Sabah FC mengawali perjalanan mereka di Dewata Challenge Series 2026 dengan hasil positif. Klub asal Malaysia tersebut berhasil menundukkan Bali United dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (13/8/2026).
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Sabah FC sebelum memasuki Malaysia Super League 2026/2027 yang dijadwalkan bergulir pekan depan. Meski demikian, Juan Torres Garrido tidak ingin anak asuhnya terlalu larut dalam hasil tersebut.
Bagi pelatih asal Spanyol itu, pertandingan melawan Bali United lebih penting sebagai bagian dari persiapan tim. Ia juga memanfaatkan laga tersebut untuk memberikan menit bermain penuh kepada beberapa pemain yang sedang dipersiapkan menghadapi kompetisi resmi.
Sabah FC Puas Bisa Menang atas Bali United
Sabah FC memang berhasil membawa pulang kemenangan dari Bali. Namun, Juan Torres Garrido menilai hasil akhir bukan satu-satunya ukuran keberhasilan timnya dalam pertandingan pramusim.
Menurutnya, kemenangan tetap memberikan kepuasan karena setiap tim tentu ingin mendapatkan hasil positif. Akan tetapi, fokus utama Sabah FC adalah memastikan seluruh pemain mendapatkan pengalaman dan kesiapan sebelum liga dimulai.
Terlebih, Malaysia Super League 2026/2027 sudah berada di depan mata. Waktu persiapan Sabah FC semakin terbatas sehingga pertandingan melawan Bali United menjadi kesempatan penting untuk menguji kondisi pemain.
Beberapa hal yang menjadi perhatian Sabah FC dalam laga tersebut adalah:
- Memberikan menit bermain kepada pemain yang membutuhkan.
- Menguji kesiapan fisik sebelum kompetisi resmi.
- Melihat efektivitas permainan dalam pertandingan.
- Menjaga kebugaran pemain menjelang musim baru.
- Menghindari risiko cedera sebelum liga dimulai.
Juan pun merasa puas karena beberapa pemain bisa bermain selama 90 menit. Kondisi tersebut menjadi bagian dari rencana persiapan Sabah FC menuju kompetisi resmi.
Pengalaman di Indonesia Bukan Faktor Utama
Juan Torres Garrido bukan sosok yang asing dengan sepak bola Indonesia. Dua musim lalu, ia pernah menjadi asisten pelatih Persis Solo.
Pengalaman tersebut membuatnya cukup memahami karakter sepak bola Indonesia. Namun, ketika ditanya apakah kemenangan Sabah FC atas Bali United dipengaruhi pengalaman tersebut, Juan memilih memberikan jawaban berbeda.
Ia menilai sepak bola Indonesia sudah mengalami banyak perkembangan dalam dua tahun terakhir. Karena itu, informasi yang ia miliki dari masa lalu tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan ketika menghadapi Bali United saat ini.
Menurut Juan, komposisi dan permainan Bali United sudah mengalami perubahan. Ia tetap mengakui bahwa Serdadu Tridatu merupakan tim berkualitas, tetapi pendekatan Sabah FC tidak semata-mata berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Justru, tim pelatih lebih banyak memusatkan perhatian pada perkembangan internal Sabah FC sendiri.
Juan Soroti Format Pramusim
Ada satu hal menarik yang disoroti Juan Torres Garrido setelah pertandingan. Ia melihat komposisi pemain Bali United dalam laga pramusim berbeda dengan situasi yang akan terjadi dalam kompetisi resmi.
Bali United menggunakan banyak pemain asing sejak awal pertandingan. Kondisi tersebut membuat Juan tidak ingin menjadikan laga ini sebagai gambaran penuh mengenai kekuatan Bali United ketika kompetisi resmi berlangsung.
Karena itu, Sabah FC memilih untuk tidak terlalu fokus menganalisis lawan. Mereka lebih memilih memperhatikan perkembangan tim sendiri.
Pendekatan tersebut cukup masuk akal mengingat tujuan utama Sabah FC adalah mempersiapkan skuad menghadapi musim baru. Hasil melawan Bali United memang penting, tetapi kesiapan menghadapi Malaysia Super League jauh lebih utama.
Persib Jadi Tantangan Berikutnya
Setelah berhasil melewati Bali United, Sabah FC masih memiliki pertandingan penting di Dewata Challenge Series 2026. Mereka akan menghadapi Persib Bandung.
Juan Torres Garrido mengakui bahwa Persib merupakan salah satu tim terbaik di Indonesia. Karena itu, pertandingan tersebut dipandang sebagai tantangan besar bagi Sabah FC.
Pergantian pelatih Persib dari Bojan Hodak ke Igor Tolic tidak membuat Juan menganggap karakter Maung Bandung berubah secara drastis. Menurutnya, struktur tim teknis yang relatif tidak banyak berubah membuat gaya permainan Persib masih memiliki karakter yang sama.
Hal tersebut membuat Sabah FC tetap harus mempersiapkan diri secara serius.
Menghadapi tim sekelas Persib tentu memberikan kesempatan bagi Sabah FC untuk mengukur kemampuan mereka. Apalagi, pertandingan tersebut berlangsung dalam rangkaian pramusim yang juga menjadi bagian dari persiapan kedua tim.
Waktu Istirahat Jadi Kekhawatiran Sabah FC
Meski optimistis menghadapi Persib, Juan Torres Garrido memiliki satu kekhawatiran utama. Sabah FC hanya mempunyai waktu istirahat satu hari sebelum pertandingan berikutnya.
Jadwal yang padat menjadi tantangan besar bagi tim yang sedang mempersiapkan diri menuju kompetisi. Kondisi fisik pemain harus dijaga agar tidak mengalami kelelahan berlebihan.
Bagi Juan, menjaga kebugaran sama pentingnya dengan mempersiapkan strategi pertandingan. Ia tentu tidak ingin pertandingan pramusim justru membuat pemain mengalami cedera sebelum Malaysia Super League dimulai.
Karena itu, rotasi dan pengelolaan kondisi pemain kemungkinan menjadi perhatian penting tim pelatih Sabah FC.
Kemenangan atas Bali Jadi Modal Berharga
Kemenangan 2-1 atas Bali United memberikan suntikan kepercayaan diri bagi Sabah FC. Namun, Juan Torres Garrido menunjukkan bahwa dirinya tetap realistis.
Ia tidak ingin hasil positif di pertandingan pramusim membuat tim terlena. Sabah FC masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum menghadapi musim baru.
Pertandingan melawan Persib akan menjadi ujian berikutnya. Selain mengukur kualitas permainan, laga tersebut juga menjadi kesempatan bagi Sabah FC untuk menguji kemampuan fisik pemain dalam jadwal yang cukup padat.
Jika mampu menjaga kondisi sekaligus mempertahankan performa positif, Sabah FC bisa membawa modal berharga menuju Malaysia Super League 2026/2027.
Bagi Bali United, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi selama pramusim. Sementara bagi Sabah FC, kemenangan tersebut memberikan gambaran bahwa persiapan mereka mulai menunjukkan hasil.
Namun, seperti yang ditegaskan Juan Torres Garrido, misi utama Sabah FC bukan sekadar memenangkan pertandingan pramusim. Target sebenarnya adalah memastikan tim benar-benar siap ketika kompetisi resmi dimulai.
BACA JUGA :












