PSS Sleman harus mengawali perjalanan di BRI Super League 2026/2027 dengan hasil yang belum sesuai harapan. Bertandang ke markas Bali United, Super Elja harus pulang tanpa poin setelah kalah 1-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026) malam WIB.
Kekalahan tersebut terasa semakin mengecewakan karena PSS sebenarnya mampu memperkecil ketertinggalan pada penghujung pertandingan. Namun, gol Melvyn Lorenzen pada menit ke-90+5 belum cukup untuk mengubah hasil akhir.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, pun langsung menyoroti sejumlah momen penting yang menurutnya berpengaruh terhadap kekalahan tim. Penalti menjadi salah satu keputusan yang paling dipertanyakan, sementara gol kedua Bali United dinilai lahir dari kesalahan pemain PSS sendiri.
Bali United Unggul Lewat Penalti Teppei Yachida
Bali United membuka keunggulan pada menit ke-39 melalui Teppei Yachida. Pemain asal Jepang tersebut menjalankan tugasnya dengan baik lewat eksekusi penalti.
PSS Sleman kemudian berusaha mencari respons sebelum turun minum. Namun, hingga babak pertama berakhir, keunggulan Bali United tetap bertahan.
Menurut Pieter Huistra, situasi penalti tersebut menjadi salah satu momen yang membuat timnya dirugikan.
Huistra menilai pertandingan tandang di Bali memang bukan laga yang mudah. Selain harus menghadapi kekuatan tuan rumah, PSS juga bermain di tengah atmosfer stadion yang meriah karena kehadiran suporter kedua tim.
Meski demikian, pelatih asal Belanda tersebut tetap berharap timnya mampu mendapatkan hasil yang lebih baik.
Pieter Huistra Pertanyakan Keputusan Penalti
Setelah pertandingan, Huistra secara terbuka menyampaikan pandangannya mengenai penalti yang diberikan kepada Bali United.
Ia menilai keputusan tersebut seharusnya tidak menghasilkan penalti. Menurut Huistra, PSS sangat tidak beruntung karena momen tersebut ikut mengubah jalannya pertandingan.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan utama setelah kekalahan PSS Sleman dari Bali United.
Namun, Huistra tidak hanya melihat keputusan wasit sebagai penyebab kekalahan. Ia juga mengakui bahwa timnya memiliki sejumlah persoalan yang harus segera diperbaiki.
Baginya, laga perdana BRI Super League 2026/2027 harus menjadi bahan evaluasi agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi pada pertandingan berikutnya.
Gol Kedua Bali United Jadi Evaluasi
Jika penalti menjadi bahan perdebatan, gol kedua Bali United justru dinilai Huistra sebagai kesalahan internal PSS Sleman.
Bali United menggandakan keunggulan pada menit ke-66 melalui Queven Inacio. Gol tersebut membuat PSS berada dalam situasi sulit karena harus mengejar defisit dua gol di sisa waktu pertandingan.
Huistra menyebut gol kedua tersebut terjadi akibat kesalahan pemain PSS sendiri.
Situasi ini menjadi perhatian karena kesalahan kecil di level kompetisi seperti BRI Super League dapat memberikan dampak besar terhadap hasil pertandingan.
Meski demikian, Huistra tetap memberikan apresiasi terhadap respons para pemain setelah tertinggal 0-2.
Menurutnya, PSS tidak berhenti berusaha. Tim tetap bermain dan mencoba mencari peluang hingga akhirnya mendapatkan gol balasan.
PSS Sleman Baru Mencetak Gol di Menit Akhir
Harapan PSS untuk mendapatkan poin mulai terbuka ketika Melvyn Lorenzen mencetak gol pada menit ke-90+5.
Gol tersebut menunjukkan bahwa PSS tetap berusaha sampai pertandingan memasuki penghujung waktu. Namun, gol tersebut datang terlalu terlambat untuk membawa perubahan pada hasil pertandingan.
Dengan demikian, Bali United tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.
Dari pertandingan tersebut, beberapa hal menjadi catatan penting bagi PSS Sleman:
- Penalti Bali United menjadi salah satu momen yang dipertanyakan Pieter Huistra.
- Gol kedua Bali United dinilai terjadi akibat kesalahan pemain PSS.
- PSS tetap berusaha setelah tertinggal 0-2.
- Melvyn Lorenzen mencetak gol pada menit ke-90+5.
- PSS harus segera melakukan evaluasi sebelum pertandingan berikutnya.
Huistra Akui Permainan PSS Belum Sesuai Harapan
Selain membahas dua momen tersebut, Pieter Huistra juga mengakui bahwa permainan PSS Sleman secara keseluruhan masih belum mencapai standar yang diinginkan.
Pelatih PSS tersebut berharap timnya mampu menampilkan permainan yang lebih baik dibandingkan saat menghadapi Bali United.
Namun, Huistra juga tidak ingin terlalu lama berkutat dengan hasil negatif tersebut. Ia mengingatkan bahwa pertandingan melawan Bali United baru menjadi laga pertama pada musim 2026/2027.
Masih banyak pertandingan yang harus dijalani PSS Sleman. Karena itu, evaluasi dari pertandingan ini akan menjadi bagian penting untuk mempersiapkan laga selanjutnya.
PSS dijadwalkan kembali bermain pada pekan berikutnya dengan menghadapi Madura di kandang.
Ega Rizky Minta Maaf kepada Suporter
Kiper PSS Sleman, Ega Rizky, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen tim setelah pertandingan.
Ega menilai para pemain dan staf sudah berjuang hingga menit terakhir. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada suporter karena PSS belum mampu membawa pulang tiga poin dari Bali.
Dukungan suporter PSS yang hadir langsung di stadion juga mendapat perhatian dari Ega. Ia mengapresiasi para pendukung yang tetap datang memberikan dukungan meski tim harus menjalani pertandingan tandang.
Bagi Ega, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan PSS pada musim baru.
Ega Jelaskan Perannya sebagai Sweeper
Dalam pertandingan tersebut, Ega beberapa kali terlihat keluar dari area gawang untuk membantu pertahanan.
Menurutnya, keputusan tersebut berkaitan dengan strategi PSS yang menerapkan garis pertahanan tinggi.
Ketika tim melakukan pressing dengan garis pertahanan tinggi, kiper memiliki tugas untuk melakukan cover di belakang lini pertahanan. Peran tersebut membuat kiper tidak hanya berdiri di bawah mistar, tetapi juga harus siap mengantisipasi bola yang masuk ke ruang di belakang bek.
Ega menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari strategi yang sudah diterapkan tim.
PSS Sleman kini harus segera bangkit setelah kekalahan dari Bali United. Hasil pertandingan perdana memang belum sesuai harapan, tetapi perjalanan BRI Super League 2026/2027 masih panjang.
Evaluasi terhadap penalti, kesalahan yang menghasilkan gol kedua, hingga kualitas permainan secara keseluruhan akan menjadi pekerjaan rumah bagi Pieter Huistra dan para pemain. Laga berikutnya di kandang menjadi kesempatan PSS untuk memberikan respons setelah start yang kurang mulus.
BACA JUGA :












