski demikian, ia tidak ingin memperpanjang persoalan dengan mencari alasan atau pembenaran atas hukuman yang telah dijatuhkan.
Pelatih Persija itu justru menyampaikan pesan langsung kepada The Jakmania agar tidak mengulangi tindakan yang dapat merugikan klub.
“Ya, saya juga baru menerima laporan mengenai sanksi yang dijatuhkan kepada kami setelah tiba di stadion,” ujar Shin Tae-yong.
Ia kemudian menegaskan bahwa tindakan suporter yang berujung pada sanksi harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, dampak kejadian seperti itu tidak berhenti pada pihak yang terlibat langsung.
“Namun, daripada mencari-cari alasan atau pembenaran terkait sanksi tersebut, saya justru berharap para suporter kami tidak lagi melakukan tindakan seperti itu ke depannya.”
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Shin ingin persoalan ini dijadikan momentum evaluasi. Ia tidak hanya menyoroti kerugian yang ditanggung Persija, tetapi juga mengingatkan bahwa pemain dan suporter lain dapat terkena dampaknya.
Dalam kompetisi yang masih panjang, menjaga situasi tetap kondusif menjadi salah satu hal penting agar klub bisa fokus menghadapi pertandingan berikutnya.
The Jakmania Diminta Introspeksi, Kerugian Bisa Ditanggung Bersama
Shin Tae-yong berharap The Jakmania dapat menjaga sikap, baik ketika mendukung Persija di stadion maupun saat berada di luar lapangan.
Menurutnya, tindakan negatif yang dilakukan sebagian suporter berpotensi menimbulkan konsekuensi bagi seluruh elemen klub. Persija bisa kehilangan dukungan langsung dalam pertandingan tandang, sementara para pemain juga harus menghadapi situasi yang tidak menguntungkan.
“Sebab, ketika tindakan semacam itu terjadi, yang akan mengalami kerugian bukan hanya klub, melainkan juga para pemain dan seluruh suporter itu,” jelasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa dukungan kepada tim tidak hanya ditunjukkan melalui jumlah kehadiran atau kerasnya suara di tribun. Sikap tertib dan tanggung jawab juga memiliki peran penting dalam menjaga nama baik klub.
Shin kembali menekankan bahwa seluruh pihak harus memahami konsekuensi dari tindakan yang dilakukan.
“Semuanya akan sama-sama menanggung kerugian. Karena itu, saya berharap kejadian yang tidak diinginkan seperti ini tidak terulang lagi,” tutur Shin Tae-yong.
Ia juga menilai kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama, bukan hanya bagi suporter, tetapi juga pihak lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan dan jalannya pertandingan.
“Saya pikir hal seperti ini jelas harus menjadi bahan introspeksi, baik bagi para suporter kami maupun semua pihak,” paparnya.
Dengan demikian, harapan Shin bukan sekadar agar sanksi serupa tidak kembali diterima Persija. Ia juga ingin hubungan antara klub, pemain, dan pendukung tetap terjaga sehingga dukungan terhadap Macan Kemayoran dapat diberikan secara positif.
Larangan Tur Tandang Jadi Tantangan bagi The Jakmania
Salah satu konsekuensi yang harus dihadapi The Jakmania adalah larangan tur tandang selama setengah musim. Hukuman tersebut membatasi kesempatan suporter untuk mendampingi Persija secara langsung ketika bermain di kandang lawan.
Bagi pendukung yang terbiasa mengikuti perjalanan tim, sanksi ini tentu menjadi perubahan besar dalam cara memberikan dukungan.
Meski demikian, larangan tur tandang tidak berarti loyalitas terhadap klub harus berkurang. The Jakmania tetap dapat memberikan dukungan dengan menjaga ketertiban dan mematuhi ketentuan yang berlaku.
Ada beberapa hal yang dapat menjadi perhatian setelah sanksi dijatuhkan:
- Menjaga ketertiban: menghindari tindakan yang berpotensi memicu keributan selama pertandingan.
- Mematuhi aturan: menghormati regulasi penyelenggara dan keputusan otoritas sepak bola.
- Melindungi kepentingan klub: memahami bahwa pelanggaran dapat berujung pada kerugian finansial dan pembatasan dukungan.
- Menjaga nama baik suporter: menunjukkan bahwa dukungan fanatik bisa berjalan beriringan dengan sikap bertanggung jawab.
Langkah tersebut penting agar dukungan suporter tetap menjadi kekuatan bagi Persija, bukan justru menambah persoalan di luar lapangan.
Kemenangan atas Arema FC Jadi Momentum Persija Berbenah
Di tengah persoalan sanksi, Persija Jakarta tetap memiliki alasan untuk menjaga optimisme setelah mengalahkan Arema FC dengan skor 5-1.
Kemenangan pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 tersebut memberikan hasil positif bagi Macan Kemayoran setelah sebelumnya kalah 2-3 dari Persita Tangerang.
Namun, hasil di lapangan dan persoalan disiplin suporter merupakan dua hal yang sama-sama perlu mendapatkan perhatian. Persija harus mempertahankan performa kompetitif, sementara seluruh elemen pendukung perlu memastikan kejadian yang berujung sanksi tidak terulang.
Pesan Shin Tae-yong pun cukup jelas: tidak ada pihak yang benar-benar diuntungkan ketika tindakan suporter berujung pada hukuman bagi klub.
Kini, tantangannya adalah menjadikan sanksi tersebut sebagai pelajaran bersama. Dengan kedisiplinan, tanggung jawab, dan dukungan yang lebih tertib, Persija diharapkan dapat menjalani kompetisi dengan lebih fokus tanpa kembali terbebani persoalan serupa.
BACA JUGA :
- SBOTOP : Shayne Pattynama Terus Tersisih di Persija Jakarta Shin Tae-yong Ungkap Alasan Tak Memainkannya
- SBOTOP : Borneo FC Comeback 3-1 atas Tainan City Mauro Jeronimo Bawa Pesut Etam Lolos ke Perempat Final
- SBOTOP : Garudayaksa FC Dibantai Bali United 0-5 Milos Joksic Siapkan Tim Hadapi Persib Bandung












