1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Trio Bangladesh Jadi Ancaman Timnas Indonesia Wajib Waspada di FIFA ASEAN Cup 2026

FIFA ASEAN Cup 2026 tinggal menghitung hari. Sebagai tuan rumah, Timnas Indonesia tentu ingin memanfaatkan momentum tersebut dengan meraih hasil terbaik. Namun, perjalanan skuad Garuda tidak akan mudah karena ada sejumlah lawan yang patut diperhitungkan, termasuk Bangladesh.

Bangladesh akan menjadi salah satu pesaing Indonesia di Grup A Divisi 1. Selain kedua tim tersebut, grup ini juga dihuni Malaysia dan Singapura. Turnamen sendiri dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 4 Oktober 2026 di Jakarta dan Bandung.

Bangladesh masuk ke turnamen setelah menggantikan posisi India yang mengundurkan diri. Meski demikian, bukan berarti tim tersebut bisa dipandang sebelah mata.

Secara rekor pertemuan, Indonesia memang masih lebih unggul. Dari tujuh pertandingan resmi, Garuda mencatat empat kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.

Namun, sepak bola tidak hanya ditentukan oleh statistik masa lalu. Bangladesh memiliki sejumlah pemain yang bisa memberikan ancaman. Tiga nama berikut layak menjadi perhatian Timnas Indonesia.

1. Foysal Ahmed Fahim

Nama pertama adalah Foysal Ahmed Fahim. Pemain berusia 24 tahun ini berposisi sebagai sayap kiri dan memperkuat Mohammedan.

Foysal sudah menjadi bagian dari Timnas Bangladesh sejak menjalani debut pada November 2021. Pengalamannya bersama tim nasional membuat ia menjadi salah satu pemain yang perlu diperhatikan ketika Bangladesh menghadapi lawan-lawannya di FIFA ASEAN Cup 2026.

Kecepatan menjadi salah satu modal penting Foysal. Dari sisi kiri, ia dapat beroperasi sebagai penyerang sayap dan mencoba mengeksploitasi ruang di pertahanan lawan.

Karakter tersebut bisa membuat pemain bertahan Indonesia harus menjaga konsentrasi ketika Bangladesh membangun serangan dari sisi lapangan.

Hingga saat ini, Foysal telah mencatatkan 33 penampilan bersama Timnas Bangladesh dengan satu gol.

Penampilan terbarunya juga memberikan catatan positif. Ia bermain ketika Bangladesh meraih kemenangan 2-1 atas San Marino dalam FIFA Matchday pada Juni lalu.

Kenapa Foysal Perlu Diwaspadai?

Beberapa faktor yang membuat Foysal menarik perhatian antara lain:

  • Bermain di posisi sayap kiri.
  • Memiliki kecepatan untuk menyerang dari sisi lapangan.
  • Sudah memiliki pengalaman bersama tim nasional.
  • Telah mencatat 33 penampilan untuk Bangladesh.

Pergerakannya di sektor kiri bisa menjadi salah satu senjata Bangladesh saat menghadapi Timnas Indonesia.

2. Jamal Bhuyan

Jika Foysal mengandalkan kecepatan, Jamal Bhuyan menawarkan pengalaman. Gelandang serang sekaligus kapten Timnas Bangladesh ini merupakan salah satu pemain paling senior di skuad.

Jamal saat ini berusia 36 tahun dan memperkuat Brothers Union. Ia sudah menjalani debut bersama Timnas Bangladesh sejak Agustus 2013.

Pengalamannya membuat Jamal memiliki peran penting dalam permainan Bangladesh. Ia dapat dimainkan sebagai penyerang lubang dan menjadi salah satu pemain yang diandalkan untuk membantu membangun serangan.

Jamal telah mengoleksi 93 pertandingan bersama Timnas Bangladesh dengan torehan satu gol.

Menariknya, ia juga sudah pernah menghadapi Timnas Indonesia. Pertemuan tersebut terjadi dalam laga uji coba pada 1 Juni 2022.

Dalam pertandingan yang berakhir tanpa gol tersebut, Jamal bahkan sudah dipercaya mengenakan ban kapten Bangladesh.

3. Shekh Morsalin

Nama ketiga yang patut mendapatkan perhatian adalah Shekh Morsalin. Berbeda dengan Jamal yang sudah sangat berpengalaman, Morsalin merupakan penyerang muda dengan catatan produktivitas yang cukup menarik bersama tim nasional.

Pemain Abahani Limited Dhaka tersebut mulai memperkuat Timnas Bangladesh senior sejak debut pada 15 Juni 2023.

Sejauh ini, Morsalin sudah mencatatkan 24 caps. Ia juga telah menyumbangkan tujuh gol dan tiga assist untuk Bangladesh.

Statistik tersebut membuat Morsalin menjadi salah satu pemain yang berpotensi memberikan ancaman di lini depan.

Ia juga terlibat dalam beberapa pertandingan terbaru Bangladesh. Morsalin bermain ketika timnya mengalahkan Singapura 1-0 dalam Kualifikasi Piala Asia 2027 pada Maret lalu.

Pada Juni, ia kembali mendapat kesempatan tampil ketika Bangladesh menghadapi San Marino. Morsalin bermain selama 45 menit dan mencatatkan satu assist dalam kemenangan 2-1 tersebut.

Produktivitas Morsalin Jadi Perhatian

Dibandingkan dua nama sebelumnya, Morsalin memiliki catatan gol yang lebih menonjol bersama tim nasional.

Dengan tujuh gol dan tiga assist dari 24 penampilan, kontribusinya di lini depan patut menjadi perhatian pertahanan Timnas Indonesia.

Beberapa catatan Morsalin:

  • Berposisi sebagai penyerang.
  • Memperkuat Abahani Limited Dhaka.
  • Memiliki 24 caps bersama Bangladesh.
  • Sudah mencetak tujuh gol.
  • Mengoleksi tiga assist.
  • Terlibat dalam kemenangan Bangladesh atas Singapura dan San Marino.

Timnas Indonesia Tak Boleh Hanya Bergantung pada Rekor

Rekor pertemuan memang memberikan keunggulan bagi Timnas Indonesia. Dari tujuh pertandingan resmi melawan Bangladesh, Indonesia meraih empat kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan.

Namun, catatan tersebut tidak otomatis menjamin hasil serupa di FIFA ASEAN Cup 2026.

Bangladesh datang dengan pemain-pemain yang memiliki karakter berbeda. Foysal menawarkan kecepatan di sisi lapangan, Jamal membawa pengalaman sekaligus kepemimpinan, sedangkan Morsalin memiliki produktivitas yang patut diperhatikan.

Karena itu, Timnas Indonesia perlu mempersiapkan diri dengan serius ketika menghadapi Bangladesh.

Bangladesh Bisa Jadi Ujian Menarik di Grup A

FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan kualitasnya di hadapan pendukung sendiri.

Persaingan Grup A juga menarik karena Indonesia harus menghadapi Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.

Di tengah persiapan tersebut, Bangladesh bisa menjadi lawan yang tidak boleh diremehkan. Kehadiran pemain seperti Foysal Ahmed Fahim, Jamal Bhuyan, dan Shekh Morsalin membuat skuad besutan Thomas Dooley memiliki beberapa opsi yang patut diperhitungkan.

Pada akhirnya, perhatian terhadap tiga pemain tersebut bukan berarti Bangladesh hanya bergantung kepada mereka. Namun, ketiganya memiliki karakter dan pengalaman yang dapat memberikan warna berbeda dalam permainan tim.

Timnas Indonesia pun harus menjaga fokus sejak awal. Apalagi, turnamen akan berlangsung di kandang sendiri sehingga ekspektasi terhadap skuad Garuda tentu cukup besar.

FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi panggung pembuktian. Bagi Indonesia, mengenali kekuatan Bangladesh sejak awal bisa menjadi bagian penting untuk menyiapkan strategi menghadapi persaingan Grup A.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE