Persijap Jepara mulai bergerak cepat menjelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027. Laskar Kalinyamat kembali menambah kekuatan dengan mendatangkan tiga pemain sekaligus, termasuk gelandang Timnas Tajikistan yang sudah tidak asing bagi publik Jepara.
Nama tersebut adalah Rakhmatsho Rakhmatzoda. Gelandang berusia 22 tahun itu kembali ke Persijap setelah sebelumnya membantu klub tersebut meraih tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Selain Rakhmatzoda, Persijap juga memperkenalkan dua pemain lokal, yakni Ahmad Wadil dan Tegar Infantrie. Kehadiran ketiganya membuat persiapan tim asuhan Juan Cortes menuju musim baru semakin menarik untuk diperhatikan.
Dengan kick-off BRI Super League 2026/2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 4 September 2026, Persijap memang tidak punya banyak waktu untuk merampungkan komposisi skuad.
Rakhmatsho Rakhmatzoda Pulang ke Persijap
Rakhmatsho Rakhmatzoda menjadi nama yang paling mencuri perhatian dari tiga rekrutan terbaru Persijap Jepara.
Gelandang kelahiran 6 April 2004 tersebut bukan pemain baru bagi Laskar Kalinyamat. Sebelumnya, Rakhmatzoda pernah memperkuat Persijap ketika masih bermain di kasta kedua pada musim 2024/2025.
Kehadirannya saat itu memberikan kontribusi penting dalam perjalanan Persijap menuju promosi ke level tertinggi.
Rakhmatzoda juga memiliki pengalaman di level internasional. Pemain asal Tajikistan tersebut telah mengoleksi empat caps bersama Timnas Tajikistan.
Persijap pun menyambut kembalinya sang gelandang dengan pesan yang cukup emosional.
“Rakhmatsho Rakhmatzoda kembali bersama Persijap Jepara. Kembali ke rumah, siap menulis cerita berikutnya,” tulis Persijap saat memperkenalkan pemain tersebut.
Kembalinya Rakhmatzoda tentu menjadi keuntungan tersendiri. Ia sudah mengenal lingkungan klub, karakter tim, serta atmosfer sepak bola Jepara.
Pengalaman dari PSIM Yogyakarta
Sebelum kembali ke Persijap, Rakhmatzoda menjalani musim 2025/2026 bersama PSIM Yogyakarta di BRI Super League.
Selama memperkuat PSIM, gelandang berusia 22 tahun itu mencatatkan 24 penampilan dan menyumbangkan satu gol.
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga sebelum kembali memperkuat Persijap di kasta tertinggi.
Bagi Laskar Kalinyamat, perekrutan Rakhmatzoda bukan hanya soal nostalgia. Persijap mendapatkan pemain yang sudah memiliki pengalaman bermain di kompetisi domestik level atas sekaligus pernah merasakan tekanan dalam pertandingan internasional.
Beberapa keunggulan yang dibawa Rakhmatzoda ke Persijap antara lain:
- Berpengalaman bermain di BRI Super League.
- Memiliki pengalaman bersama Timnas Tajikistan.
- Pernah menjadi bagian dari skuad Persijap.
- Sudah mengenal karakter sepak bola Indonesia.
- Memiliki pengalaman membawa Persijap promosi.
Ahmad Wadil dan Tegar Infantrie Ikut Merapat
Persijap tidak hanya mengandalkan pemain asing. Dua pemain lokal juga diperkenalkan untuk memperkuat skuad musim 2026/2027.
Mereka adalah Ahmad Wadil dan Tegar Infantrie.
Ahmad Wadil merupakan pemain berposisi winger. Musim lalu, ia tercatat sebagai bagian dari Malut United di BRI Super League 2025/2026.
Namun, Wadil lebih banyak mendapatkan kesempatan bermain melalui masa peminjaman bersama PSMS Medan yang berkompetisi di kasta kedua.
Kehadiran Wadil memberikan tambahan opsi bagi Persijap di sektor sayap. Usianya yang masih relatif muda juga membuat sang pemain bisa menjadi bagian dari proyek jangka panjang klub.
Sementara itu, Tegar Infantrie memiliki pengalaman yang cukup menarik. Pemain berusia 27 tahun tersebut sebelumnya berstatus sebagai pemain Persita Tangerang.
Ketika kompetisi memasuki putaran kedua musim lalu, Tegar menjalani masa peminjaman bersama PSIS Semarang.
Pengalaman bermain di beberapa klub tersebut diharapkan bisa membantu Persijap menghadapi persaingan ketat di kasta tertinggi.
Persijap Kini Punya Banyak Pilihan Pemain Asing
Kembalinya Rakhmatzoda juga membuat komposisi pemain asing Persijap semakin lengkap.
Sebelumnya, Laskar Kalinyamat sudah memperkenalkan enam pemain asing untuk menghadapi musim 2026/2027. Lima di antaranya merupakan rekrutan anyar.
Lima pemain tersebut adalah:
- Marcos Blasco dari Spanyol.
- Oumar Bah dari Guinea.
- Juan Douglas Teles da Silva dari Brasil.
- Paulo Rodriguez Santamaria dari Kosta Rika.
- Yaya Sogodogo dari Pantai Gading.
Satu nama lainnya adalah Jose Luis Espinosa Arroyo. Bek tengah asal Spanyol tersebut bukan wajah baru karena musim lalu menjadi salah satu pemain penting di lini pertahanan Persijap.
Dengan tambahan Rakhmatzoda, Juan Cortes kini memiliki semakin banyak pilihan untuk menyusun komposisi terbaik.
Persijap Dikejar Waktu Jelang Kick-Off
Aktivitas transfer Persijap memang membuat publik Jepara sempat bertanya-tanya. Pasalnya, klub terlihat cukup senyap ketika sejumlah tim lain sudah lebih dahulu bergerak mempersiapkan musim baru.
Namun, situasi tersebut perlahan berubah. Persijap kini mulai memperkenalkan pemain satu per satu untuk melengkapi skuad.
Masalahnya, waktu yang tersedia memang tidak banyak.
BRI Super League 2026/2027 akan memulai kompetisi pada 4 September 2026. Artinya, Persijap harus segera memastikan seluruh pemain mampu beradaptasi dengan sistem permainan Juan Cortes.
Kehadiran pemain baru membutuhkan proses. Terlebih, Persijap memiliki sejumlah amunisi asing dari berbagai negara yang harus menyatukan visi dengan pemain lokal.
Karena itu, fase akhir pramusim menjadi sangat penting bagi Laskar Kalinyamat.
Laskar Kalinyamat Siap Hadapi Persaingan Ketat
Persijap Jepara kini memasuki fase penting sebelum menghadapi musim pertamanya setelah kembali ke kasta tertinggi. Tambahan Rakhmatzoda, Ahmad Wadil, dan Tegar Infantrie memberikan warna baru bagi skuad.
Rakhmatzoda menjadi rekrutan yang paling menarik karena memiliki hubungan sejarah dengan klub. Ia pernah membantu Persijap promosi dan kini kembali untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.
Sementara itu, Ahmad Wadil dan Tegar Infantrie menawarkan pengalaman serta opsi tambahan bagi tim.
Dengan komposisi yang terus bertambah, Persijap berharap bisa tampil kompetitif di BRI Super League 2026/2027. Kini, tugas Juan Cortes adalah meramu seluruh pemain tersebut menjadi tim yang solid sebelum kompetisi resmi dimulai.
Waktu memang semakin sempit, tetapi aktivitas Persijap menunjukkan satu hal: Laskar Kalinyamat tidak ingin sekadar numpang lewat di kasta tertinggi.
BACA JUGA :












